CintaKu Terjerat Oleh Lelaki Kejam

CintaKu Terjerat Oleh Lelaki Kejam
tingkah pasha pada alena


__ADS_3

dan mereka berdua pun berjalan menuju lift khusus tanpa ada bicara di antara mereka berdua yang kaku


Dan beberapa menit kemudian..


ting... (suara lift terbuka)


"aku mengira bos besar semuanya pasti suka menaruh seketaris seksi di sisi mereka tak disangka... (batin alena ) dengan wajah tak percaya yang sedang berjalan mengikuti langkah jian di depannya dengan mata yang sudah melihat suasana di ruangan yang cukup besar itu tak berselang lama alena pun sampai di sebuah ruangan milik laki-laki iblis itu dan berjalan masuk dengan suasana sunyi tidak ada orang sama sekali dengan kaki nya berlahan berjalan mengarah dingding kaca yang cukup besar dengan wajah melototnya


"wahh.. ternyata dari ketinggian bisa melihat pemandangan kota di atas sini! indah sekali ternyata jadi orang kaya sungguh menyenangkan.. (batin alena ) yang sudah melihat dengan seksama pemandangan di bawah sana dengan rasa senang namun dengan tiba-tiba rasa itu hilang di saat laki-laki Itu ada di belakangnya yang sudah memeluknya dengan erat yang membuat alena pun merasa terkejut dengan wajah gugupnya


" ahh!!! apa yang kau lakukan?"tanya alena yang sudah merasa risih sembari membalikan tubuhnya yang ingin sedikit menghindar dari laki-laki Itu


"wanita ini sungguh membuat orang merasakan kejutan, hampir setiap kali bertemu selalu lebih cantik di banding sebelumnya. . (batin pasha) yang semakin mempererat pelukannya dari dekapannya yang sudah menciumi lehernya Itu beberapa Kali


"tuan tolong lepaskan aku! aku kesini hanya di suruh ketua dewan dan yang lainnya untuk menemuimu !.. " pinta alena dengan rasa gugupnya ingin melepaskan pelukan dari laki-laki itu tapi hanya sia-sia saja bagi alena yang sudah mengadahkan wajahnya ke arah laki-laki itu yang sudah memegang dagunya yang sudah saling tatap yang begitu dekat


"karena kau berinisiatif mecariku , maka aku akan baik-baik me-nik-ma-tinya. . (batin pasha) dengan pikiran liciknya


"apa! dia tidak mungkin akan melakukannya disini'kan.. (batin alena ) dengan hati was-wasnya


"kenapa malah bangong? waktuku sangat berharga, apakah sekenarionya mau dilihatkan kepada ku tidak?.. " tanya pasha dengan suara tegasnya


"iya! tapi tolong lepaskan aku dulu!" pinta alena dengan wajah memohonya


" baiklah.. " saut pasha yang mengalah sedikit langsung duduk di kursi dengan rasa wibawanya sembari mata melihat wanita itu yang sedang mengambil sekenarionya di dalam tasnya


"aku berdasarkan saranmu menambahkan dua adegan mereka, tidak akan sangat mencolok, tapi pasti bisa sangat menarik perhatian penonton.. " ucap alena yang sudah menyodorkan sekenarionya kepada Laki-laki yang langsung membaca nya dengan teliti yang membuat pasha pun mengingat kejadian tadi malam bersamanya di atas ranjang


"klakk... (suara buku)


"bagus, tidak ada masalah . . " saut pasha yang puas langsung menutup buku itu yang membuat alena pun merasa sedikit lega


"huft...


"tapi kalian berencana bagaimana syutingnya ? .. tanya pasha sembari memberikan sekenarionya lagi padanya


"kami sebelomnya sudah berdikusi dengan perusahaan perfilman , berencana merekrut seorang selebritis kelas dan dua di tambah beberapa artis baru , biyaya produksinya tidak akan terlalu tinggi..

__ADS_1


" celaka , perkiraan biaya tidak ada disini.. (batin alena ) yang sudah memeriksa mapnya beberapa kali dengan wajah cemasnya Di dalam tasnya


"maaf, sepertinya dokumen perkiraan biayanya masih ditangan teman sekampusku, bagaimana kalau aku biarkan dia antarkan kemari? . . " pinta alena yang masih kebingungan mencari kertas itu di dalam tasnya, tapi dengan tiba-tiba pasha pun menarik tangan alena kearahnya


"ahh!! tuan apa yang kau lakukan?.. " triak alena pada Laki-laki itu dengan wajah kagetnya yang sudah ada di pangkuannya


"perjanjiannya kau yang buat sendiri, sekarang! cepat lah!" pinta pasha dengan suara tegasnya


"apa! ba.. baiklah.. tapi apa boleh aku bangun sekarang!? .. " ujar alena dengan wajah gugup Dan memohonya


"tidak! kau tetap duduk di pangkuanku dan cepat kerjakan dan pakailah laptop ku itu!" tegas pasha sembari memegang pingang wanita yang lurus kearahnya


" ahh!! ba.. baiklah..


"huh.. sebaiknya aku cepat, untung saja poin perjanjiannya aku masih ingat , tapi...(batin alena ) dengan rasa canggungnya di pangkuan Laki-laki itu dengan hati tak tenangnya


"aku akan memberimu investasi 300M , aku sama sekali tidak tertarik hasil karya beberapa miliar kalian itu, di tambah lagi film yang diinvestasikan oleh perusahaanku, apa lagi hanya beberapa miliar saja, bagiku hanya buwat lelucon saja ? sebaiknya kalian carilah cara untuk mengundang zames bit, aku ingin menjadikannya sebagai tokoh utama pria di dalam film ini.. " ucap pasha yang seringkai kata sembari menggigit telinga wanita itu yang sangat menggemaskan yang membuat alena pun merasakan sedikit kesakitanya


"ahh!!


"dan jangan gunakan ekpresi itu di saat menggodaku di ruangan kerjaku, jika kau ingin disini ditiduri oleh ku, aku akan senang hati!" ujar pasha dengan wajah senyum liciknya


"harga zames bit, takutnya adalah yang termalah di seluruh dunia, tapi dengan investasi 300M , mengundang dia juga tidak berarti tidak mungkin'kan.. (batin alena ) yang terdiam sejenak dengan pikiranya


"kalau begitu.. kami bisa mendapatkan beberapa persen.. " tanya alena pada Laki-laki itu dengan wajah penasarannya


"wanita ini, memang penakut, tapi selalu tidak lupa merebut keuntungan untuk organisasinya.. (batin pasha)


"jika untung akan ku berikan kepada kalian 10% dari biayaya royalti, jika rugi, kalian jangan berharap dengan biayaya editor yang sedikit itu, bagaimana?" saut pasha dengan entengnya


"baiklah, kalau begitu aku setuju.. " ucap tita dengan senangnya menganggukan kepalanya beberapa kali dengan hati puasnya


beberapa menit kemudian...


"selesai..


serk... serk... (suara mesin prin)

__ADS_1


"baiklah dengan namamu, mewakili organisasimu untuk mendatanganinya .. " ucap pasha yang sudah menyodorkan surat kontraknya yang tadi alena buwat , dan tanpa pinggir panjang lagi alena pun langsung mendata tanganinya begitu juga dengan pasha yang sama halnya mendata tangani kontrak Itu


"dengan sifat ketua yang sama, durian jatuh dari langit seperti ini tidak akan ada yang menolaknya.. (batin alena ) yang sudah amat lega dengan tugasnya saat ini meski harus melewati tingkah Laki-laki Itu yang sudah menjadi suami sirihnya


" ambilah,lain kali jika memperlukan dana, ambil ktp_mu dan pergi ke divisi keuangan untuk mengambilnya . . " ucap dolken yang sudah menyodorkan kartu namanya kepada wanita itu yang membuat alena pun sangat amat senang dan langsung mengambilnya dari tangan Laki-laki itu


"terimakasih tuan! baiklah kalau begitu aku pergi dulu.. " pinta alena yang langsung beranjak bangun dari duduknya tapi dengan tiba-tiba pasha pun memegang dan menarik tangan alena dan di lemparkan ke arah sofa yang empuk itu begitu saja


brrukkk...


"ahh!!..


"kau ingin pergi begitu saja, tapi aku belom cukup makan dirimu saat ini!" ujar pasha dengan senyum liciknya yang sudah menatap istri sirihnya itu


" apa!! bukanya tuan bil....


"emmmm... emmmmuuuacchhšŸ’•.. emmmmuuacchhhšŸ’•...


"duluan mengambil sedikit keuntungan dari investasi , tidak terlewatkan sama sekali ! bukan?. " ucap pasha yang semakin sengaja mencium bibir alena yang pegitu kuat sehinga wanita itu pun kehabisan nafasnya beberapa kali


"emmmm.... uh huh...emmmmuaaachhhšŸ’•..


beberapa menit kemudian..


alena pun dengan rasa wajah malunya berjalan menuju lift VIP yang jian beritahu sebelomnya


"aku sedang sembarangan berpikir apa lagi? Laki-laki itu emang tidak mau rugi sama sekali.. (batin alena )dengan wajah kesalnya yang sedang berjalan terburu-buru melihat lift nya yang sudah terbuka lebar


ting... (suara lift terbuka)


tãp... tãp... tap...


" ah! tunggu!.."triak alena yang tergesa-gesa namun tanpa disengaja kakinya pun tersandung dengan kakinya sendiri sehingan dirinya pun jatuh pas di depan pintu lift


"ahh!!! awww.. sakitt!!.. perjanjianku!! gawat berserakan dimana-mana.. "ujar alena dengan wajah cemasnya dengan cepat langsung mengambil kertas satu-persatu di bawah Sana yang sudah berserakan dan melupakan rasa sakitnya di lututnya itu , yang membuat Laki-laki asing itu yang sudah berdiri dihadapanya


yang tak jauh darinya dengan insiatipnya diapun langsung memungut satu kertas Dan membacanya dengan Detail

__ADS_1


"syuting flim?


__ADS_2