Cinta Untuk Laras

Cinta Untuk Laras
ketakutan di hutan


__ADS_3

" jika kau sudah mengantuk pergilah tidur aku akan menunggu disini sampai besok pagi!!" kata Louise saat melihat Laras beberapa kali menguap


" aku tidak mengantuk!!


tidak lama kemudian, kepalanya terjatuh ke pundak Louise yang duduk di sampingnya


" ya Tuhan, kenapa kau berbohong Laras, aku sudah tau kau mengantuk!!"


Louise pun mengangkat tubuhnya ke tempat tidur kayu itu, meletakkan tubuhnya dengan pelan lalu ia kembali duduk di dekat api, dia merenung sendirian dan telinga mendengar suara langkah kaki dari kejauhan, hingga suatu itu mulai dekat dengan pondok itu, dia langsung mematikan api itu dan duduk di sebelah Laras yang tidur lelap


" ya Tuhan, tolong lindungi lah kami malam ini!!" batin Louise


dia sudah memasukkan ponselnya ke dalam tasnya dan meletakkan tas itu di dekatnya, jika sewaktu-waktu ada orang yang mendobrak pintu itu mereka bisa langsung kabur


suara langkah kaki itu semakin dekat, dan suara beberapa orang juga ia dengar di luar, dia mulai keringat dingin dan mencoba membangun kan Laras, namun ia takut jika Laras bersuara maka orang-orang itu akan menemukan mereka


suara orang-orang itu mulai hilang dari pendengaran nya dan dia merasa sedikit tenang, lama kelamaan dia jadi ngantuk dan tidur di samping Laras dan berselimut kan jaket nya, hingga pagi mereka tidur bersama di pondok itu, Laras yang terlebih dahulu bangun melihat Louise tidur di samping nya, dia berteriak kuat hingga Louise terbangun


" akkkkhhh"


dengan cepat Louise menutup mulut Laras agar suaranya tidak terdengar sampai keluar


" diamlah Laras, kemarin malam ada orang yang datang kesini untuk mencari kita, aku berusaha tidak membangunkan mu agar kita tidak dalam bahaya, apinya juga ku matikan supaya pondok ini terlihat gelap, bagaimana jika mereka menemukan kita?? pasti masalah akan bertambah rumit nanti!!"


" siapa yang mencari kita?? kemarin kau bilang kau akan mengatakan nya setelah pagi, ini sudah pagi, katakanlah!!"


" kemarin dirumah sakit, ayahnya Anggara membuat keributan dan memaksa masuk ke ruangan mu, namun om Dimas ternyata sudah memperingati security agar melarang siapapun yang tidak ada di daftar buku yang diberikan om Dimas tidak boleh masuk, makanya dari pada kamu dalam bahaya aku terpaksa membawa mu lari dari rumah sakit, om Dimas dan ayahmu juga tidak ada disana, kau tidak akan aman jika hanya seorang diri!!"


" apa aku membuat kesalahan??"


" kau tidak melakukan apapun, tapi Anggara lah yang melakukan kesalahan fatal sehingga om Dimas dan ayahmu tidak tinggal diam!!"


" apa yang dia lakukan??"


" aku tidak perlu mengatakan ini padamu Laras, ini pasti akan sangat menyakiti mu, lagian Anggara akan mendapatkan balasan atas apa yang dia lakukan!!, om Dimas dan ayahmu pasti sudah bertindak sehingga Xean tidak terima dan ingin masuk ke ruangan mu, pasti mereka akan melakukan sesuatu yang buruk!!"


" dari mana kau tau jika mereka melakukan itu?? apa kau mengenal mereka dengan baik??"


" aku hanya mengenal Anggara, dan kau juga sebenarnya mengenal nya saat pertandingan antar sekolah dulu, namun diam-diam dia ingin melakukan kejahatan pada mu, dia ingin memiliki mu seutuhnya dengan cara yang licik, sehingga apapun dia lakukan, tapi rencananya gagal dan sekarang dia jadi buronan ayahmu!!"


" sedekat apa kau dengan keluarga ku??"

__ADS_1


Laras menanyakan sejelas mungkin karena saat ini dia lupa ingatan dan tidak mengingat dirinya, sehingga ia harus sabar menjelaskan semua yang terjadi sebelum Laras lupa ingatan


" aku tidak dekat dengan keluarga mu, aku hanya dekat dengan om Dimas karena dulu aku sering mengantar jemput mu dirumah nya, kita sering ke sekolah bareng, mungkin kau tidak ingat saat ini, tapi suatu hari kau akan mengingat nya lagi!!"


" maafkan aku, aku tidak mengingat apapun!!"


Laras jadi terdiam dsn fokus menatap ke depan, sementara Louise masih menatap wajah nya yang terlihat bingung


" jangan khawatir Laras, siapapun yang berniat jahat padamu akan di balas oleh ayah mu, keluarga mu sangat sayang padamu!!"


Laras masih terdiam dan tidak menjawab apapun yang dikatakan oleh Louise


" ayok pulang, aku tidak mau lebih lama lagi disini!!" kata Laras lalu berdiri, tiba-tiba dia terjatuh dan dengan cepat ditangkap oleh Louise


mereka pun saling menatap satu sama lain, tatapan dalam yang terjadi di antara mereka


" hemm" Laras berdehem saat dia menyadari Louise memeluk punggung nya


" ma.. maafkan aku Laras, aku hanya..!!"


" iya.. kau hanya menolong ku!!" Laras berdiri lalu berjalan ke pintu, tiba-tiba dia berbalik menatap Louise yang masih berdiri jauh di depannya


Louise langsung mengeluarkan botol air minum yang ada di dalam tas nya lalu memberikan nya pada Laras


" ini, ambillah!" isi botol itu hanya sedikit lagi, Laras meminum nya dan menyisakan nya sedikit


" minumlah, kau juga pasti haus!!" kata Laras


Louise menerima botol itu dan minum sampai habis, dia tidak membuang botol itu tapi dia memasukkan nya ke dalam tasnya


" kenapa tidak dibuang??" tanya Laras mengerutkan keningnya


" botol ini pasti akan berguna nanti!!"


Louise berjalan ke arah pintu dan mengintip situasi di luar, dia melihat ke depan tidak ada orang, pelan-pelan dia membuka pintu itu dan keluar, dia melihat sekeliling apakah ada orang yang mengintai atau tidak


" ayok cepat keluar, sebelum ada orang kesini!!" ucap Louise pelan


Laras pun berjalan pelan, Louise langsung memegang tangan Laras dan membuat gadis itu terdiam, sepanjang jalan mata Louise dengan liar melihat kesana-kemari apakah ada orang yang mengikuti atau tidak, saking takut nya dia lupa untuk menghubungi Dimas ataupun Lion


" kita kemana?? aku yakin ini bukan dari jalan kemarin kita lewat!!" kata Laras mengikuti Louise

__ADS_1


" kita harus tiba dijalan raya lebih cepat, jika tidak aku takut terjadi apa-apa disini!!"


mereka terus berjalan mengikuti jalan kecil penuh semak duri


" aku lelah, haus!!" kata Laras sambil mengusap lehernya


" ayok ikuti aku!!" Louise menarik tangan Laras pelan agar mengikuti dirinya kemanapun


" kenapa kau terus menarik tangan ku??"


" kita tidak boleh menjauh di tengah hutan ini, juga harus selalu bersama sampai kita menemukan jalan untuk pulang!!"


Laras terdiam mendengar kata-kata Louise, dia pun mengikuti Louise


ternyata Louise mengisi botol kosong di dalam tas itu dengan air mengalir, di tampung nya air itu dengan botol minuman yang disimpan nya, air itu sangat jernih, dingin dan sangat segar


Louise membasuh wajahnya dengan air itu, dan Laras juga membasuh wajah nya


" minumlah air ini supaya rasa haus mu hilang!!" Louise memberikan botol itu pada Laras


" ihh, itu kan air mentah, air itu tidak higienis!!" Laras seperti nya jijik melihat isi botol itu


" air ini bersih, kau juga melihatnya tadi!" Louise meminum air itu, dengan terpaksa Laras juga minim air itu karena tidak ada lagi yang bisa di minum


tiba-tiba terdengar suara pijakan daun kering yang tidak jauh dari mereka


Louise langsung menarik tangan Laras dan sembunyi di balik semak-semak, mereka saling menutup mulut supaya tidak teriak saat seseorang datang


" jangan takut!!" Louise menggenggamnya erat tangan Laras


sementara suara langkah kaki semakin jelas terdengar di telinga mereka


" aku takut!!" kata Laras, dia terlihat pucat dan berkeringat dingin


" kita akan baik-baik saja" Louise memeluk Laras dari samping sambil menenangkan nya, meskipun dirinya juga sangat takut saat ini


kreeekk


suara daun kering yang di pijak terdengar saat dekat dengan mereka


Louise dan Laras saling menatap dan masih sama-sama menutup mulut

__ADS_1


__ADS_2