
" Sudah, lepaskan Laras, jangan mempersulit keadaan, biarkan Laras mengatakannya, biarkan dia berpikir sejenak supaya dia merasa tenang, jika aku sampai menemukan suaminya itu aku akan menghajar nya habis-habisan".
Damar mendorong Louise dengan kuat hingga terpental ke sudut meja makan
kepala Louise pun bengkak karena kuat nya benturan itu.
" Maksud mu apa?? hubungan mu dengan Laras sudah berakhir, mengerti!!"
mereka berdua malah menambah kekacauan di rumah itu, Dimas yang semakin pusing hanya terdiam.
" Apa kalian tau kenapa aku menikah?? apa kalian tau apa alasannya??"
suaranya sangat memekik di telinga.
Damar menggeleng kan kepalanya, seakan ini semua hanya akal-akalan Laras.
" Katakan lah Laras, jangan membuat drama kekacauan ini!!" ucap Louise memegang lengannya.
Laras berjalan pelan membelakangi mereka bertiga, dia menghela nafas nya untuk mengatur detak jantung nya.
" Di hari ketika Damar meninggalkan aku, saat dia menghilang aku jadi bahan amukan orang tuaku, memukuli ku dan terus menyakiti ku! Louise, apa kau ingat preman yang pernah mengejar ku ketika aku pulang sekolah dengan mu?? mereka adalah suruhan ayahku, lalu aku kabur dari rumah seperi orang gila yang luntang lantung di jalanan, tapi seseorang yang berhati sangat baik datang menolong ku seperti malaikat yang dikirim oleh Tuhan padaku! semakin orang tuaku mengekang ku semakin aku menjauh dari mereka untuk menemukan ketenangan di hidupku, lalu aku memutuskan untuk menikah dengan orang yang telah menolong ku itu!! meski dengan berat hati dia pun setuju menikahi ku hanya di atas kertas!! sebenarnya aku hanya mempermalukan diriku sendiri, demi mengamankan posisi ku, aku sampai memaksanya untuk menjadi suamiku!!".
Setelah mengatakan itu, Laras jadi semakin histeris,
Damar menjadi bisu seribu bahasa, sedangkan Dimas sudah tak berani menatap siapapun
hanya Louise lah yang masih terus bicara untuk membujuk Laras agar mengatakan semuanya.
" Siapa laki-laki yang baik itu Laras, aku ingin meminta izin padanya untuk menceraikan mu setelah kita lulus SMK, aku akan menikah dengan mu!!".
" Tidak semudah yang kau bayangkan Louise, permasalahan hidup ku begitu rumit!!".
" Apapun yang terjadi, itu sepenuhnya bukan salahmu, hanya seorang pengecut yang melarikan diri dari masalah, pecundang yang tidak memiliki tanggung jawab, sampai kapan pun akan tetap jadi pecundang!!".
Louise menyindir Damar dengan kata-kata yang cukup kasar, meski begitu Damar tidak mengatakan apapun.
" Jalani kehidupanmu seperti yang di inginkan oleh orang tuamu Louise, aku tidak akan menjadi benalu untuk siapapun!!".
" Katakan padaku Laras, siapa yang telah menikahi mu!!" Louise menatap nya dalam, cinta dalam hatinya mengalahkan amarah nya.
" Kau yakin bisa menerima kenyataan??".
__ADS_1
" Hmm, katakan lah".
Laras diam sejenak, apapun yang akan terjadi nanti biarlah terjadi,
karena bagaimanapun caranya menutupi nya jika memang sudah waktunya terbongkar akan ketahuan juga.
" Aku.. aku di nikahi Daddy, Dimas Wijaya!!".
Bola mata Damar membulat mendengar apa yang di katakan oleh Laras, bagaimana mungkin ayahnya sendirilah yang telah menikahi kekasihnya itu.
Sedangkan Louise, melepaskan tangan nya dari lengan Laras!,
rahang Louise mengerat, pandangan mata nya hanya fokus memandang ke depan,
lalu ia berdiri dan langsung menghajar Damar, memukuli nya dengan dorongan amarah yang ada di hatinya.
" Dasar laki-laki brengsek, pecundang!!" Louise terus mendapat kan pukulan pada wajah Damar.
" Hentikan Louise, kenapa kau memukuli nya!!" bentak Laras, seketika tangan Louise pun berhenti memukulinya.
" Aku sudah curiga sejak awal aku datang ke rumah ini Laras, aku tak melihat satu pun photo mu ada disini, melainkan foto Damar yang tergantung di dinding, tapi tidak berani bertanya padamu karena aku sangat menghormati privasi mu!!".
Laras memejamkan matanya, air matanya terus mengalir deras di pipinya.
Louise duduk sambil memegang keningnya, dia menggeleng kan kepalanya seakan semua ini tidak benar-benar terjadi.
" Om minta maaf jika yang om lakukan itu adalah kesalahan!!".
" Om tidak salah, yang om lakukan itu tidak akan bisa di lakukan oleh lain, bagaimana tidak, anak om yang melakukan kesalahan tapi justru om sendiri yang menanggung beban nya".
" Om mohon, jangan sampai Marissa tau masalah ini!! karena Om dan Marissa sudah merencanakan pernikahan!!".
" Cukup mas, sudah cukup semua kebohongan ini!!' suara perempuan tiba-tiba berteriak dari pintu masuk,
mereka semua mencari asal suara itu, dan betapa kaget nya mereka semua ternyata yang sudah berdiri di sana adalah Marissa.
" Dasar wanita ******!! berani sekali kau menikahi tunangan ku, biadab!!" tangan Marissa dengan sangat cepat menarik rambut Laras hingga terjatuh ke lantai.
" Maafkan Laras Tante Marissa!!" suara tangisan gadis itu terdengar sangat menyedihkan, dengan cepat Louise merangkul Laras dan Marissa di pegang oleh Dimas
sementara Damar sudah sangat muak dengan kekacauan yang ia mulai 2 bulan lalu.
__ADS_1
" Lepaskan aku mas, gadis murahan itu harus diberi pelajaran, kau juga laki-laki kurang ajar mas, 5 tahun kita menjalani hubungan tega-teganya kau membohongi ku, apa salah ku mas??" Marissa berteriak pada Dimas.
" Maafkan mas Marissa, maafkan mas yang tidak bisa jujur soal Laras!!".
Ketika Dimas berusaha menenangkan Marissa, Laras sudah menangis di pelukan Louise
" Ceraikan Laras sekarang juga mas, jika masih ingin hubungan kita bertahan, kalo tidak aku akan pergi!!", Marissa masih melotot tajam pada Laras.
Dimas merasa sangat kacau, lebih ia kesusahan mencari duit dari pada harus dihadapkan dengan situasi saat ini.
" Kau perempuan ******, apa kau sudah tidur dengan Dimas, hhuuhh??",
" Marissa???" suara bentakan Dimas melengking di telinga mereka.
" Kenapa mas?? kenapa kau marah, hhuuh??",
Marissa menuduh Dimas melakukan yang tidak-tidak pada Laras,
" Louise bawa Laras pulang" kata Louise mengangguk kan kepalanya.
Dimas masih berusaha untuk menenangkan Marissa, Damar pun meninggalkan rumah itu ketika Louise dan Laras pergi.
" Berhenti Laras" Damar memanggil nya ketika sudah diluar rumah, dia mendekati Laras dan memegang bahunya.
" Lepaskan aku Damar, aku tidak ingin bicara dengan lelaki pecundang seperti mu!!".
" Papa akan menceraikan mu lalu kita akan menikah!!" bujuk Damar.
Louise merasa terganggu dengan ucapan Damar, dengan cepat ia memeluk Laras dan membawanya menjauh dari Damar.
" Jangan menyentuh Laras, aku akan bicara dengan nya lalu besok kita akan bertemu disini".
Louise membawa Laras pulang ke rumah nya, berhubungan orang tuanya sedang keluar kota.
" Duduklah Laras, tidak ada siapapun disini" ucap Louise saat mereka tiba di rumah.
Laras pun duduk di sofa, saat ia sibuk di dapur membuatkan minuman untuk mereka berdua, setelah kembali ia melihat Laras tertidur dengan pulas di sofa,
air matanya masih menetes di pipinya.
" Tidurlah Laras, semoga setelah kau bangun gundah di hati mu telah sirna!!",
__ADS_1
lalu ia mendekatkan wajah nya ke wajah Laras, hanya berjarak 3cm, ia terus menatap wajah itu begitu dalam.
" Aku mencintaimu dan semua yang ada padamu!!".