Cinta Untuk Laras

Cinta Untuk Laras
bahagia sesaat


__ADS_3

Lion mengetahui kedatangan Dimas ke rumah sakit untuk menemui Laras, dia langsung meradang tak terima dengan kelakuan Dimas yang dia rasa sok hebat, merasa lebih baik menjaga Laras dari siapapun,


Yang paling ia tak terima, ketika Damar meninggalkan Laras saat keduanya tertangkap basah di kamar, tepat nya di rumah nya sendiri.


" Masih berani kau bermain-main dengan ku Dimas, setelah aku pulang dari luar kota akan ku beri pelajaran yang pernah kau bayangkan" wajahnya berubah menjadi sangat marah, karena itu suruhannya sedikit demi sedikit melangkah mundur agar menjauh dari Lion.


Dimas dan Roy tiba di rumah sakit, mereka masuk ke kamar Laras agar segera mengetahui keadaan gadis itu,


Laras yang masih belum sadar mendengar langkah kaki seseorang, meski matanya yang masih sangat mengantuk, dia mencoba melihatnya,


namun rasa ngantuk nya mengalahkan nya untuk membuka matanya.


Roy masuk terlebih dahulu, dia menatap wajah gadis itu yang sudah cerah, berbeda saat dia di bawa ke rumah sakit, wajahnya sangat pucat.


" Laras, kakak disini!!" Roy mengelus tangan adiknya itu dengan lembut, Laras berusaha untuk membuka matanya,


perlahan-lahan matanya terbuka, dia melihat kakaknya ada disampingnya, dia mencoba tersenyum.


" Kak, kapan kita pulang dari sini??" Laras mendongak ke atas,


" Jika hari kau sudah pulih kita akan langsung pulang!!" Roy pun duduk si kursi dekat kasur itu,


" Kak, Laras udah sehat kok kita pulang aja sekarang!!",


" Nanti Laras, saat dokter mengatakan sudah boleh pulang, kakak akan langsung membawa mu pulang, jangan bicara sekarang pikirkan bagaimana caranya agar kau bisa sehat, mengerti!!".


Laras tersenyum melihat kakaknya peduli padanya,


" Oh ya Laras, seseorang ingin bertemu dengan mu!!",


" Siapa??" Laras menatap kakaknya itu penasaran,


" Pejamkan matamu sekarang!",


" Ah kakak, masa harus pakai acara pejam-pejam mata sih?",


" Ya udah kalo ga mau ketemu!!, kakak suruh pulang aja dia" Roy pura-pura melangkah ke pintu.


" Iya iya kak, Laras pejam mata nih!!"


Roy pun tersenyum melihat adiknya itu, lucu sekali wajahnya jika di goda sama kakaknya,


" baiklah akan hitung mundur, 3 2 1, buka matamu!!".


Laras membuka matanya, menatap wajah Roy kesal, dia tidak melihat siapa-siapa di sana selain kakaknya, tiba-tiba dari belakang punggung Roy, Dimas melangkah mendekati Laras.

__ADS_1


oh my God, Daddy


Laras langsung tersenyum bahagia melihat Dimas ada di dekatnya,


tapi,, kenapa kak Roy ga marah?? wajahnya langsung murung.


" Kakak sudah tau semuanya adikku, kakak mendengar semuanya tadi saat om Dimas datang menemui mu!!". Laras mengerjapkan matanya, dia kaget,


" Terus bagaimana dengan ayah??",


" Ayah ga tau, jika ayah tau kakak akan bicara pada ayah" Roy tersenyum pada nya,


" kakak keluar dulu, mau beli air mineral" kata Roy lalu pergi,


Laras menatap Dimas tanpa henti, air matanya keluar membasahi pipinya.


Dimas duduk di dekatnya, dia mengelus rambut gadis itu dengan lembut,


" Apa Daddy akan meninggalkan Laras lagi??" masih terus menatap Dimas dengan air matanya yang terus mengalir.


' daddy?? apakan om dimas yang telah menikahi Laras?? jika ia berarti om Dimas sudah sangat kurang ajar , aku harus memberinya pelajaran agar dia tidak lupa batasan sebagai manusia, berani-beraninya dia menikahi gadis dibawah umur '


" Bagaimana mungkin Daddy meninggalkan mu Laras, Daddy udah janji bukan???" Dimas terus mengelus rambutnya.


" Bawa Laras pulang dad, Laras ga mau tinggal di rumah ayah, nanti jika ayah tau Daddy datang kemari akan tambah banyak perselisihan".


Laras malu mengingat kejadian yang dia alami dengan Damar yang membuat nya semakin di marahi oleh ayah nya, apalagi Laras melakukan itu di rumah nya sendiri.


" Daddy pulang dulu yah Laras, besok Daddy datang lagi kesini, cepatlah sembuh" Dimas mencium kening Laras di depan mata Roy, ternyata sejak tadi Roy mengintip di luar pintu untuk mengetahui apa yang akan di lakukan Dimas, Roy jadi murka dan sangat emosi.


Bisa-bisa nya pria tua itu mencium adikku, ini sudah sangat diluar kendali aku akan memberinya pelajaran yang akan di bayangkan seumur hidupnya


" Jika Laras belum pulang, datang lah kesini untuk menemui ku Daddy!!" Dimas tersenyum lalu melangkah keluar.


saat baru saja di luar, Roy menarik baju Dimas yang membuat nya sangat terkejut,


" Apa-apaan ini roy?? bukankah kamu yang menyuruh om datang kesini??" Dimas melepaskan tangan Roy dari baju nya,


" Aku menyuruh om datang kesini bukan mencium adikku sembarangan!" Roy menarik kerah baju Dimas lalu mendorong nya ke tembok.


" Lepaskan aku Roy, aku bisa menjelaskan semuanya, kau salah paham!!" Dimas menghempaskan tangan Roy.


" Jelaskan sekarang!!",


Dimas merapikan bajunya yang sudah kusut karena ulah Roy.

__ADS_1


" Apa kau apa yang di inginkan oleh Laras?? apa kau pernah menyayangi nya?? apa ayah mu pernah menganggap nya ada??".


Pertanyaan Dimas membuat Roy berkeringat dingin, rasanya seperti di tusuk sembiluh seluruh tubuhnya, kenapa bisa orang asing mengatakan itu pada dirinya?? apakah yang di katakan Dimas itu benar??.


" Jika kau hanya mencurigai ku, lebih baik aku tidak menemui Laras mulai saat ini!!" Dimas pergi meninggalkan Roy.


Setelah Dimas duduk di dalam mobilnya, ia tersadar mengucapkan kata tak akan menemui Laras lagi


ia pun menyesalinya, memukul setir mobil dan menyandarkan kepalanya.


maafkan Daddy Laras, Daddy tak mungkin lagi menemui mulai sekarang, ini semua demi kebaikan mu sayang, maafkan Daddy


Ternyata Laras mendengar pertengkaran Roy dan Dimas dari balik pintunya, dia kecewa pada kakaknya itu, dia baru saja bahagia namun dengan cepat di hapus oleh kakaknya.


"Laras??" Roy masuk ke dalam untuk menemui Laras, dia melihat Laras sudah tak ada di atas kasur, matanya mencari sekeliling ruangan itu, ternyata Laras di belakang pintu.


" Apa yang kau lakukan Laras??, kenapa kau beranjak dari kasur mu??" Roy menggendong tubuh kecil itu dan meletakkan nya di atas kasur.


" Apa kau tau, yang kau lakukan itu tidak benar!!" Roy mengeraskan suaranya,


" Apa kakak tau, kakak telah mengubur kebahagiaan ku hari ini, seseorang yang paling mengerti dan menyayangi ku lebih dari ayah telah kakak curigai, Kakak usir, kakak seharusnya tidak membawa om Dimas ke sini jika untuk menyakiti nya" tangisan nya membuat Roy menyesali nya, tapi ada banyak pertanyaan dihatinya saat ini yang membuat nya merasa kacau.


" Laras, kakak mau bertanya, jangan ada kebohongan di jawaban mu itu, mengerti!!"


Laras mengangguk lalu memalingkan wajahnya,


" Kenapa kau memanggil Dimas dengan panggilan Daddy?? kenapa dia mencium mu tadi?? apa yang sebenarnya yang ga kakak tau!"


Laras memandang wajah kakaknya begitu dalam.


" Apakah kakak pernah melihat ayah menyayangi Laras setulus hati?? apakah ayah pernah memeluk Laras seperti putri yang manja?? apa ayah pernah peduli pada Laras?? apa kakak buta, selama ini kakak juga tau Laras tak pernah mendapat kasih sayang dari seorang ayah, tapi setelah om Dimas menyayangi Laras kenapa kakak marah?? seharusnya kakak sadar kenapa itu terjadi!!" tangisan nya pecah di depan kakaknya, dia terlihat sangat rapuh bahkan Roy tak pernah melihat nya menangis sehisteris ini, dia pun memikirkan yang dikatakan Laras padanya.


semua yang kau katakan itu benar adikku, ayah memang tak pernah memberi mu kasih sayang


maafkan kakak, kakak salah paham pada om Dimas


ternyata om Dimas lebih menyayangi bahkan daripada kakak


maafkan aku adikku


Roy pun memeluk adiknya itu erat-erat dan mencium kening nya


" Bisakah kesalahan kakak di maafkan adikku??


Laras semakin menangis di pelukan nya,

__ADS_1


" Laras selalu memaafkan kakak".


__ADS_2