Cinta Untuk Laras

Cinta Untuk Laras
nasehat dimas


__ADS_3

Sampai di rumah, Laras diam-diam masuk setelah memarkirkan mobil itu di garasi


saat baru saja melangkah Dimas langsung memanggil namanya


" Laras???" Suara itu sangat lembut


Laras langsung tersentak ketika mendengar Dimas bicara


" Daddy???" Dia membalikkan tubuh nya dan melihat Dimas yang merasa cemas


wajah Laras kusam dan matanya sembab, Dimas memperhatikan Laras seperti orang yang sudah pasrah akan kematian


" Laras???" Sekali lagi Dimas memanggil nya


Laras langsung lari dan memeluk tubuh kekar itu, dia teriak dan menangis sekencang-kencangnya di pelukan Dimas


" Daddy, kenapa kehidupan ku segelap ini??? kenapa tak ada setitik sinar di hidupku!!" Dia terus menangis hingga tak sanggup untuk berdiri, lalu dia terjatuh


" Laras, kamu itu sangat berguna dan sangat terang seperti cahaya yang tak pernah padam" Kata Dimas lalu menggendong tubuhnya ke sofa


" Seandainya Tuhan menyuruh malaikat nya memanggil Laras hari ini, Laras ikhlas" Katanya terus menangis


" Aku sungguh tak berguna dad, semua orang meninggalkan ku"


" Daddy masih disini menjaga mu Laras, kenapa kamu terus menangis??" Rahang Dimas mengerat menahan amarah saat Laras mengatakan semua beban nya


" Daddy akan terus menjaga mu!!" Gumam Dimas


" Tidurlah Laras, besok kita akan ke kantor!!" Kata Dimas membujuk nya


" Laras berhenti sekolah dad!!" Katanya pelan


" Daddy akan mengurus kepindahan mu ke kota yang lain, disana kamu akan tinggal bersama Marissa!!" Kata Dimas


Tapi itu semua tak mempengaruhi Laras saat ini, dia masih terus memikirkan ucapan kakak dan ayah nya tentang rahasia itu


" Oh dad, tadi aku ke rumah penderitaan" Rumah penderitaan adalah rumah sendiri


" Aku mendengar ayah dan kak Roy mengatakan tentang rahasia, ayah bilang ada waktunya untuk memberitahu semua itu, tapi tidak sekarang!!"


Dimas pun penasaran dengan rahasia itu


" Rahasia apa yang di maksud oleh Lion??? apakah ada hubungan nya dengan Laras???" Gumamnya


" Laras tidurlah, jangan ulangi lagi pergi tanpa izin dari Daddy, mengerti??!!" Kata Dimas dengan tegas


Dimas mengatakan itu untuk keselamatan Laras


Louise sangat marah pada dirinya yang tak bisa berbuat apapun saat ini, jika dia menikahi Laras diam-diam, sekolah nya akan putus di tengah jalan


Jika dia tetap mengikuti permintaan orang tuanya maka dia tidak bisa bersama dengan Laras


" Tuhan, tunjukkan aku jalan!! aku tak ingin di jodohkan dengan siapapun, biarlah aku bersama dengan Laras nanti!!" Gumamnya saat dia tiba dirumah


Sementara di tempat lain, damar masih belum mengetahui keberadaan Laras, hubungan nya dengan ayahnya tidak pernah bermasalah

__ADS_1


tapi memang dia jarang ke rumah Dimas


" Laras, kamu sangat jauh berubah, aku seperti tidak mengenal mu sekarang!!" Gumam damar,


rasa cinta damar pada Laras selama ini sangat tulus, tapi karena dia melarikan diri sehingga Laras seorang diri yang menanggung amukan ayahnya


" Seandainya kamu tau Laras, aku rasanya ingin mati jika mengingat kebodohan ku itu!!"


Louise keluar lagi ke cafe sendirian, kali ini dia memesan minuman yang bisa membuat nya tenang


damar pun rupanya datang ke cafe itu sendiri


damar duduk di meja Louise tanpa sengaja


" Maafkan aku, aku salah meja" Ucap damar lalu memegang botolnya pergi


" Ga papa mas, duduk disini aja" Kata Louise


Damar duduk di situ, dia merenung mengingat Laras yang entah dimana sekarang


sementara Louise memikirkan perjodohan yang tak dia sukai itu


" Mas, apa ada masalah??? wajah mu sangat murung!!!" Kata Louise pada damar


" Iya, panggil aku damar" Sambil mengulurkan tangannya pada Louise


mereka pun berkenalan


" Aku kehilangan pacar ku karena kesalahan ku, aku ini memang kurang ajar!!" Kata damar menunduk


" Jangan menyerah bung, demi cinta pertahanan dia" Ucap damar


mereka pun berbincang lama, hingga mereka pulang ke rumah masing-masing


Sampai di rumah, damar tak langsung tidur


" Apa aku bilang aja sama papa tentang Laras??? apa papa akan marah padaku?? akhh, rasanya sangat sulit, tapi bagaimana pun juga aku memerlukan bantuan papa! Gumam damar


Louise melihat kamar ayah dam ibunya sudah ditutup, dia sungkan untuk membangun mereka malam-malam begini untuk memutuskan perjodohan yang mereka buat


tapi jika damar dan Louise berhasil dengan urusan mereka masing-masing, tetap saja tak bisa membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi Laras


Dimas naik ke atas untuk tidur di samping kamar Laras, kamar itu sebenarnya untuk tamu yang jika mampir atau menginap disana


dia khawatir jika Laras pergi diam-diam ke rumah nya, Dimas tau Laras akan mendapatkan masalah lagi, atau bisa-bisa Laras akan di kurung di rumah itu


Dimas memikirkan cara untuk membawa Laras pergi sementara dari kota ini


" Liburan???? atau ke luar negeri??" Gumam Dimas


tapi itu tidak akan mengurangi masalah


lalu dia berpikir lagi, " Bagaimana kalau aku membawa Laras ke perkampungan dan tinggal disana?? percuma!! jaman ini sudah modern"


Dimas juga tak mudah mengambil keputusan, karena keputusan yang buru-buru bisa membuat masalah baginya

__ADS_1


" Aku harus membawa Laras liburan besok, agar dia merasa sedikit tenang!!"


Dimas pun tidur nyenyak, begitu juga dengan Laras


Saat terbangun di pagi hari, Laras menemukan Dimas duduk di meja makan, makanan pun tak ada atau pun segelas susu


" Daddy???.... Daddy????"


dia memanggil Dimas dan mencari nya di rumah besar itu


" Laras, ada apa???" tanya Dimas dari atas


" Hah?? ngapain Daddy di atas??" Laras lari ke atas menemuinya


" Pagi ini kita liburan selama beberapa hari, cepat bersiap-siap lah"


" Hore, liburan" Kata Laras dengan mata yang berbinar, dia pun segera bersiap-siap lalu turun, dibawah Dimas sudah menunggu nya


Baru 10 menit mereka keluar dari rumah, Damar baru tiba disana


Damar melihat sekeliling rumah itu, tak ada siapapun disana


" Mungkin papa di kantor'' Gumamnya lalu pergi ke kantor Dimas Wijaya


Tiba disana, ADM showroom milik Dimas menyapa ramah putra semata wayang bos nya itu dengan ramah


" Ada apa pak damar??


" Papa ada di kantor??"


" Pak Dimas sampai 3 hari ke depan tidak masuk, ada acara yang tak bisa dia tinggalkan" Kata ADM itu


damar pun tersenyum ramah pada ADM itu lalu pergi ke mobil nya


" Urusan apa maksud nya?? papa kemana??" Gumamnya dalam mobil


lalu dia menghubungi nomor Dimas, tapi karena silent jadi Dimas tidak merespon


" Kita akan kemana dad??" Tanya Laras kegirangan


" Kepedesan" Jawab Dimas tersenyum


seketika wajah Laras murung, ngapain ke desa??


Dimas memperhatikan wajah murung itu, lalu tersenyum


" Kita akan ke sana hari ini, jika kamu tak suka kita akan pergi ke tempat lain" Kata Dimas mengelus puncak kepala Laras


Laras hanya mengangguk dan di sepanjang jalan dia melihat pemandangan indah


udara yang segar, bukit hijau dan semua sangat indah bagi nya


" Dad, udaranya sangat segar!!" Lihat itu di sana ada air terjun yang indah sekali"


Dimas tersenyum mendengar ocehan dari gadis malang itu

__ADS_1


" Bahagia lah selalu untuk dirimu, Laras !!" Ucap Dimas


__ADS_2