CintaKu Terjerat Oleh Lelaki Kejam

CintaKu Terjerat Oleh Lelaki Kejam
terkejutnya lili dan Jennifer


__ADS_3

"jangan ! kumohon lepaskan aku .. ah! jangan begini kumohon ihks... ihks.... jangan .. emm... le..paskan aku! ahh! pasha bajingan lepaskan aku! ahh!! " triak alena didalam Sana yang sudah merasakan siksaan demi siksaan yang dibuat pasha yang begitu kasar dan buasnya , yang membuat Jennifer dan lili pun sangat terkejut dengan sikap pasha kepada wanita itu yang sudah mendengar jeritan dan teriakan histeris didalam Sana yang begitu keras


"aku salah, aku tidak berani berharap terlalu tinggi, jadi pasha ku mohon jangan sesadis ini.. (batin Jennifer) dengan wajah terkejut bercampur ketakutannya langsung merosot duduk dibawah lantai dengan shoknya sembari menutup mulutnya dengan wajah tidak percaya nya


" kak Jennifer.. "saut lili yang ikut duduk menatap Jennifer dengan wajah ketakutannya


beberapa menit kemudian


alena pun akhirnya tergeletak lemas diatas ranjangnya yang sudah telanjang bulat tak bertenaga dan tak lupa bekas leher cupangan pun terukir jelas disekujur tubuhnya termasuk lehenya itu, dan pasha pun dengan puasnya langsung menatap istrinya itu dengan diamnya sembari beranjak bangun dari tubuh istrinya itu yang langsung membersihkan dirinya kedalam kamar mandinya , tak butuh lama pasha yang sudah selesai memakai baju barunya langsung berjalan keluar kamarnya dan melihat kedua wanita itu yang sudah duduk dibawah lantai dengan diamnya


"lantai itu sangat dingin! untuk apa kalian berdua duduk disana? berdirilah cepat! " pinta pasha dengan suara tegasnya menatap kedua wanita itu sembari mengulurkan tangannya kerah Jennifer yang ingin membantunya berdiri

__ADS_1


"pasha seperti ini, aku sepertinya tidak pernah melihatnya dan benar-benar tidak mengenalinya?.. (batin Jennifer) yang langsung mengadahkan wajahnya menatap pasha dengan diamnya


"perempuan itu... apakah dia baik-baik saja? " tanya Jennifer dengan suara pelannya menatap pasha dengan wajah penasarnya sembari meraih tangannya yang ingin beranjak bangun dari duduknya itu


"ayo pergi, untuk apa kau bersimpati kepadanya? berhubung dia dibeli dengan uang , seharusnya dia tahu akan mengalami hal seperti ini! "bisik lili dengan suara pelannya membertahukan kepada Jennifer yang sudah berdiri disampingnya itu , yang membuat lili , Jennifer dan pasha pun berjalan pergi meninggalkan ruang kantor tanpa banyak bicara lagi dan melupakan alena yang masih didalam kamar istirahatnya seorang diri dengan hati hancurnya


"kak, aku sangat lapar sekali, apa sebaiknya kita pergi makan' yah? " pinta lili dengan suara manjanya berjalan mengikuti dari belakangnya bersama Jennifer yang sudah menampakan wajah tidak bersalahnya


"jika menjadi wanita kakak . . akan setragis ini, aku lebih berharap kak Jennifer bisa mencari pasangan lebih baik darinya , aku tidak akan membiarkan Jennifer bersama dengan binatang buas seperti dia!.. (batin lili) dengan diamnya menatap punggung kakanya itu dengan wajah Marahnya yang mengingat kejadian tadi didepan matanya itu


beberapa jam kemudian..

__ADS_1


alena pun akhirnya pulang seorang diri dengan wajah murungnya yang sudah merasakan tubuhnya yang amat sakit dan pegal-pegal


"kapan 200 malam baru akan berakhir ? sedikitpun aku tidak ingin tinggal disisi orang jahat seperti dia? apa yang harus aku lakukan ya tuhan? . . (batin alena) yang sudah menampakan wajah tak semangatnya berjalan begitu pelannya namun dengan tiba-tiba seseorang pun datang menghampirinya


tiN..tiN... (suara klakson)


"kenapa kau berjalan sendirian? ada apa? siapa yang sudah menindasmu? " tanya Simon dengan suara khasnya memperhatikan aura wajah wanita itu yang begitu kusut, yang membuat alena pun yang mendengar itu sangat terkejut yang langsung menoleh melihat pria yang ada disampingnya itu , dan Simon pun dengan wajah Paniknya langsung bergegas turun dari mobilnya


"tunggu! apa pasha menindasmu? " tanya Simon sekali lagi dengan wajah penasarnya menatap alena yang sudah memegang lengannya itu agar tidak pergi darinya


"tidak, aku hanya sedang berjalan menuju asramaku? " saut alena yang langsung menutupi masalahnya kepada pria yang ada dihadapnya itu sembari melepaskan pegangan tangan Simon dari lengannya

__ADS_1


"apa gunanya memberitahukannya? pasha , menginjak harga diriku sesukanya diatas lantai, aku juga disiksa mati-matian , beberapa hari yang lalu , dan pria yang ada dihadapanku juga hampir ingin mencelakaiku hingga kehilangan nyawaku , jadi siapa juga yang bisa menjamin dia tidak Akan menindasku seperti pria iblis itu?.. (batin alena) yang langsung membalikan tubuhnya berjalan menghidari pria yang ada didepanya itu dengan cueknya


__ADS_2