Cinta Untuk Laras

Cinta Untuk Laras
jebakan Lion


__ADS_3

Dimas tetap memberanikan diri untuk melewati jalan itu, meski akan ada kekerasan yang akan dilakukan suruhan Lion.


Benar saja, baru saja mereka melintas ke 5 pria itu langsung berdiri di tengah jalan


Laras langsung berpindah mengambil posisi setir, sedang kan Dimas sudah bersiap-siap untuk menyelamatkan Laras


Dia akan menarik perhatian bodyguard itu pada dirinya, sedangkan Laras akan melarikan diri


Saat Dimas hendak keluar dari dalam mobil, tangan Laras dengan sigap menahan nya agar tetap berada di samping nya


" Jangan" Kepala Laras menggeleng


" Laras kau harus selamat, mereka tidak boleh menyakiti mu, mengerti!!!" Meskipun mereka sadar akan mendapatkan serengan brutal preman itu, tapi Dimas tetap tidak ingin jika Laras sampai terluka


Ketika dengan gaya sok hebat nya preman itu mendekati mereka, Laras menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskan nya kuat, dengan sekejap dia memijak pedal gas lalu menabrak ke 5 pria itu, 2 di antara mereka terluka akibat tabrakan hebat yang di lakukan Laras


Dimas pun sampai terpental ke depan dan kepalanya terbentur ringan


" Maafkan Laras dad, ini jalan satu-satunya agar kita tetap selamat!!" kata Laras terus memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi


" berhenti Laras, biar Daddy saja yang nyetir!!" jantung Dimas serasa ingin putus karena mobil itu seperti melayang-layang di buat Laras


Ketiga bodyguard itu mengangkat kedua temannya yang terluka kedalam mobil, lalu mengejar Laras dan Dimas


" Bos, dua dari kami di tabrak oleh nona Laras, dia memacu mobil nya sangat kencang, ketika kami mendekati mobil mereka


ternyata mereka langsung berganti posisi tempat duduk!!" kata suruhan kepercayaan Lion


" Kurang ajar, Laras benar-benar membuat ku murka!!" Teriakannya memekik di telinga suruhan itu


" Apa yang harus kami lakukan bos??"


" Habisi Dimas Wijaya!!" Hanya itu yang di katakan Lion setelah itu dia menutup telepon nya


"Cih, Ini semua karena Damar dan Dimas yang telah menghasut Laras supaya membenci semua orang di rumah ini!!!" Pikiran Lion pun langsung buruk terhadap Dimas


Ternyata suruhan itu mencari jalan pintas untuk cepat mengejar Dimas, dalam hati Laras sudah merasa aman


tapi ternyata, 10 menit kemudian mobil preman itu sudah menghadang mobil mereka, Laras pun harus memijak pedal rem mendadak


" Laras, pergilah biar Daddy yang menghadang mereka!!" Ujar Dimas terus menerus menyuruh Laras meninggalkan nya seorang diri


" Tidak dad, Laras tidak meninggalkan Daddy sendirian, jika memang harus mati kita akan mati bersama" Dimas sampai terenyuh mendengar omongan Laras yang spontan keluar dari mulut nya

__ADS_1


" Laras, dengarkan Daddy!! Keselamatan mu jauh lebih penting, masa depan mu masih sangat panjang kamu harus tetap selamat apapun yang terjadi!!"


" Jika Daddy turun, Laras pun akan turun!!" Laras tetap ga akan meninggalkan Dimas


" hahahaha, mau lari kemana kalian, ha???" bentak preman itu


mereka mendekati mobil itu secara terpisah sehingga Laras tak mungkin menabrak mereka satu per satu, bahkan malam itu tak ada mobil yang melintas


apakah itu rencana nya Lion???


" Turun kau Dimas sialan!! beraninya kau membawa nona Laras kabur bersama mu!!" bentak pria itu


Dimas menghela nafasnya lalu menghembuskan nya perlahan, dengan keberanian dia turun dari mobil


belum sempat dia bicara, preman-preman itu langsung memukuli Dimas secara brutal, Dimas tetap memberikan perlawanan pada mereka


tak di pungkiri, Dimas memang jago karate sewaktu sekolah dan masih terbawa sampai sekarang


" Daddy.....!!" Teriakan laras begitu kencang saat menyaksikan Dimas berkelahi dengan preman itu, tangisannya juga sudah sangat kencang


ketika salah satu dari preman itu ada yang mengeluarkan celurit, Dimas dengan sigap menangkis tangan nya, dengan sengaja preman itu melukai dirinya sendiri dan di rekam teman nya yang sudah terluka, seolah-olah Dimas lah yang membuatnya terluka


Melihat kejadian itu, Laras menutup matanya sambil teriak, dia takut jika Dimas akan dalam bahaya, saat preman itu akan terjatuh tak sadarkan diri


" Bos seorang dari kami terluka karena Dimas" kata preman itu menelepon Lion


" Bagus, itu akan sangat menguntungkan buat ku" Jawan Lion tersenyum licik


Dimas membawa nya ke rumah sakit agar dia tetap hidup, darah yang keluar dari perut nya semakin banyak


" Bertahan lah sebentar lagi kita akan tiba di rumah sakit!!" Kata Dimas menoleh ke belakang


preman itu merasa sangat bersalah karena telah memukuli Dimas


" Maafkan aku tuan Dimas, aku terpaksa menuruti perintah bos Lion, aku melakukan nya demi uang, aku harus menghidupi keluarga ku!!" meski dengan suara yang pelan dan sesak nafas preman itu minta maaf pada Dimas


" Lupakan itu, yang penting kau selamat!!"


Dimas menghembuskan nafas nya kasar, dia takut jika terlambat membawa pria itu ke rumah sakit


Laras yang terlihat syok masih menutup mulut nya dengan tangannya, Dimas gak tega melihat Laras, lalu dia mendekap kepala Laras


" Jangan takut!!" hanya itu yang di ucapkan oleh Dimas

__ADS_1


Meski Dimas juga merasa takut jika terjadi sesuatu pada pria itu, tapi dia tetap memberi dukungan pada Laras


Setelah tiba dirumah sakit, Dimas membopong tubuh pria itu ke dalam


" Dokter..... Dokter!!!" Dimas berteriak memanggil dokter


" Ada apa pak??" Dokter dan perawat pun berlari menuju Dimas


" Selamat kan dia dokter, aku mohon!!" Kata Dimas pada mereka


Mendengar perkataan Dimas, pria itu menangis lalu menyatukan kedua tangannya seperti minta maaf


Dimas mengangguk memberi isyarat dia telah memaafkan pria itu


Baru saja dokter itu membawa pria itu untuk di periksa, polisi dan Lion juga tiba disana


" Laras.. apakah kau terluka???" Lion langsung memeluk Laras


Dengan kedua tangan nya Laras mendorong tubuh ayah nya lalu berlari mendekati Dimas


" Pak polisi, pria ini Dimas Wijaya telah menculik Putri ku selama 2 bulan ini, putriku juga telah di nikahkan pada putranya damar dengan paksa!!" Lion berdalih supaya Dimas mendekam di penjara


Laras langsung mengangkat bibirnya sedikit


" Licik sekali kau tuan Anjas Nevi Lion, kau telah menuduh orang dengan sembarang!!" tuduh Laras pada Lion, semua orang disana terkejut mendengar omongan Laras, tak terkecuali dimas


" Pak tangkap Dimas, dia telah melakukan kejahatan pada putri ku!!" Lion tetap menuduh Dimas


" Saya bisa menjelaskan pak, ayok kita ke kantor polisi!!" Jawab Dimas lalu melihat Lion


Lion pun gusar dengan sikap dingin Dimas padanya, yang tak melakukan perlawanan saat dia terus memojokkan Dimas


" Apa yang sedang di rencana kan oleh Dimas??, jangan sampai polisi itu percaya pada dirinya!!" gumam Lion


Laras dan Dimas pun digiring polisi ke dalam mobil, wajah Dimas tampak tenang tak ada rasa takut sedikitpun


tapi lain dengan Lion, yang mempunyai 1000 pertanyaan di otak nya saat ini


" Daddy, apa kita akan di penjara?"


" Jika kita tidak bersalah, kita akan di bebaskan!!" Kata Dimas tersenyum


Laras masih belum bisa mencerna apa yang akan terjadi selanjutnya, karena seusia dirinya belum seharusnya ada di dalam masalah serumit ini

__ADS_1


" Jangan takut" Dimas mengusap rambut Laras untuk menguatkan nya


__ADS_2