
Setelah bangun di pagi hari, Dimas membuka gorden kamarnya lalu membuka jendela
dia menghirup udara segar dan merasakan kedamaian
Sementara Laras tak ingin beranjak dari kasur nya, dia tak ingin lagi sekolah karena ulah ayahnya sendiri
" Bagaimana kalau ayahku menyuruh orang-orang itu mencelakai ku?? ah, aku tak ingin kemana-mana" Gumamnya menghela nafas, banyak sekali pertanyaan di otak nya saat ini yang gak bisa dia temukan jawabannya
Dimas mengetuk pintu kamar Laras saat dia tak melihat Laras turun kebawah
tok...tok...tok...
" Laras???"
" Iya dad, tunggu"
Dimas pun turun untuk menunggu nya di bawah
tak lama setelah itu, Laras menemui nya yang tengah duduk melihat ke layar ponselnya
" Daddy!!!" sapa Laras tersenyum
" Loh, apa ga sekolah??" Tanya Dimas saat melihat gadis itu tetap memakai baju tidur
" Ga dad, Laras takut orang-orang itu akan berbuat lebih kejam lagi nanti!!" Dia duduk dengan wajah yang kusut
" Apa kamu ikut ke kantor aja??"
" Boleh, tunggu yah dad Laras mandi dulu" Mata Laras langsung berbinar, ada senyuman di bibirnya
Laras turun dari atas memakai kaos warna putih dan celana jeans biru yang sesuai ukuran kakinya, dia terlihat tinggi dan sangat langsing
sangat berbeda ketika dia memakai baju sekolah
" Ayok" Ajak Laras pada suami nya itu
Dimas hanya mengangguk lalu pergi ke parkiran
Lino, adalah ayahnya Laras
dia sudah mengumpulkan anak buah nya yang sempat menemukan nya dijalan
" Kalian semua kemari lah" Lino duduk di kursi dan kakinya dilipat di atas meja
" iya boss!!" Mereka patuh dan mendekati Lino
" Jika Laras sudah menikah, maka dia sudah pasti menikah dengan damar!!" Gumam lino menggoyang-goyangkan kakinya lalu dia menurunkan kakinya itu dan mengambil sebuah foto yang ada di meja
" Apakah laki-laki ini yang bersama Laras kemarin??" dia menunjukkan foto damar
mereka memperhatikan foto itu baik-baik
" Ga boss, bukan dia"
Lino pun tercengang mendengar perkataan suruhan nya yang hampir membawa Laras pulang
" Sudah ku katakan!, lihat baik-baik foto ini, jika kalian salah aku akan menghabisi kalian" Teriak nya
" I,iya bos, tidak mungkin aku salah lihat, orang yang bersama nona Laras bukan laki-laki itu, kalo tidak salah nona Laras memanggil nya Louise!!
" Apa?? Louise??" Tapi kenapa Dimas yang menolong nya??" Mata Lino hampir keluar melotot pada mereka
" Saat aku mau membawa Laras, tiba-tiba saja Dimas lewat di jalan itu, apa itu hanya kebetulan bos?"
__ADS_1
Lino mulai memikirkan perkataan suruhannya itu, tapi tetap saja pikiran nya kacau memikirkan Laras
Di kantor, Laras merasa sangat kesepian
dia melihat layar ponselnya setiap waktu, mungkin saja dia sedang menunggu pesan dari Louise
tapi sejak kejadian itu, Louise belum memberinya kabar
" Laras??" tegur Dimas saat melihatnya menyandar di sofa
" Daddy??, sejak kapan disini??" tanya Laras
" Baru aja, Daddy perhatikan kamu terus melihat ponsel! apa udah bosan dengan ponsel itu??" Dimas sengaja mengalihkan pikiran Laras
" Ga kok dad, ponselnya masih bagus!"
Hening
" Oh dad, makan siang yuk!! Laras lapar" Katanya sambil memegang perutnya
Dimas pun tersenyum melihat tingkahnya yang seperti anak kecil
" Ayok"
Mereka pun pergi ke PH, makanan kesukaan Laras
" Oh dad, Laras udah ga mau lagi sekolah!!" saat mengatakan itu, kepalanya langsung tertunduk kebawah sambil meneteskan air mata
" Kenapa??"
" Lama kelamaan nanti semua orang disekolah akan tau masalah yang Laras hadapi, Laras ga sanggup dad, apalagi orang yang berbuat jahat itu keluarga Laras sendiri"
Dimas hanya terdiam mendengar nya, dada nya terasa sesak ketika seorang perempuan mengatakan luka hatinya yang seharusnya di jaga bukan di siksa
Masih baru beberapa langkah, seseorang langsung memaksanya untuk masuk kedalam mobil Jeep
" Daddy, tolong...!!!!?" Laras teriak minta tolong
Dimas langsung mengikuti mobil itu
" Lepaskan aku!!" Laras meronta dan menendang kaki kedua pria yang di samping nya
" Jangan khawatir Laras, Daddy akan menjaga mu!!" gumam Dimas sambil memacu kencang mobilnya
" Bos, kami sudah mendapatkan Laras!!" Kata supir mobil Jeep itu
" siapa kalian??" Tanya Laras memukuli mereka dengan tangannya
" Kami disuruh bos Lion"
Laras langsung terdiam mendengar nama itu
lalu dia teriak dan menangis, seakan tak percaya ayahnya lah yang membuatnya menderita seperti ini
" Tolong lepaskan aku" Kata Laras memohon dengan kedua tangan nya
Supir itu merasa iba padanya, dia tak tega seorang gadis remaja sudah mendapat siksaan batin yang luar bisa oleh keluarga nya
dia pun meminggir kan mobil nya dan berhenti
" Ada apa ini?? kenapa berhenti??" Tanya pria yang duduk di samping Laras
" Perut ku sakit sekali, kalian berdua tolong belikan nasi di depan sana!!" Kata supir itu
__ADS_1
" Antar kan dulu Laras pada bos Lion baru kita makan!!"
" Kalo aku kelaparan mungkin kita akan sangat lambat tiba di rumah bos" Latanya
Dua pria itu pun turun dari mobil, supir itu melihat ke belakang, Laras takut akan diapakan sama dia
" Pergilah Laras, lari yang kencang mintalah pertolongan orang! aku gak tega melihat mu menderita!!"
" Ha?? paman serius??" Jawab Laras menangis, dia seakan tak percaya masih ada orang baik yang mau menolong nya
" Cepat pergi sebelum mereka datang!!"
Supir itu membuka ikatan tali di kaki Laras
" Makasih paman!!, semoga keberkahan selalu menghampiri mu!!
Laras langsung berlari sekencang-kencangnya, dia pun melihat mobil Dimas yang mengikuti dari belakang
" Daddy!!!!" katanya melambaikan tangan
Dimas pun dengan cepat menghampiri Laras
Laras langsung naik ke mobil itu, dia menangis sejadi-jadinya
teriak dan terus menangis untuk meluapkan amarahnya
Ternyata, supir itu tidak tulus menolong Laras
dia hanya memanfaatkan keadaan untuk bisa menangkap Dimas
Karena ketika Dimas mau pulang, beberapa mobil lainnya menghadang mereka di tengah jalan
" Daddy Laras takut!!" Laras memegang kuat tangan Dimas
" Jangan takut Laras, Daddy ada bersama mu!!"
Orang-orang itu lalu mendekati mobil Dimas, dengan wajah sangar dan pakaian seperti preman
" Rurun!!!" Bentak salah satu preman itu
Laras menggeleng kan kepalanya mengisyaratkan kata jangan
karena dimas akan membuka pintu mobil itu
Saat Dimas menoleh keluar melihat preman itu, Laras dengan sigap duduk dipangkuan Dimas dan menyetir mobil itu
Mobilnya melaju sangat kencang seperti angin yang berhembus yang menghilangkan jejak debu
Dimas sampai tak bisa bicara apa-apa, dia tak pernah naik mobil sekencang ini, Laras terus memacu mobilnya sampai bensinnya habis
" Daddy, bensinnya habis!!"
sementara nafas Dimas seperti belum kembali pada tubuh nya, nafasnya masih terengah-engah
" Dad, ayo cepat lari mereka ngejar kita!!" mereka pun berlari ke kantor AURI, mereka minta pertolongan untuk di antar kan pulang, kebetulan yang jaga disana sahabat Dimas waktu sekolah
Preman itu di pukuli oleh tentara itu
tapi seorang dari mereka melompat dari mobil ketika melihat ada tentara yang berdiri bersama Laras dan Dimas di tengah jalan
dialah yang memberi tahu kepada Lion kalo kelompok nya dipukuli ketika mengejar Laras
Lion sangat murka mendengar perkataan suruhannya itu
__ADS_1
" Kurang ajar, beraninya Dimas selalu ikut campur urusan ku!!" Dia mengepalkan tangannya, wajahnya seperti anjing gila yang sedang mengejar mangsa!!