
beberapa menit kemudian..
Alena pun yang sudah sampai segera masuk ke ruangan klub sastra
krekk... (suara pintu)
"alena ! wah! pakaianmu ini sangat cantik, mirip seperti dewi di dalam film.. "ucap Nana yang sudah berdiri di samping ketua dewan yang saat ini sedang membaca skenarionya
"alena , kau akhirnya datang juga , kau cepat bawa skenarionya dan perjanjian itu, kemudian pergi mencari tuan pasha .. " pinta ketua dewan itu yang sudah memerintahnya
"aku....
"aku lihat tuan pasha sangan menyukaimu , masalah ini lebih baik kau yang pergi diskusikan dengannya, kau juga tidak ingin jerih payah kita selama ini akan sia-sia 'kan.. " ucap ketua dewan itu dengan suara tegasnya memaksa alena untuk menurutinya dan segera pergi sembari memberikan skenarionya kepadanya, yang membuat alena pun menurutinya dengan wajah sedikit ragunya
"baiklah .. " saut alena yang sudah berbalik badan berjalan menuju pintu keluar dengan cepat
__ADS_1
1 jam kemudian..
Nana pun yang ingin beranjak keluar yang tidak sengaja melihat surat penting di atas meja ketua dewan yang terselip dibalik buku dan membukanya dan benar saja alangkah terkejutnya Nana pun berteriak
" gawat! ketua kita lupa menyerahkan surat perjanjian kepada alena ! .. "triak Nana dengan suara kerasnya sembari memegang kertas yang ada di tanganya dengan wajah paniknya , yang membuat orang-orang di ruangan itu pun sangat terkejut bukan main
"apa!?..
di perusahaan Abrahamic..
"president tidak punya waktu luang untuk meladenin orang-orang seperti mu . . "saut repesonis satunya lagi yang sudah berdiri di samping temanya itu dengan mata melototnya kepada alena yang membuat dirinya pun merasa sedikit cemas di saat kedua repesonisnya itu menolak kedatanganya untuk bertemu dengan president namun dalam sekilas alena pun ingat perkataan ketua dewannya tadi
***
"masalah ini tidak bisa di tunda lagi, kau hari ini harus menemui tuan pasha bagaimana pun caranya itu urusan kamu.. " ucap ketua dewan itu dengan suara tegasnya kepadanya yang membuat alena pun tak pantang menyerah meski akan sulit baginya
__ADS_1
"bisakah merepotkan kalian menelepon tuan pasha untuk menayakan sekali lagi? aku datang untuk membicarakan masalah investasi film.." ujar alena dengan wajah memohonya melihat kedua wanita Itu yang tidak propisonal
"di lihat dari gaya mu seperti nya kau seorang anak pelajar 'kan? semuda ini malah berpikir untuk menggoda pria , mengatakan investasi apanya, pasti kau sedang berjualan bukan ?.. "sindir salah satu repesonis itu dengan tatapan jijinya
"hei, president sudah pernah bertemu dengan semua wanita cantik , sungguh tidak tau diri sekali!.. " Cetus repesonis Itu dengan sinisnya yang membuat alena pun sangat kesal yang sudah mengempalkan tangannya yang tertahankan
" kalian! jaga mulut kalian ah!!.. " bentak alena dengan suara tegasnya yang membuat jian pun datang tempat waktu
"nona alena , president menyuruh aku datang menjemputmu, lain kali jika kemari , anda bisa langsung masuk ke lift VIP menuju lantai 28 . . " ucap jian dengan suara datarnya yang membuat kedua repesonis itu sangat terkejut dengan wajah bengongnya dengan apa yang diucapkannya barusan kepada wanita yang Ada dihadapanya Itu
"president mengutus seketaris jian datang menjemputnya?! wanita ini jangan-jangan adalah wanita president.. (batin kedua karyawati) yang sudah memasang wajah bersalahnya yang sudah saling padang dengan kebodohannya yang terdiam membeku
"lain kali jika nona ini datang mencari president tidak perlu melakukan janji, langsung antar dia ke ruangan president. . " ucap jian yang sudah menatap kedua repesonis itu dengan tatapan dinginya yang membuat repesonis itu sangat ketakutan dengan wajah kakunya yang sudah pucat pasih
"ba... baik tuan kami akan mengingatnya sampai kami mati..
__ADS_1