CintaKu Terjerat Oleh Lelaki Kejam

CintaKu Terjerat Oleh Lelaki Kejam
didalam kantor


__ADS_3

"wah ternyata Ada pulau disebelah Sana ternyata begitu cantik dan indah, alangkah senangnya jika pergi kesana.. (batin alena) dengan kekagumannya melihat pemandangan diluar Sana, yang membuat pasha pun merasakan apa yang diinginkan alena saat ini


"baiklah, sepertinya lain kali aku akan membawamu kesana , apa kau tahu disana sangat sepi, meskipun berada dipendesaan ... tidak Ada orang lain yang akan mengganggu kita bukan begitu? " bisik pasha dengan suara pelannya menempelkan bibirnya kearah telinga istrinya itu dengan manjannya yang membuat alena pun sedikit terkejut yang langsung membalikan tubuhnya kearah suaminya itu dengan wajah was-wasnya


"ah.. aku.. maaf! tuan kenapa kau memanggilku kesini? " tanya alena dengan wajah gugupnya menatap suaminya itu yang sudah berdiri dihadapanya


"ingin melihatmu! " saut pasha singkat tersenyum licik sembari membelai rambut alena


"kenapa? apa Ada masalah? apa kau tidak ingin bertemu denganku? " tanya pasha dengan suara khasnya menatap istrinya itu yang begitu dekat dan memegang daku lancip alena dengan lembutnya, dengan cepat alena pun yang sadar langsung mendorong tubun suaminya itu dengan perlahan


"bukan itu,ooh iya, tuan malam itu kau pernah bilang dan mendengarnya kan kalau zames bit tidak bersedia menerima peran film ini, jadi kita harus bagaimana? " ujar alena dengan wajah paniknya langsung bertanya dan mengalihkan topik pembicaraan kepada suaminya itu agar tidak melakukan hal senonoh didalam kantornya

__ADS_1


"ternyata, mengalihkan pembicaraan juga bisa mengalihkan perhatiannya . . (batin alena) sembari Menghelang nafas beratnya menatap suaminya itu yang sudah memundurkan tubuhnya dan melangkah berjalan menuju kursi kebanggaanya yang sudah tersenyum sinisnya


" kemarilah! "pinta pasha kepada istrinya itu dengan tatapan dinginnya, yang membuat alena pun dengan rasa takutnya langsung melangkah berjalan menghampiri suaminya itu, namun dengan cepat pasha pun menarik tangan alena kearah pangkuannya


" ahh!.. tuan, tolong jangan! . . "ujar alena kepada suaminya itu yang sudah duduk dipangkuan suaminya itu dengan wajah paniknya


"belakangan ini aku sedikit lelah, apa kau bisa memijat pundakku sebentar? " pinta pasha dengan suara khasnya tersenyum licik kepada istrinya itu


"tidak, kau tetap duduk diatas pangkuanku, aku ingin melihatmu didepanku bukan dibelakangku! " tolak pasha dengan wajah dinginnya menatap istrinya itu yang mulai memijat pundaknya sembari memegang pinggang alena yang begitu erat


" lalu tuan, masalah zames bit gimana? " tanya alena sekali lagi yang berusaha mengalihkan topik pembicaraan kepada suaminya itu dengan rasa keberanianya menatap pasha yang begitu seram dan dingin

__ADS_1


"ckk.. jika tidak bisa mmenggunakan rencana pembuatan film ini boleh dikesanpingkan ! " saut pasha dengan entengnya tersenyum kecut kepada istrinya itu


"jika kau ingin zames bit menerima nya, mengapa hari itu kau malah berbicara ucapan seperti itu, membuatnya menolak didepan umum? apa jangan-jangan dia sengaja ingin menyulitkanku?.. (batin alena) yang sudah menampakan wajah kecewanya kepada suaminya itu sembari menekan-nekan pudak pasha dengan kerasnya


"kenapa raut wajahmu seperti itu? apa kau tidak puas dengan ku ? " tanya pasha dengan suara khasnya menatap alena dengan kesalnya


"ternyata semua perasaan wanita ini tertulis jelas diraut wajahnya .. (batin pasha) yang memperhatikan wajah istrinya itu dihadapanya


"aku tidak perduli apa yang kau pikiran saat ini, asalkan kau mendengarkan ucapanku , dan aku tidak akan merugikanmu! " ujar pasha dengan suara tegasnya memberitahukan kepada istrinya itu sembari menekan pinggang alena yang semakin kuat didekapanya, yang membuat alena pun yang sadar itu sangat terkejut menatap suaminya itu


"ahh!.. tuan tenang saja , aku akan mendengarkan apa yang kau ucapkan kepadaku! " saut alena yang sedikit gemetar melihat sikap suaminya itu yang menekan dirinya

__ADS_1


__ADS_2