CintaKu Terjerat Oleh Lelaki Kejam

CintaKu Terjerat Oleh Lelaki Kejam
mala yang terlalu kepedean


__ADS_3

beberapa jam kemudian..


akhirnya mereka pun berjalan lagi menuju Villa abrahamic , yang tak lupa Pasha pun mengundang Dan mengajak mala quen yang sudah duduk disampingnya dengan manjanya


"aku tak kusangka Pasha abrahamic ternyata dengan berinsiatifnya membawa mala quen kevillanya , jadi malam ini aku tidak perlu merasa resah Dan ketakutan dengan lelaki menyeramkan Itu!.. (batin alena) yang sedikit merasa tenang disaat dirinya sudah duduk disamping pengemudi,yang sesekali melihat mala yang begitu agresif disamping suaminya yang kejam Itu


"muuacchh... tuan Pasha apa boleh aku memangilmu "Pasha " saja? "tanya mala dengan PDnya mencium pipi Pasha beberapa kali dengan suara manjanya , yang membuat Pasha pun menoleh dengan wajah dinginya yang tak bersuara sama sekali, yang membuat mala pun tersimpuh Malu dengan tatapan Pasha padanya yang sudah tersenyum kecil , yang membuat alena pun terkejut mendengar Itu dengan sontak menoleh melihat suaminya Itu yang sudah menatapnya dingin


"eh?..


***


Dan di tempat lain di dalam Kafe yang saat ini Ada nicole bersama temannya yang sedang menikmati kopinya dengan nikmat


"sepertinya kau kali ini Salah melihat, pria Itu masih seperti Itu, tidak memiliki ketulusan hati pada wanita.. " ujar Nicole sembari menyurup minumanya dengan pelan-pelan


"wanita yang biasa dibawa pulang kevillanya , memang berbeda? " saut temannya Itu yang sudah tersenyum kecil yang beranama Simon bolivar


"jelas-jelas wanita disisinya terlihat sama dengan sebelumnya, apa yang berbeda? " tanya Nicole yang sudah menampakan wajah penasaranya menatap sahabatnya Itu


" magsudku,yang didepan Itu yang berbeda! "saut Simon yang sudah tersenyum licik sembari mengambil kopinya Dan meminumnya dengan pelan-pelan


***


1 jam kemudian..


akhirnya mereka pun sudah sampai disebuah villa milik abrahamic yang begitu mewah Dan luas, yang sudah menujukan pukul 7:3 menit malam hari, yang sudah disiapkan makan malam oleh pelayan rumah sebelumnya, Dan Pasha pun sudah duduk dikursinya dengan nyamnnya , yang membuat alena pun dengan wajah diamnya ingin duduk disamping suaminya Itu namun dengan tiba-tiba mala pun sudah merebutnya Dan duduk disamping Pasha yang membuat alena pun terkejut melihat wanita Itu yang percaya dirinya


"ah! tempat dudukku, sudah diduduki olehnya , baiklah jangan salahkan aku, bila lelaki Itu marah padamu.. (batin alena ) dengan wajah pasrahnya melangkah berjalan menuju kursi sebelahnya yang ingin duduk namun dengan cepat Pasha pun berteriak dengan suara tegasnya menatap istrinya Itu dengan tatapan dinginya


"siapa yang mengizinkan untuk duduk di sana? kemari Dan berdiri disini! .." pinta Pasha dengan suara tegasnya menatap istrinya Itu

__ADS_1


"wanita ini , sama sekali tidak memperdulikan tempat duduknya sendiri, kalau begitu biarkan saja dia berdiri disampingku!.. (batin Pasha) yang sudah menampakan wajah kesalnya pada istrinya Itu, yang membuat alena pun terkejut dengan wajah pasrahnya yang sudah berjalan menghampiri suaminya sembari mengambil makanannya untuknya


"tuan, aku ambilkan sup Dan ayam kesukaanmu . . " ujar alena dengan suara lembutnya sembari menyodorkan makanannya ke arah suaminya Itu yang sudah Ada dihadapanya Dan menaruhnya di piringnya seperti pelayan pada umum nya, yang membuat mala pun dengan rasa PDnya mengambil makanan diatas piring lelaki Itu dengan sendok yang sudah dia pakai untuk menyuapi dirinya yang membuat Pasha pun langsung terdiam dengan wajah dinginya


"Pasha , kau juga cicipi ini rasanya enak .loh... Aaaa... "pinta mala yang sudah menyodorkan makanannya kearah mulut lelaki Itu dengan senyum senangnya namun dengan tiba-tiba Pasha pun dengan wajah dinginya memangil seketarisnya Itu


"Jian!..


yang membuat Jian pun yang tahu dengan tatapan tuan nya Itu Dengan cepat menyuruh pelayannya untuk mengganti piringnya


"pelayan, tolong gantikan Satu set piring, sumpit, Dan sendoknya untuk tuan " titah Jian pada pelayannya Itu yang langsung mengambilnya dengan cepat menuju dapur , lalu dengan cepat jian pun langsung berjalan menuju wanita Itu dengan tatapan dinginya yang sudah mengeser kursinya untuknya


"nona, tempat dudukmu disebelah sini, tolong kerjasamanya! " pinta Jian dengan wajah dinginya menatap wanita Itu


"aku duduk disini saja! "tolak mala yang sudah tersenyum canggung pada lelaki Itu


"seorang bawahan malah berbicara seperti Itu pada ku , Dan juga tidak takut kelak setelah aku menjadi pemilik rumah kediaman abrahamic sekaligus nyonya dirumah ini makan aku tak segan kuhabisi sampai tak bersisa.. (batin mala) yang sudah tersenyum ramah dengan sabarnya menatap lelaki Itu dihadapanya yang membuat alena pun yang tak sadar tersenyum kecil melihat tingkah mala pada Jian seketaris suaminya Itu


"tak disangaka ternyata mala berani membangkang langsung magsud tuan Pasha abrahamic, sepertinya dia juga tidak menyangka Ada orang yang berani menetangnya hahah... (batin alena) yang sudah tersenyum kecil yang tertahankan oleh tangannya sendiri , yang membuat Pasha pun menoleh melihat sikap istrinya Itu yang sudah berdiri disampingnya , dengan cepat Pasha pun langsung menarik tangan istrinya Itu kepangkuannya yang membuat alena pun terkejut dengan mata melotonya


" ahh!!... tuan apa yang kau lakukan? "tanya alena yang sudah menampakan wajah paniknya


"aku ingin makan, kau tahu apa tugasmu sekarang bukan? " saut Pasha dengan suara kecilnya yang membuat alena pun terdiam sejenak yang langsung menoleh melihat mala yang sudah ditarik paksa oleh Jian untuk duduk dikursi sebelahnya


"ahhh!!!..


"nona sebaiknya anda tetap duduk disini Itu lebih bagus.. " ujar Jian dengan rasa geregetannya langsung menahan kedua bahu wanita Itu untuk duduk ditempat nya yang membuat mala pun tak terima yang sudah menoleh pada Pasha dengan suara manjanya


"Pasha, lihatlah dia berani sekali bersikap seperti Itu padaku! " protes mala pada Pasha dengan wajah kesalnya,yang membuat Pasha pun tak menghiraukannya atau pun mendengar keluhanya yang sedang menikmati suapan demi suapan dari tangan istri kecilnya Itu , yang membuat alena pun hanya bisa terdiam yang tak banyak bicara disaat mala sudah sangat kesal pada seketaris suaminya Itu


"aneh sekali kenapa begitu masuk villa ini, sikap lelaki Itu padaku berubah drastis Dan sangat dingin sekali? .. (batin mala) yang terdiam tertegun memperhatikan mereka yang begitu romantis

__ADS_1


" ahh!! tuan! sebaiknya Kita makan saja, Dan tolong lepaskan tanganmu Itu dari pahaku! " pinta alena dengan suara khasnya menatap suaminya Itu dengan hati was-wasnya yang sudah menahan tangan suaminya Itu dengan tangannya sendiri dengan wajah melasnya


"aku memang sedang makan , apa Ada yang Salah.. " saut Pasha yang sudah menatap istrinya Itu dengan liciknya yang membuat alena pun tak bisa berkata apa-apa lagi hanya bisa terdiam sembari menyuapi suaminya Itu dengan tangannya sembari memainkan paha istrinya Dan mengelusnya beberapa kali, yang membuat alena pun merasa risih dengan tingkah suaminya Itu padanya yang tak mau diam Itu


beberapa menit kemudian..


akhirnya makan malam pun selesai dengan nikmatnya termasuk Pasha yang sudah merasa senang melihat istrinya Itu yang masih duduk di pangkuannya, namun dengan tiba-tiba Pasha pun beranjak bangun dari duduknya sembari menggendong istrinya Itu dari dekapannya yang sudah berjalan dengan hati-hati


"tuan! Kita mau kemana? baru saja Kita makan ? " tanya alena yang sudah panik dengan wajah cemasnya melihat suaminya Itu yang sudah mengendong tubuhnya berjalan menuju kamarnya


"emangnya kenapa kalau abis makan? justru Itu bagus untuk melakukan olah raga diatas ranjang Agar pencernaan Kita bisa tercerna langsung didalam perut Kita.. "saut Pasha dengan santainya berjalan dengan cepat nya Dan mengiraukan mala yang sudah berteriak memangil namanya beberapa kali


" Pasha..


yang membuat lagi-lagi Jian pun langsung dengan singgap menghadang mala untuk mengejar tuan nya Itu dari belakangnya


"maaf, nona, tuan tidak suka memangil namanya berulang kali, lebih baik kau cepat menggantinya dengan sebutan biasanya, jika tidak hanya membuat tuan Pasha semakin membencimu! " pinta Jian dengan suara tegasnya menatap wanita Itu yang sudah menghalanginya mengejar tuan nya Itu yang membuat mala pun semakin kesal dibuatnya yang sudah menghentakan kakinya Dan berjalan pergi menuju ruang tamu Dan duduk dengan juteknya sembari melipat kedua tangannya didadanya


"ehMm...


Dan didalam kamar sana..


Pasha pun dengan cepat berjalan menuju ranjangnya Dan dilemparkan tubuh istrinya Itu begitu saja diatas ranjangnya


" ahh!!


yang membuat Pasha pun dengan cepat membuka jasnya Dan dilemparkan kearah lain serta dasinya juga sudah dilongarkan dilehernya yang menyekek dirinya Itu sembari matanya tertuju pada istrinya Itu yang sudah Ada diatas ranjangnya yang sudah sangat ketakutan, melihat suaminya Itu yang sudah beranjak naik Dan menindih tubuhnya Itu


"tidak tuan, Kita sudah selesai makan sebaiknya Kita jangan begini dulu yah? " pujuk alena pada suaminya Itu dengan tatapan memohonya


"apa kau tidak pernah membaca buku, tidak tahu kalimat "penuh kehangatan Dan nafsu?"saut Pasha yang sudah tersenyum licik sembari menatap istrinya Itu Dan mengelus bibirnya yang mungkil yang begitu dekat yang membuat alena pun sangat panik Dan cemas saat ini

__ADS_1


__ADS_2