CintaKu Terjerat Oleh Lelaki Kejam

CintaKu Terjerat Oleh Lelaki Kejam
kecewanya Alena


__ADS_3

"bukankah photo sany ada di dalam laptop ini ? sebaiknya aku cepat menghapusnya.. (batin alena ) yang sudah merasa sangat was-was sembari matanya sudah celingak-celinguk melihat setiap penjuru kamar yang tidak ada siapa-siapa di kamarnya , dengan leluasanya alena pun dengan cepat membuka leptop itu dengan wajah cemasnya yang saat ini sedang berusaha membuka isi leptop itu yang sudah menggunakan kata sandi rahasia yang membuat Alena pun berpikir keras memasukan sandi yang penyakut nama Laki-laki itu beberapa kali tapi sia-sia dan gagal yang membuat dirinya pun sedikit kesal dan marah


"aih.. aku terlalu berpikir cetek, meskipun bisa menghapus photo di dalam leptop ini, tidak menjamin mereka masih memiliki candangan .. (batin alena ) dengan wajah kecewanya dengan segera menutup leptop itu dan beranjak bangun dari duduknya


beberapa menit kemudian..


alena pun yang sudah selesai dan cantik yang sedang berjalan menuruni anak tangga dengan hati-hati sembari melihat sosok Laki-laki itu yang sedang duduk bersantai membaca koran hariannya


" jika dia menghapus photo adikku, apa hutang kita lunas.. (batin alena ) dengan hati keraguannya berjalan perlahan menghampiri Laki-laki itu yang sudah duduk berhadapan yang membuat pasha pun memperhatiakan wajah cantik alena yang begitu memukau dan alami di matanya yang tiba-tiba


"tak di sangka wanita itu cantik juga, semalam aku sampai kehilangan Kendaliku sepertinya aku sudah mengagetkannya lagi .. (batin pasha) yang sudah melihat wanita itu yang sudah duduk berhadapan dengannya dan dia pun melipat dan meletekan korannya di samping atas mejanya

__ADS_1


"apa kau tidak makan, apa Karena semalam sudah kenyang olehku? jadi tidak bisa makan lagi? jika tidak menyukai sarapan disini, kalau begitu kita ke atas dan aku akan menyuapimu di atas ranjang . . " ucap pasha dengan wajah dinginnya melihat wanita itu yang sudah sedikit ketakutan di saat menakutinya yang membuat Alena pun dengan cepat langsung mengabil makan sarapannya yang sudah di siapakan oleh pelayan di hadapannya


"dasar wanita kecil yang rapuh.. (batin pasha)yang Sudah terseyum licik


"tidak! aku Akan makan sekarang.. " saut Alena dengan wajah gugupnya langsung memasukan makanannya secara perlahan yang membuat pasha pun terdiam dengan santai sembari memperhatiakn wanita itu makan sampai abis


beberapa menit kemudian.. Alena pun yang sudah selesai dengan makannya dengan segera mengelap bibirnya dengan Kain yang sudah di sediakan dan melihat laki-laki itu yang sudah melihat dan memperhatiakn dirinya dari tadi di hadapanya yang hanya beberapa meter saja


"apa aku pernah bilang ingin membantumu?. . " saut pasha dengan santai nya yang membuat Alena yang mendengar itu pun sangat terkejut dan bangun dari duduknya


"apa magsudmu! pasha Abrahamic, aku sudah... sudah di buatmu seperti orang tak berdaya , dan kau sekarang berpura-pura tidak tahu apa magsudku? bagaimana kau bisa mengingkari janjimu itu ! .. " bentak Alena dengan wajah marah Dan kecewanya menatap laki-laki itu dengan dinginya yang membuat pasha pun melihat wanita itu dengan tatapan liciknya

__ADS_1


"aku sepertinya tidak pernah berkata jika kau menemaniku tidur semalam, aku akan membantumu menyelesaikan masalah photo adikmu, nona tita, apa ingatanmu seburuk itu ? . . " ucap pasha dengan sengajanya berbulak balikan fakta yang membuat Alena pun semakin kesal dengan tangannya yang sudah mengepal geregetan dengan cepat berjalan kearah laki-laki itu dengan wajah yang sudah menahan air matanya


"pasha Abrahamic, kau jangan keterlaluan! kesabaranku ada batasnya!.." bentak Alena yang sudah menunjuknya dengan tanganya


"sungguh kaka yang menyayangi adiknya, tidak tega melihatnya menerima sedikit penderitaan sama sekali ? . . " sindir pasha dengan tatapan dinginnya melihat wanita itu yang sudah ada di hadapanya dengan tangannya yang sudah melipat di dadanya dengan angkuhnya


"tuan pasha, aku sudah bilang dia hanyalah seorang gadis kecil yang tidak mengerti apa-apa , terkadang bisa melakukan kesalahan , tapi lain kali... lain kali aku akan mendidiknya untuk menjadi orang baik,kumohon... " pinta Alena dengan wajah memohonnya melihat laki-laki itu dengan sabarnya


"ckk... rasamu lumayan enak.. " cibir pasha dengan suara pelanya


" apa magsudnya dia.. (batin Alena ) dengan wajah terkejutnya yang langsung terdiam sejenak mendengar perkataan laki-laki itu dari mulutnya yang membuat dirinya pun sangat terancam ,dengan cepat pasha pun langsung menarik tangan wanita itu ke pangkuannya dengan paksa yang membuat Alena pun sangat kaget dan ketakutan yang sudah ada di pangkuan laki-laki itu yang sudah memegangnya yang begitu erat

__ADS_1


__ADS_2