Cinta Untuk Laras

Cinta Untuk Laras
luka rahasia


__ADS_3

Setelah kepulangan Lion dari luar kota, dia ingin langsung menemui Dimas, tapi ia tunda sebelum mendapatkan alasan yang tepat untuk menghancurkan pria itu lagi.


" bagaimana mungkin Dimas masih berani menemui Laras??? siapa yang melakukan konspirasi ini??"


Lion masih dengan wajah ganasnya terus berpikir, hingga akhirnya Roy menemui nya untuk membicarakan hal penting dengan nya.


tok..tok..tok...


Suara ketukan pintu dari luar membuat nya terusik, sedari tadi dia memikirkan cara untuk memberi Dimas pelajaran pun hilang dari otaknya.


" Masuk" Lion masih duduk di kursinya sambil mengangkang kaki,


" Ayah aku ingin bicara sesuatu yang sangat penting!!".


Lion menatap wajah Roy dalam-dalam, tak biasanya putra nya itu menemui nya dengan wajah yang kacau.


" Ada apa??" Lion terus memandang nya lalu menurunkan kakinya dari atas meja, sementara Roy masih bingung untuk memulai pembicaraan dengan ayahnya, karena dia merasa serba salah jika dirinya membela Laras.


" Ayah, bagaimana jika ayah menyayangi Laras mulai hari ini, setidaknya biarkan dia memeluk ayah, biarkan dia bahagia!!".


Lion menatap nya dengan mata yang tajam, lalu menghembuskan nafasnya kasar.


Roy sudah takut jika jika ayahnya akan marah, selama ini memang ayahnya tak pernah menyayangi nya sedikit pun.


" Roy jangan pernah ajari ayah cara menyayangi!!" Lion bicara dingin padanya, membuat nya merasa ayahnya benar-benar sudah marah.


" Ayah harus tau satu hal, Laras hanya ingin di sayangi seperti seorang ayah menyayangi anaknya, Laras tidak menuntut apapun ayah, aku baru tau ternyata selama ini om Dimas sangat menyayangi dan peduli pada Laras, selama ini yang menjaga Laras adalah om Dimas, om Dimas juga diam-diam datang ke rumah sakit untuk membuat Laras tersenyum, lalu kenapa ayah tidak bisa melakukan itu??".


plakkkk


satu tamparan mendarat di pipi kiri Roy, tangan yang sudah gemetar itu memukul meja tepat di depan Roy.


" Apa kau pikir Dimas Wijaya itu benar-benar orang baik Roy?? apa kau pikir dia orang yang baik?? huhh!!!" suara Lion bahkan seperti tamparan untuk dirinya.


" Apa maksud ayah??",


" 15 tahun lalu",


" 15 tahun lalu????" tanya Roy bingung,


" Pergilah, ayah ingin sendiri".

__ADS_1


Lion duduk di sofa sambil memijit pelipisnya, dia teringat kembali kisah kelam 15 tahun lalu, Roy telah menggali luka yang ia sembunyikan belasan tahun lalu, Lion semakin berambisi membuat keluarga Dimas Wijaya menderita.


Dimas pergi ke cafe untuk menenangkan pikiran nya, Roy telah menipu nya hari ini, meski begitu dia tidak peduli siapapun yang akan menipu atau bahkan menghabisi nya asalkan Laras tidak terluka.


Saat dia menyesap kopi yang sudah di atas meja, dia melihat seorang wanita yang samar-samar dia kenal, dia ingin terus mengingat tapi masih belum juga nyangkut di otaknya.


" sepertinya aku tau siapa dia" Dimas mencoba mendekati nya, tapi wanita itu juga beranjak saat Dimas beranjak dari duduknya


mata Dimas mencari ke sana kemari, dia tidak bisa menemukan wanita itu.


" Rasanya aku mengenal nya, tapi siapa???"


Dimas kembali ke meja nya, dia memikirkan wanita itu terus menerus.


" ah, lupakan!!",


Dimas pun pergi dari cafe itu, dia langsung ke rumah Murni untuk bicara dengan Damar.


Setelah tiba di rumah Murni, Dimas memarkirkan mobilnya di garasi lalu dia masuk, Murni pun dengan senang menyambut mantan suaminya itu.


" Masuk mas,!!" Murni membawa Dimas ke ruang keluarga, Murni tidak pernah membawa Dimas ke ruang tamu, sebab Murni masih berhubungan baik dengan Dimas seperti keluarga


Murni mengerutkan keningnya, dia penasaran apa yang akan dikatakan Dimas pada Damar.


" Damar di kamar nya mas",


" Ya sudah, aku akan menemui nya",


" apa kopinya ku antar ke kamar Damar??",


" Tidak usah, aku hanya sebentar!!".


Dimas melangkah ke kamar Damar, dia melihat putranya itu bermain game, Dimas menggeleng kan kepalanya,


anak sebesar damar masih belum memikirkan apa dampak perbuatan nya pada Laras.


" Damar!?" sapa Dimas pada putranya yang sedang duduk main PS, Damar menoleh ke arah pintu, dia tersenyum lebar melihat seorang yang ia banggakan berdiri di depannya.


"Papa!!" dia pun memeluk Dimas


" Papa kesini kok ga ngabarin??" Damar membawa ayahnya duduk di atas kasurnya

__ADS_1


" Papa kesini cuma sebentar aja, papa singgah, sebentar tadi papa ke rumah sakit!!".


" Siapa yang sakit??" mata damar membulat seperti bola.


" Laras!" setelah mendengar nama Laras Damar jadi berkeringat dingin.


" La.. Laras???" Damar terbata-bata bicara mengenai laras.


" Iya Damar, Laras di rumah sakit!!",


" Sakit apa??" Damar pura-pura tidak tau


" Gara-gara kamu Damar, sejak kamu lari dari rumah Laras, sejak itu dia merasa sakit, kecewa, orang yang dia harapkan ternyata lari dari kenyataan! apa kau tau?? Laras kabur dari rumahnya!! Lion tidak bersalah jika marah terhadap Laras, karena Laras melakukan kesalahan tapi yang kau lakukan lebih parah, bisa-bisa nya kau melarikan diri, papa kecewa sama kamu!!".


Damar tertunduk tak berani menatap wajah Dimas, selama ini Dimas tak pernah bicara seperti itu, berarti saat ini Dimas telah sangat kecewa pada nya.


" Maafkan Damar pah, Damar melakukan hal yang salah, karena itu Laras menjauh dari ku, saat aku menemui Laras ke sekolah nya, dia lari ketika melihat ku, Dimata nya hanya ada kebencian padaku, aku bahkan belum sempat minta maaf padanya".


" Jika kau ingin minta maaf dengan tulus, maka temui dia di rumah sakit, lakukan itu sampai Laras memaafkan mu!!".


" Iya pa!!".


Lion datang ke rumah sakit dengan istri nya, setelah apa yang dikatakan oleh Roy, dia menjadi dingin bahkan istrinya merasakan perubahan pada Lion.


Ketika sudah berada di depan ruangan Laras, Lion menyuruh istrinya untuk masuk sedangkan dia menunggu di luar.


"Laras!!",


" Iya Bu!" Laras menoleh ke pintu, dia tersenyum melihat ibunya,


" Kamu udah sehat sayang?? kalo udah lebih baik nanti sore kita pulang ke rumah",


" Ayah mana Bu??" tanya Laras melihat ke luar,


" Nanti ayah menyusul" ucap ibunya tersenyum sambil melirik ke luar,


" Bu, kenapa ayah tidak pernah menyayangi Laras?? air matanya pun tak terbendung dari pelupuk nya.


" Siapa bilang ayah tidak sayang?? Laras sama kak Roy sama-sama di sayang, hanya saja ayah lebih sayang sama kamu, makanya ayah berlebihan" ibunya mencoba menghibur Laras meski pun dia tau kenyataan nya, saat Laras dan ibunya sibuk ngobrol di dalam, ternyata Lion mendengar kan apapun yang mereka ucapkan, hatinya teriris pisau yang menusuk melewati jantungnya, perih, sakit, dan terlalu sakit,


tapi jika ia mengingat kembali kejadian 15 tahun lalu, hatinya seperti di siram minyak sehingga berapi-api untuk membalas dendam, dendam yang ia rahasiakan di keluarga nya bahkan pada istrinya yang menemani nya selama 25 tahun.

__ADS_1


__ADS_2