Cinta Untuk Laras

Cinta Untuk Laras
salah paham 1


__ADS_3

" Laras apa kamu mengenal Damar??" Louise membalikkan tubuh Laras dan memegang pundak nya, ada begitu banyak pertanyaan di mata Louise saat ini.


" Kau mengenal Laras bro??" tanya Damar pada Louise, dia juga kebingungan kenapa ini terjadi pada mereka.


Louise menatap Damar sejenak, lalu ia menatap Laras.


" Jelaskan padaku Laras, apa yang terjadi!!" Louise memegang tangan Laras untuk membawa nya duduk di sofa,


kali ini Dimas sudah tak sanggup untuk menatap Damar dan Louise, di hatinya ada ketakutan,


takut jika kedua pria itu salah paham kepadanya.


" Lepaskan tangan Laras, aku tidak suka jika ada laki-laki lain yang memegang tangan nya selain aku!!" kata Damar menarik tangan Laras.


" Maksud nya apa ini??" Louise menatap Damar dengan kesal, meskipun mereka sudah saling kenal tapi sikap Damar sama sekali tidak sopan.


" Laras adalah kekasih ku, kami menjalin hubungan sudah lebih 1 tahun, aku melakukan kesalahan makanya saat ini Laras marah padaku!!".


" Lepaskan tanganku, aku tidak punya hubungan pada kalian semua!!" Laras teriak lalu berlari ke ruang tamu, ia mengambil tas nya lalu keluar dari rumah itu.


" tunggu " tangan Louise menahan tangan nya, Laras pun terdiam, ia kaget dan terdiam.


" Jelaskan padaku Laras, aku sangat percaya padamu! aku hanya akan mendengar apa kau katakan!!".


Air mata Laras semakin deras membasahi pipi nya, Dimas dan Damar berdiri di belakang Louise, sedari tadi Dimas hanya diam, dia pun tidak sanggup untuk bicara.


" Tak ada yang perlu di jelas kan Louise, lepaskan tanganku!!".


" Tidak Laras, aku percaya padamu!!" Louise membujuknya dengan lembut, mengelus rambutnya seperti anak kecil sehabis merengek.


" Aku membenci kalian semua, lepaskan aku!!"


Laras lagi-lagi teriak, dadanya terasa sangat sesak dan nafasnya tersengal-sengal.


" Laras dengarkan aku, aku sangat percaya padamu!!" bujukan Louise membuat nya semakin sedih, jika ia mengatakan telah menikah dengan Dimas, apakah Louise akan tetap percaya padanya??.


Laras menatap Dimas lalu memejamkan matanya, dia takut jika Damar akan salah paham padanya, belum lagi Marissa yang selama ini menyayangi nya dan percaya padanya.


" Bagaimana ini Tuhan, kenapa aku berada di posisi yang terjebak saat ini?? rasanya aku sangat malu pada diriku dan semua orang yang menyayangi ku, bagaimana jika Louise meninggalkan ku? bagaimana jika Damar salah paham pada Daddy?? bagaimana dengan Tante Marissa?? bagaimana jika Tante Murni menghinaku?? apa tanggapan ayah dan ibuku nanti??? ya Tuhan tolong aku!!"


Laras benar-benar merasa buntu.

__ADS_1


Dimas benar-benar dalam kekacauan, dia terjebak di dalam masalah percintaan putranya sendiri.


" Ya Tuhan kenapa harus sekarang?? ini bukan waktu yang tepat untuk menjelaskan semuanya, Damar pasti akan salah paham padaku, Louise akan berpikir yang tidak-tidak tentang Laras".


Dimas menghela nafasnya, dia masih memijat pelipisnya yang sama sekali tidak sakit


jantung nya berdetak tak karuan, ia bahkan tidak bisa bicara.


" Laras apapun yang terjadi dan apapun yang sudah kau alami, katakan padaku, kau tau?? aku sangat percaya padamu!!'.


Louise masih terus membujuk nya, menatap matanya dan memegang tangan nya.


Sementara Laras masih dengan air mata yang mengalir di pipinya, bibirnya bergerak tapi tak sanggup untuk jujur pada Louise.


Damar yang merasa cemburu langsung menarik kasar tangan Laras, dia menjauhkan Louise dari gadis itu.


" Tidak boleh ada benalu di dalam hubungan kita, kau hanya akan menjadi milikku Laras, aku tidak akan membiarkan siapapun menyentuh tangan mu apalagi sampai menatap matamu!!" Damar menatap tajam ke arah Louise, sedangkan Dimas semakin merasa kacau.


Louise tiba-tiba teringat saat pertemuan nya pertama kali dengan Damar, dengan tatapan tajam dan rahang mengeras dia mendorong Damar sampai terjatuh.


" Jadi yang kau maksud kekasih yang kau sakiti itu Laras, huhh?? laki-laki tidak tau diri!!".


" Ayo pulang, aku akan mengantar mu!!".


Laras menetes kan air matanya, dia terus menatap Dimas yang tak bicara sedikit pun.


" Berani nya kau mendorong ku brengsek, aku akan menghabisi mu!!" Damar mengepalkan tangannya dan bersiap untuk memukul Louise.


" Jangan kau pikir aku akan diam saja melihat mu berusaha menggoda Laras, aku memang melakukan kesalahan tapi aku tau Laras masih cinta padaku!! bentakan keras dari Damar membuat Laras merasa takut.


" Berhenti kalian berdua, Damar aku sudah tidak mencintai mu lagi, sejak dihari kau memutuskan pergi!!" mata Laras tak menatap Damar saat bicara, lalu ia melihat Louise dan menatap nya dalam.


" Tidak Louise, aku akan menceritakan semuanya, semua harus ku katakan meski nanti aku akan jadi bahan hinaan orang lain!!".


Damar dan Louise menjadi sangat bingung dengan teka-teki Laras, mereka saling mengerutkan kening.


Dimas menggeleng kan kepalanya, memberi kode pada Laras untuk tidak mengatakan apapun, Laras semakin sesak, air matanya terus membasahi pipinya.


" Aku sudah menikah".


Dimas langsung terduduk dan memegang keningnya, Damar seperti di sambar petir mendengar itu, matanya melotot dan jantung berdebar tak karuan.

__ADS_1


Sementara Louise, melepaskan tangannya dari pundak Laras, ia mundur beberapa langkah


jantung nya juga tak karuan, ia menatap Laras seakan itu hanya lah kebohongan supaya mereka menjauhi gadis itu.


hening


" Katakan jika itu adalah kebohongan Laras, kau berbohong!!" ucap Louise lalu memalingkan wajahnya.


" Aku terpaksa melakukan itu, tak ada pilihan lain jika aku masih ingin hidup!!".


" Apa maksud mu??" tanya Damar memegang lengan Laras.


" Lepaskan aku Damar, ini semua terjadi karena dirimu!!" Laras menatap nya tajam seakan tak sudi jika Damar menyentuh nya.


" Dengan siapa kau menikah Laras, siapa suami mu itu??" Louise memaksa nya untuk memberitahu nya, bagaimana tidak, Louise sudah menaruh harapan besar jika suatu hari nanti takdir nya bersama Laras.


Laras terdiam, dia tak lagi menatap Dimas yang sedari tadi sudah tak mampu untuk bicara.


dia menjadi dilema, antara putranya, kekasih putranya atau teman putranya.


" Berjanjilah Louise, jika aku mengatakan dengan siapa aku menikah, kau tidak akan salah paham, jika kau membenciku aku ikhlas, tapi semua itu terjadi karena penghianatan Damar, dia meninggal kan aku saat orangtuaku kecewa karena kebodohan ku!!.


" Katakan lah".


Laras masih belum bisa mengatakan nya, karena dia tau setelah ini akan terjadi masalah antara ayah dan anak, antara Damar dan Louise, bahkan dirinya dan Louise juga mungkin akan berpisah, atau bahkan Louise akan membencinya selamanya.


" Aku.. aku!!".


Laras tak sanggup bicara, ia mencoba pergi dari rumah itu, dia berlari ketika ketiga pria itu lengah saat memikirkan teka-teki kehidupan gadis itu.


Tapi saat akan melarikan diri, Louise langsung menangkap tangan nya dan langsung memeluk nya, tangisan pun semakin pecah,


meski Damar sangat emosi melihat itu, tapi dia mencoba menahan emosi,


setidaknya setelah ini Laras bicara jujur soal pernikahan itu.


" Aku ingin kau mengatakan nya dengan jujur, aku sangat percaya padamu, hhhmm!!" Louise tetap bicara dengan sangat lembut padanya.


" Aku tidak sanggup untuk mengatakan nya padamu Louise, aku telah membohongi mu di hari pertama kita bertemu, sekarang kau masih sebaik ini padaku, bahkan ketika aku terus menerus membohongi dan membuat mu terluka, aku tidak bisa mengatakan ini!!" batin Laras.


" Aku akan tetap ada bersama mu, meski kejujuran mu mungkin bisa melukai hatiku, aku akan tetap percaya padamu!!" ucap Louise lalu pelan-pelan melepaskan pelukannya.

__ADS_1


__ADS_2