
Laras masih terbaring dan ditemani oleh ibunya dan juga Marissa, Louise sangat sedih karena hilangnya ingatan Laras
" apakah laras melupakan ku juga??? gumam Louise
sementara tatapan sinis terus diberikan oleh Damar pada nya, bagaimana tidak papa nya sendiri juga lah yang mengundang Louise ke rumah sakit
" kau tidak perlu ada disini Louise, pergilah lagipula Laras tidak mengingat mu, jadi untuk apa kau disini??" kata Damar berbisik di telinga Louise
" di ingat atau tidak setidaknya aku ada disini bersamanya!!" ucap Louise tanpa memperdulikan Damar
" kurang ajar, awas kau nanti!!" batin Damar
Marissa pamit pada nyonya Lion untuk pulang kerumahnya karena kesibukan jadwal pekerjaan nya, nyonya Lion pun berterima kasih pada Marissa yang telah menjaga nya sebelum dirinya datang
" terimakasih telah menjaga putri saya selama saya belum tiba dirumah sakit!!" ucap nya tersenyum lalu air matanya menetes tanpa ia sadari
" tidak apa-apa mbak, Laras sudah seperti keponakan saya jadi saya juga menyayangi nya!!" Marissa pun tersenyum
setelah itu dia meninggalkan rumah sakit dan pulang sendiri, dia tau jika Dimas masih akan sangat sibuk bersama Lion
Dimas mendekati Laras yang masih berbaring, di tangan kirinya di ada infus dan di tangan kanannya ada selang darah
" apa kau sudah makan??" tanya Dimas pada Laras
Laras hanya menggeleng kan kepalanya, dia tidak banyak bicara seperti dulu sebelum sakit
sementara itu, Lion menyuruh Damar dan Louise untuk pulang kerumahnya agar mereka membiarkan Dimas untuk membantu Laras mengingat semua nya, agar ingatan nya lebih cepat kembali
" makanlah, aku akan menyuapi mu!!" ucap Dimas lalu menyuapi nya, Laras pun makan dan menatap Dimas seperti orang yang paling dekat dengan nya, tapi dia lupa Dimas itu siapa
" aku mau tidur!!" kata Laras lalu tanpa mendengar kan jawaban Dimas dia pun langsung membelakangi Dimas dan menarik selimutnya hingga menutupi tubuhnya
" tidurlah, aku akan menunggu disini!!"
Dimas memegang kepalanya yang tidak sakit tapi sangat kacau, dia tidak tau apa yang akan terjadi jika Laras lupa ingatan dalam waktu yang lama
" pasti akan ada orang yang memanfaatkan keadaan mu Laras, aku mohon cepatlah pulih!!" batinnya
tak lama kemudian Lion masuk ke dalam dan bicara pada Dimas
__ADS_1
" aku akan pulang untuk mengurus masalah Anggara dan Mars G, tolong jaga Laras hingga aku kembali!!"
Dimas melihat wajah Lion yang sangat lelah dan butuh istirahat, tapi Lion memilih untuk menyelesaikan masalah Laras dan memasukkan kedua pria bejat itu ketahanan mafia
" jangan khawatir tentang Laras, aku akan menjaga nya sampai kau kembali!!"
Lion pun langsung pergi meninggalkan mereka di rumah sakit, dia berharap bisa segera menemukan Anggara dan juga bisa menghancurkan Mars bersamaan
Louise yang baru tiba dirumahnya disambut oleh Vani, gadis cantik pilihan orang tua Louise untuk menjadi jodoh Louise dimasa depan
" kamu udah pulang, aku udah masakin sesuatu yang istimewa, kamu pasti suka!!" ucap Vani tersenyum manis
Louise sebenarnya sangat malas jika bertemu dengan Vani, karena gadis itu bukanlah pilihan hatinya
" nanti aja aku makan, aku mandi dulu!!" jawab Louise menghindar
" jangan menolak Louise, Vani udah susah payah buatin kamu makanan!!" ibunya langsung menyela omongan Louise agar mau makan masakan yang dibuat oleh Vani
dengan terpaksa Louise makan, Vani yang duduk di depannya memandangi wajah Louise dan tersenyum
" kamu kenapa senyum?? ada yang aneh yah??" tanya Louise mengerutkan keningnya
" ga, aku cuma melihat wajah yang sangat manis!!" rayu Vani membuat Louise sedikit canggung karena dirinya tidak pernah menyukai gadis itu
Damar duduk di balkon rumah nya sendirian, menatap langit yang mendung semakin membuat suasana hatinya galau, harapan nya seakan sirna jika Laras tidak segera pulih
" apa yang harus ku lakukan??" gumamnya
tiba-tiba dia teringat pada Mars G yang menyebabkan Laras jadi lupa ingatan, rahangnya jadi mengeras dan gigi nya terdengar gretek, kepalan tangannya sangat kuat
" aku akan menghabisi mu Mars, ini semua terjadi karena dirimu! jika saja kau tidak menculik Laras mungkin sekarang dia tidak akan sakit seperti ini, akkhhhhh brengsek!!" Damar teriak dikamar nya
Dimas tertidur di rumah saat menemani Laras di rumah sakit, kepalanya berada di tepi ranjang dan tangan nya menjadi bantal untuk wajahnya
" bangun!!" Laras menggoyang tangan Dimas agar segera bangun
Dimas pun bangun dan melihat Laras
" aku mau ke kamar mandi!!" ucap Laras
__ADS_1
Dimas pun segera membantu nya untuk duduk terlebih dahulu, setelah itu Laras menurunkan kedua kakinya ke lantai
" ahhhkk" Laras teriak saat kakinya menyentuh lantai
" kamu kenapa??" Dimas khawatir melihat nya teriak lalu menangis
" sakit, kakiku sakit!!"
" baiklah, aku akan menggendong mu!!"
Dimas pun menggendong Laras agar bisa ke kamar mandi, sepertinya ada sesuatu yang membuat kepala Laras jadi sakit, dia memejamkan matanya mencoba mengingat apa yang pernah terjadi sebelumnya
Dimas tidak bertanya apa yang dirasakan Laras saat ini, dia hanya menggendong dengan sangat hati-hati agar Laras tidak merasa sakit
setelah keluar dari kamar mandi Dimas juga menggendong Laras lalu meletakkan nya pelan-pelan di atas kasur
" apa yang kau ingat Laras?? apakah ada sesuatu yang menggangu pikiran mu??" Dimas mulai bertanya saat Laras sudah di posisi berbaring
" kepala ku sakit, seperti nya ada sesuatu yang pernah terjadi padaku tapi aku tidak bisa mengingat nya! semakin ku coba mengingat semakin kepalaku rasanya ingin pecah!!
" istirahat lah, aku akan kembali segera!!" Dimas meninggal kan Laras sendiri di dalam ruangan
hanya 10 menit pergi, Dimas sudah kembali ke ruangan itu lagi
dia melihat laras sudah tertidur, dia pun duduk di kursi lalu menghela nafas nya
dia pun menghubungi Marrisa agar tidak merasa bosan saat Laras sedang tidur, cukup lama mereka bercanda dan saling tertawa hingga akhirnya dia menutup telepon nya lalu berbaring di bawah kasur Laras
Laras terbangun dan melihat Dimas sudah tertidur pulas dibawah kasur nya beralaskan karpet dan di alasi kasur tipis agar tubuhnya tidak kedinginan
" ya Tuhan, gara-gara aku dia jadi tidur dibawah, sepertinya dia sangat lelah!!" batin Laras
dia pun duduk lalu mengambil selimut untuk menutupi tubuh Dimas yang tertidur pulas
setelah itu dia mencari ponsel nya tapi tidak ada, dia tidak menemukan ponselnya dimana pun
namun matanya teralihkan ke satu kertas di samping tempat tidur nya
' LOUISE '
__ADS_1
" siapa Louise??" dia pun mencoba mengingat nama itu namun dia tidak bisa mengingat nya
" ya Tuhan, tolong kembalikan ingatanku pada semua orang yang menyayangi ku termasuk ayah dan ibuku, kenapa aku juga lupa pada mereka?? apa yang terjadi padaku??" dia pun menangis karena tidak menemukan jawaban atas apa yang ingin dia ketahui