
Setalah Damar memutuskan untuk kembali, dia berusaha untuk mengetahui dimana Laras berada
Meskipun ibunya belum mengizinkan nya untuk kembali, kali ini dia benar-benar merindukan Laras
" Semoga kamu masih menunggu ku Laras, aku tak pernah berniat untuk meninggalkan mu" Gumam Damar merasa sangat bersalah dan menyesal
Dimas memperhatikan sikap Laras yang selalu sibuk dengan ponsel nya setelah pertandingan itu, Laras memang belum cerita pada dirinya
karena Laras masih menganggap Louise sebagai teman baru nya
bukan karena rasa cemburu Dimas pada Louise, dia hanya ingin menjaga Laras lebih baik
Dua hari ini Laras tak di antar dan di jemput oleh Dimas, dia selalu pergi dan pulang bersama Louise
" Apakah Laras sudah melupakan Damar??" Dimas tak bisa fokus di kantornya
Meskipun ada Marissa yang selalu setia menemani nya
Ketika Laras pulang sekolah, dia begitu kaget melihat Damar bersandar di mobil nya
" Damar???" Gumamnya melotot, dia benar-benar marah ketika Damar menghilang, amarah nya tak terkontrol nya hingga membuat nya gemetaran dan keringat dingin
" Laras???" kamu kenapa??" Tanya Nadia memegang tangan Laras
Dia tak menjawab Nadia, seketika pandangan Damar tertuju pada dirinya
dia langsung lari menghindar dari Damar sambil menangis
" Laras tunggu" Kata Damar mengejar nya
Laras terus berlari hingga terjatuh, Damar pun segera menolong nya
" Lepaskan aku!!" Kata Laras memelototi Damar
" Maafkan aku Laras, aku menyesal telah meninggal kan mu" Kata Damar memohon
" Aku membenci mu, mulai saat ini aku tak punya hubungan dengan mu!!" Tiba-tiba Laras ingat kalo dirinya telah menikah dengan Dimas, seketika dia menghapus air mata nya
" Jika kau tak ingin mendapatkan masalah, maka jauhilah diriku" Kata Laras begitu tegas
" Kasih aku kesempatan Laras, kali aku akan selalu menjaga mu!!"
Tanpa menjawab omongan Damar, Laras pergi meninggalkan nya
Di gerbang, Louise ternyata tak ada disana
dia melihat sekeliling parkiran tapi tak menemukan nya, ternyata Louise memang tak datang, tapi dia mengirimkan pesan
" Laras aku minta maaf, ibuku masuk rumah sakit aku tak bisa menjemput mu"
Akhirnya Laras menelepon Dimas untuk menjemput nya
tak lama, Dimas pun tiba disana
Laras masuk ke mobil, Dimas melihat wajah Laras menyimpan emosi dan amarah
__ADS_1
Dimas tak langsung bertanya, dia sangat menghormati privasi orang lain
" Laras kamu mau makan pizza??" Tanya Dimas
" Ga dad, kita pulang aja!!" Laras hanya menunduk di dalam mobil
Dimas masih mengerti kenapa Laras langsung berubah
" Apa karena Louise???" Gumamnya sambil berpikir
Damar pulang ke rumahnya lalu marah-marah pada ibunya
" Ini semua karena mama, harus nya mama nyuruh aku untuk menolong Laras, bukan meninggalkan nya!!"
" Ini semua untuk kebaikan mu di masa depan, kamu harus jadi orang yang terpandang dan sukses"
" Untuk apa jadi orang terpandang tapi lari dari tanggung jawab??"
" Tanggung jawab apa?? apa dia hamil???" bentak ibunya, tetap saja ibunya tak setuju
" Aku belum menyentuh dia mah, tapi setidaknya aku membantu nya ketika keluarga memarahi nya"
Marissa saat ini masih tinggal di rumah Dimas, dia juga melihat perubahan Laras ketika Louise mulai mendekatinya, dia pun tak mau terlalu ikut campur, karena dia merasa sudah sewajarnya menyukai laki-laki
tapi pernikahan Laras dan Dimas sangat tersembunyi dan Marissa tak mengetahui itu
Damar terus mencari tau dimana Laras tinggal
dia ingin mengakui kesalahan yang dia lakukan, setidaknya untuk saat ini Laras mempercayai nya
" Dad, bagaimana kalo Tante Marrisa tau kita udah menikah??" Tanya Laras bersandar di sofa
" Marissa ga boleh tau Laras" Jawab Dimas menatap nya
" Oh ya dad, boleh ga kalo teman Laras datang kesini???" Tanya Laras lagi mengerutkan hidung nya
" Yeman Laras yang mana??"
" Louise dad, dia orang baik ga kayak Damar" ketika menyebut nama Damar wajahnya menjadi masam
" Boleh aja, kapan??" Tanya Dimas
" Sabtu malam dad!!" Kata Laras
" Iya ga papa yang penting sekedar berteman aja!!" Jawab Dimas
Laras masih merenung di samping Dimas
dia memikirkan tentang damar yang menemuinya di sekolah
" Udah terlambat Damar, kau sudah hilang dari hatiku" Gumamnya
" Laras...!!" Kata Dimas
" Hmm"
__ADS_1
"Jika Damar kembali bagaimana?? apa Laras mau menikah dengan nya???" Tanya Dimas
seketika Laras ter batuk-batuk mendengar omongan Dimas
" Laras kan udah nikah dad" Katanya becanda, dia sanggup mengatakan kalo Damar telan menemui nya, sedangkan saat ini dirinya malah membenci putra suaminya itu
" Nanti setelah Laras 20 tahun, Laras bisa menikah dengan siapapun yang mencintai Laras setulusnya" Jawab Dimas mengelus rambut nya, Laras hanya mengangguk
Marissa pulang dari supermarket dan membawa keperluan dapur dan cemilan yang banyak, Laras begitu senang karena dia suka ngemil saat malam
" Laras Tante bawa cemilan yang sehat yang banyak untuk mu!!" Kata Marissa
sedangkan untuk Dimas, Marissa selalu membelikan nya vitamin untuk menyegarkan tubuhnya, saat mereka sedang bersama diruang keluarga rumah Dimas
Louise ternyata sedang berkirim pesan dengan Laras
" Laras ngapain??"
" Ga ngapain, lagi kumpul sama Daddy dan tante Marissa!!" Balas Laras
" Ya udah, Laras jangan begadang yah besok pagi ku jemput" Kata Louise si lelaki tampan dan baik hati
Melihat Laras senyum-senyum sendiri Dimas tau kalo Louise pasti mengirimkan nya pesan
Dirumah Laras semakin ga tenang setelah dia melarikan diri
bi Inah sampai saat ini masih ketakutan, karena dirinya lah Laras bisa lari
" Ayah bagaimana keadaan kakek??" Tanya roy
" Kakek ga mau dibawa ke rumah sakit, susah di kasih tau, oh ya Roy apa Laras udah ketemu??" Tanya ayahnya
" Belum ayah, orang suruhan ayah belum bisa menemukan Laras!!" Jawab Roy
saat ini Roy tak bisa membantu mencari Laras
" Dad, Tante Marissa,, Laras tidur duluan yah besok sekolah!!" Kata Laras pada mereka
" Iya, mimpi indah" Kata Marissa
Laras pun naik ke atas, baru saja Laras naik ke tangga 3 Marissa sudah duduk dipangkuan Dimas
" Sayang, kita nikah nya kapan??" Tanya Marissa manja
" Iya, kamu sabar yah kita pasti menikah!!" Jawab Dimas
Marissa memeluk leher Dimas dengan mesra
" Daddy pasti beruntung punya pacar seperti Tante Marissa, eh,, tapi kan Laras adalah istri Daddy" Gumamnya sambil tertawa sendiri
Saat Laras masuk ke kamarnya, dia ga langsung tidur hanya saja dia malu jika melihat Marissa memeluk Dimas didepan mata nya, dia hanya duduk di balkon dan memandang layar ponselnya
Meski tak ada yang mengirimkan nya pesan, ponselnya ga akan lepas dari dirinya
Ketika para suruhan ayahnya mencari nya kemana-mana, seorang dari mereka malah melihat Laras yang sedang termenung sendiri di balkon, lalu mereka dengan cepat kembali ke rumah Laras dan memberi tau keberadaan nya pada keluarga nya
__ADS_1