CintaKu Terjerat Oleh Lelaki Kejam

CintaKu Terjerat Oleh Lelaki Kejam
diare


__ADS_3

"hei! sepertinya kau tidak sedang senang, apa kau mau ikut denganku! " triak Simon menawarkan jasanya kepada alena yang masih terus berjalan mengabaikan dirinya , dan alena pun dengan cepat memberhentikan mobil anggkutan umum didepannya dan melangkah masuk kedalam mobilnya


beberapa menit kemudian..


alena pun dengan wajah terkejutnya malah diantar kesebuah lesehan yang begitu ramai pengunjung yang membuat dirinya pun mau tidak mau turun dari mobil itu dengan wajah bengongnya


"tadi sopir itu berkata ada urusan mendadak , tapi kenapa malah diantarkan kesini.. (batin alena) dengan diamnya berdiri melihat suasana disekitarnya , namun tak berselang lama Simon pun datang dengan mobilnya yang sudah terparkir didepan warung


" dia!..datang menguntitku lagi , atau jangan-jangan mereka bersengkongkol ? tapi... kenapa?.. (batin alena) dengan wajah diamnya menatap pria itu yang sudah berjalan menghampirinya dan langsung memegang tangan alena menuju warung dengan wajah ramahnya


"duduklah! " pinta Simon kepada alena dengan tersenyum ramahnya yang membuat alena pun yang tak banyak bicara langsung duduk disampingnya

__ADS_1


beberapa menit kemudian..


mereka pun yang sudah memesan dan memakan makanan berbagai macam diatas mejanya yang membuat Simon pun sangat antusias dan memperhatikan alena yang sedang memakan dengan lahapnya


"meskipun kau sangat lapar, setidaknya kau harus menunggu makanannya dingin dulu sebelom kau makan, tak usah terburu-buru aku juga tidak akan merebut Makananmu kok , meskipun kelihatanya enak aku juga ingin mencicipinya hehe... " ujar Simon dengan wajah tak biasanya mengelap bibir alena dengan tisu yang ada disebelahnya dan tanpa basa basi lagi Simon pun mengambil dan mencicipi beberapa tusuk baso diatas piring milik alena yang begitu pedas


"hahh.. ahhh..hosshh..hoshh~~ssrrr... ternyata pedes juga gila! ahh.... "triak Simon dengan wajah merah mengebul yang sudah merasakan bibir nya yang seperti kebakar yang dari tadi minum tak henti-hentinya


gluk... gluk... gluk..


"apa yang sedang dipikirkan pria ini? membawaku ketempat warung , dan malah melihat dia begitu kepedesan , sudah tahu kalau tak kuat pedas kenapa malah memaksakannya ! ".. (batin alena) dengan diamnya memperhatikan pria yang ada dihadapnya itu

__ADS_1


"kenapa? melihat ku seperti itu? apakah kau baru dasar kalau aku lebih ganteng dari pasha ? "ujar Simon dengan pDnya tersenyum manis kepada alena yang membuat alena pun yang mendengar itu langsung mengkerutkan halisnya dengan wajah datarnya


"aku sudah banyak dilukai oleh pria iblis itu, meskipun aku tahu Simon memiliki maksud lain, tapi aku malah merasa terharu dengan kehangatan yang diberikan saat ini, ternyata aku sangat menyedihkan bukan !.. (batin alena) dengan diamnya tak menjawab apa yang ditanya Simon kepada alena hanya bisa tersenyum kecil menatapnya sembari memakan makanannya


beberapa jam kemudian..


diapartemen Simon dengan rasa tak enak perutnya yang mules tak kunjung berhenti Simon pun bergegas masuk kedalam toilet bulak balik berulang kali yang membuat tubuhnya pun mulai lemas tak bertenaga gara-gara makan sate baso yang dia makan tadi


kenapa wajahmu pucat apa kau baik-baik saja? " tanya alena dengan wajah paniknya menatap Simon yang sudah tergeletak duduk diatas sofa dengan lemasnya


"aku tidak apa-apa hanya saja aku merasa lemas! " saut Simon dengan suara pelannya sembari memegang perutnya itu

__ADS_1


"maaf, apa kau bisa naik taksi pergi ke asramamu sendirian? tenang saja besok aku akan datang melihatmu.. ? pinta Simon dengan rasa tak bertenaganya langsung tertidur dengan lelahnya yang membuat alena pun semakin cemas melihat kondisi Simon saat ini


"orang ini kenapa sangat suka memaksakan diri, kondisi seperti ini jelas-jelas adalah diare akut, tapi dia malah besikeras tidak ingin kerumah sakit , dan dia juga tidak ingin aku menghubungi keluarganya . . kalau aku meninggalkan dia seorang diri disini, mungkin tidak akan ada yang tahu jika terjadi apa-apa dengannya , itu akan sangat berbahanya . .. lebih baik aku tinggal untuk menjaganya sebentar! . . (batin alena) dengan rasa ibanya langsung menyelimuti tubuh Simon dengan hati-hati


__ADS_2