
dan alena pun dengan wajah paniknya ingin menginjak kaki suaminya dengan hak sepatunya namun dengan singgap pasha pun semakin mempererat pegangan tangannya menatap alena yang begitu dekat
"kalau gak salah sepatu yang kau pakai sekitar ratusan juta bukan! " sindir pasha dengan suara khasnya menatap alena dengan liciknya yang membuat alena pun yang mendengar itu sangat terkejut yang langsung mengurungkan niatnya sembari menurunkan kakinya seperti sebelomnya dengan perasaan jengkel kepada suaminya
"dasar gadis bodoh , sepertinya hanya kau yang bisa percaya, Ada sepasang sepatu high heels berharga ratusan juta! ngomong -ngomong apa Simon yang membawamu kesini? " tanya pasha dengan ledekkannya tersenyum sinis
"iya, Simon yang membawaku kesini, dan kau cepat lepaskan pegangan tanganmu dariku! " saut alena dengan wajah juteknya yang sekali berotak dengan kesalnya dari dekapan suaminya yang begitu erat
"ckk.. sejak kapan juga aku mempercai omongan dia yang begitu licik.. (batin alena) yang sudah memundurkan tubuhnya sedikit dari tatapan pasha yang mencekram pingangnya
"Simon? panggilan yang cukup mesra, tapi, dia tidak tahu kalau kau adalah istri simpananku bukan? dan malam ini kembalilah kevilla bersamaku, beberapa hari ini aku sangat merindukan aroma tubuhmu! " bisik pasha dengan suara pelannya mendekatkan bibirnya kearah telinga alena dengan senyum liciknya , dan alena pun yang mendengar itu langsung membalikan wajahnya
__ADS_1
"aku tidak Mau, bukankah itu tidak terlalu lama disaaat kau menyiksaku abis-abisan dikantor ! " tolak alena dengan wajah protesnya , yang membuat pasha pun yang mendengar itu tersenyum puas melihat Simon sudah ada dibelakang alena dengan tatapan dinginnya , dan alena pun yang sudah sadar menoleh melihat Simon yang sudah berdiri dibelakangnya dengan tatapan diamnya
"dasar licik.. apa dia sengaja agar terdengar oleh Simon ? apa mungkin juga dia sudah mendengar omongan kami barusan? tunggu! kenapa aku harus panik bukannya dia sudah tahu dari sebelomnya 'kan?.. (batin alena) yang sudah terdiam dengan hati rasa gelisahnya melihat Simon dibelakangnya
"bisa kau lepaskan tanganmu dari pinggang pacarku? " pinta Simon dengan tatapan dinginnya , yang membuat alena pun yang mendengar itu sangat terkejut dengan diamnya
"apa-apaan dia, pacar!? apa dia tidak waras.. ( batin alena) yang sudah tertunduk dengan diamnya
"pasha kau jangan keterlaluan! "saut Simon dengan tatapan sedikit kesalnya
"tunggu! karena kau tidak Mau bermusuhan denganku , lebih baik kau jangan menyentuh wanitaku! "ujar pasha dengan keras kepalanya memegang tangan alena sebelah lagi , yang membuat alena pun sedikit panik yang sudah ditarik ulur oleh kedua pria yang Ada dihadapanya
__ADS_1
"ehh!?..
"jika, kau sungguh menganggapnya sebagai wanitamu! sebaiknya kau lepaskan dia! " sindir Simon dengan tatapan tajamnya yang membuat pasha pun yang malas berdebat dengan sahabatnya mau tidak mau dirinya mengalah sedikit dan melepaskan pegangan tangannya dari istrinya
"apa kau tidak apa-apa? " tanya Simon dengan suara khasnya menoleh melihat alena yang sudah berdiri disampingnya
"terimakasih aku tidak apa-apa! " saut alena dengan suara sedikit gugupnya mengadahkan wajahnya menatap Simon, yang membuat pasha pun yang melihat mereka berdua yang sudah saling tatap satu sama lainnya dihadapanya, membuat dirinya amat kesal dan cemburu yang tertahankan karena egonya dengan tatapan dinginya
"hmphh...
"malam ini setelah acara selesai, aku akan mencarimu , ikut aku pergi kevilla . . " ujar pasha dengan tatapan kesalnya membalikan tubuhnya yang ingin beranjak pergi dan membiarkan alena dengan sahabatnya saat ini
__ADS_1
"dia tidak akan kembali bersamamu! " saut Simon dengan suara khasnya melihat punggung sahabatnya yang sudah berjalan pergi dari hadapannya