
Saat mereka sudah tiba di tempat tujuan, Laras begitu tercengang akan keindahan desa itu
sesaat penderitaan yang dialami nya hilang dari hatinya
" Dad, ini luar biasa!!" Kata Laras merentangkan tangannya lalu berputar sambil menghirup udara segar
" Kamu suka???"
" Sangat suka"
Dimas membawa Laras untuk sarapan pagi, disana semua tersedia makanan khas tradisional
jika kamu ingin mencari makanan fast food, you won't found it there
" Dad, Laras mau tinggal disini aja, Laras ga mau pulang dad!!"
Dimas menatap wajah Laras penuh iba, dia sangat prihatin pada sikap orang tua Laras
" Nikmati lah hari ini Laras!! Sebelum kita pergi !!"
Laras tersenyum bahagia
Anjas Nevi Lion, masih terus memikirkan bagaimana cara untuk mendapatkan yang telah ia rencanakan selama bertahun-tahun lalu
ia terus bernafsu mendapatkan segalanya
" Roy, bagaimana pun caranya kita harus menghancurkan Dimas, dia sudah berani menikahkan anaknya damar dengan Laras" Kata ayah nya mengepalkan tangannya, rahangnya mengeras menahan emosi
mereka sudah salah paham pada damar
Saat Lion terus menyusun rencana nya, Dimas dan Laras menikmati liburan yang menyenangkan
Banyak hal yang mereka lalui dengan canda tawa hari ini, Laras pun tak ingat dengan damar apa lagi Louise
yang ada hanya dia dan Dimas
" Dad, ini apa???" Tunjuk Laras merasa geli melihatnya, bulu kuduk nya naik dan jari-jari kaki nya di bungkuk kan
" Hahaha, itu keong sawah yang suka makan batang padi" Jawab Dimas
mereka kini tengah asik berkeliling di sawah, tapi sungguh disini pemandangan nya luar biasa
Rasa betah dan nyaman sudah masuk ke dalam hatinya
" Seandainya waktu berhenti untuk hari ini saja, banyak hal yang ingin ku lalai tanpa merasakan ketakutan, ternyata kehidupan tak selalu pahit ku rasakan, Daddy benar-benar orang yang sangat baik, menampung ku lalu menjaga ku setulus hatinya" Ucap Laras di batinnya
__ADS_1
" Oh ya dad, itu ikan nya lucu deh, bisa ga di tangkap yang merah itu???" Tanya Laras
tampak jelas di wajahnya yang sumringah, tak ada beban yang ia rasakan sekarang
" Itu ikan hias yang biasa di jual di pasaran, kalo kamu mau nanti Daddy tangkap" Jawab Dimas
Dimas pun menggulung celana panjang nya setinggi lutut, kakinya terlihat begitu mulus dan bersih, siapapun yang melihatnya akan terpana dengan ketampanan Dimas Wijaya
Ketika ikannya sudah di atas tangan Dimas, tiba-tiba ikan nya lompat, itulah yang membuat Laras tertawa sampai memegangi perutnya karena keram menahan sakit, tanpa merasa jijik dia turun ke dalam air untuk membantu Dimas menangkap ikan itu, dengan iseng nya Laras menyiram kan air pada Dimas dengan tangan nya, mereka pun saling menyiram dan saling menghindar saat terkena air, seperti anak kecil saja, Dimas melihat hanya ada tawa bahagia di wajah gadis kecil itu
" Udah yah main air nya nanti kamu masuk angin" Kata Dimas lalu mencoba keluar dari dalam air
" Nanti dad, Laras suka disini!!" Jawab nya sedikit merengek
" Nanti masuk loh, disini pedesaan rumah sakit jauh" Kata Dimas meyakinkan Laras
Laras pun mengangguk, lalu dia mengikuti Dimas keluar dari air
" Dad, Laras ga bisa naik, kaki Laras licin nih!!" Katanya mencoba naik ke atas
Dimas menjulurkan tangannya untuk menolong Laras, lagi-lagi dengan keisengan nya dia malah menarik tangan Dimas hingga jatuh ke dalam air menimpanya seluruh tubuh mereka basah kuyup
Tanpa sengaja mata mereka bertemu, Dimas merasakan kehangatan di dalam air, nafasnya pun sudah mulai terdengar
dia memandang wajah istri kecil nya yang masih remaja
Laras hanya tertawa melihat Dimas seperti itu
" Asalkan kamu bahagia Laras, lakukanlah" Gumam Dimas menatap nya
Mereka tiba di penginapan, Laras mandi lalu ganti baju agar tak masuk angin
sementara Dimas, entah kenapa dia teringat kejadian di sawah tadi saat menangkap ikan, wajah Laras terlintas di pikiran nya saat dia memejamkan matanya
" Kenapa ini??? kenapa bukan Marissa yang terlintas di pikiran ku??" Gumamnya risau, dia merasa tak pantas memikirkan Laras, karena Laras adalah kekasih putranya
Setelah mereka selesai mandi, mereka berdua duduk di teras homestay menatap indah nya langit malam itu, udara nya berbeda dari kota tempat tinggal mereka
di sini sangat dingin dan sejuk, bahkan masih jam 7 malam Laras sudah memakai jaket supaya tidak kedinginan
" Dad, Laras lapar!!" Kata nya sambil memegang perut nya, Dimas rupanya juga mendengar suara keroncong dari dalam perut Laras
" Hmmm, Daddy juga lapar " Jawab Dimas
mereka pun makan malam bersama
__ADS_1
Damar duduk di balkon nya sambil terus mencoba menelepon Nomo ponsel Laras, tapi tak pernah masuk
tentu saja ga bisa di hubungi, Dimas sudah mengganti nomor baru nya
" Semarah itu kah kau padaku, Laras?? apa tak ada lagi maaf untuk ku??? sampai-sampai melihat ku saja kau tak mau!!!" Damar terus menyesali nya
Dia ingin cerita pada papanya, tapi dia takut mengganggu pekerjaan papa nya hanya karena dirinya
" Apa yang haru ku lakukan???" Dia mencoba menghubungi Lian untuk pergi ke club, setidaknya untuk bersenang-senang menghilangkan kegalauan di hatinya
" Bro bisa ga kita ketemu di X club'??" Tanya damar
" Ok bro, otw" Jawab Lian
Penampilan damar pun kini berubah drastis, dia seperti orang yang kehilangan ibu, tak ada yang mengurus nya
rambut berantakan, baju dan celana sudah tak lagi rapi
sementara Laras bersenang senang dengan Dimas
Laras dan Dimas masih duduk di teras itu, kini Laras merasa bosan dan jenuh
dia ingin jalan-jalan keliling kampung, gak puas di siang hari dia menikmati desa itu
malam pun dia ingin jalan-jalan
" Dad, jalan-jalan yuk, sebentar aja keliling abis itu nanti pulang!!" Kata Laras dengan wajah yang sedih
Dimas pun tak untuk menolak nya, mereka naik mobil lalu keliling kampung
Lian kaget melihat penampilan damar saat ini, mereka tak percaya damar Wijaya bisa seberantakan ini
" Bro, apa yang terjadi padamu?? kenapa kau seperti ini?? " Tanya Lian menatap nya tak percaya
" Udahlah, jangan di tanya soal itu, aku ingin minim untuk menenangkan pikiran" Katanya menggaruk kepalanya yang tak gatal
Lian merasa kasihan padanya
" Apakah karena Laras?? tapi itu kan kesalahan mu sendiri damar, Laras sangat percaya pada mu, tapi kau malah menyianyiakan diri nya" Gumam Lian
Damar duduk ditemani sebotol alkohol di depan nya, berkali-kali dia menuangkan isi botol itu ke dalam gelas, karena kegalauan yang dia rasakan dia berkali-kali mengabaikan gadis-gadis penghibur di club' itu
" Pergilah kalian, aku tak ingin di ganggu saat ini" Kata damar dingin
Lian pun tak banyak bicara saat melihat damar sekacau itu
__ADS_1
" Kasihan, tapi aku tak bisa membantu mu saat ini kawan, aku pun tak tau harus membantu apa!!?" gumam Lian iba