
"tunggu! sebelom kalian pergi tadi, kalian bertemu dengan siapa? atau berbicara dengan siapa? " tanya pasha dengan detailnya kepada Nana yang sudah menampakan wajah rasa khawatirannya
"kami... hanya berbicara dengan seorang pria dipintu utama, kalau tidak salah namanya Simon dari keluarga bolivar , dan dia bilang menyuruh alena meninggalkan tuan pasha.. " saut Nana yang sudah memberitahukan kepada pasha yang membuat pasha pun langsung membalikan tubuhnya tanpa pamit yang membuat Nana pun semakin bingung dengan sikapnya yang pergi pegitu saja
"aneh, masalah ini sepertinya tidak segampang yang aku pikirkan, tuan pasha sangat panik ketika mendengar kabar alena menghilang, dan anehnya alena bukan orang yang gampang pergi tanpa pamit, tapi apa maksud Simon tadi kepadanya? .. (batin Nana) yang terdiam memperhatikan dan melihat pria itu pergi dengan mobilnya dengan kecepatan maksimum
beberapa menit kemudian..
brumm.... brumm..
pasha pun dengan rasa cemasnya langsung menelepon Simon beberapa kali tapi sayang seribu sayang ponselnya pun tidak bisa dihubungi yang membuat pasha pun semakin marah dan kesal kepada pria yang selalu tak suka pada dirinya
__ADS_1
"cepat kita pergi kevilla Simon ditepi pantai! " pinta pasha kepada supirnya itu, yang membuat supirnya pun sudah tahu dan paham dengan apa yang dimaksudkan tuannya itu langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimum
dan ditempat lain alena pun sedikit demi sedikit tersadar dari pingsannya yang sudah membuka matanya secara perlahan meski efek obat yang masih terasa di kepalanya yang begitu berat dan pusing
"ah, siapa? di mana ini? kepalaku..pusing sekali!..(batin jeje) yang memulai sedikit terbangun dari kesadarannya yang sudah merasakan tubuhnya yang sudah disentuh oleh beberapa laki-laki yang sudah berada diatas ranjangnya
"tuan muda Simon , apakah harus sungguh seperti ini? kalau begitu aku ambil beberapa kamera, apa sudah mau dimulai belom? "tanya beberapa pria yang sudah duduk dengan posisinya melihat wanita itu yang masih tergeletak tak berdaya
"jangan sentuh aku! " triak alena yang langsung menepis tangan laki-laki itu dari tubuhnya sembari memundurkan tubuhnya dengan rasa marahnya melihat sekelompok pria yang sudah telanjang dada menatap dirinya
"hehe.. dia ternyata sudah bangun! haha.... bagus sekali kalau dia sudah bangun, justru malah semakin menatang bukan? " cibir Simon dengan suara khasnya menatap wanita itu sembari menikmati rokonya di mulutnya , yang membuat alena pun terkejut bukan main yang sudah menoleh dan melihat pria yang tadi ditemuinya didalam pesta itu
__ADS_1
"kau? apa yang terjadi? demi meninggalkan pasha , kau membuat ku pingsan dan membawaku kesini, dan kemudia dia menyuruh beberapa orang untuk mengambil vidioku yang tak senonoh dengan sekelompok pria yang ada disini!.. sungguh pria bajingan! . . (batin alena) yang sudah menatap dengan rasa marahnya namun dengan kondisi seperti ini alena pun berusaha tenang meski hatinya sedikit ketakutan yang begitu daysat
"meskipun kau menyerahkan videoku kepada dia, kau pikir dia akan percaya jika aku menghianatinya ? "ujar alena yang sudah duduk dengan rasa cemasnya melihat pria itu dengan gaya angkuhnya
"ckk..meskipun kau tidak menghianati dia? tapi asalkan tubuhmu sudah pernah disentuh oleh orang lain , apa kau pikir dia masih menginginkamu lagi! " saut Simon yang tersenyum sinisnya sembari menikmati minuman anggurnya dengan perlahan , yang membuat alena pun sangat terkejut mendengar perkataan pria itu kepadanya yang sudah menampakan wajah ketakutanya
"pria ini tidak Sama sekali percaya kalau aku juga dipaksa untuk tinggal bersamanya, dan bahkan dia bisa melakukan apa pun untuk mencapai tujuannya! ya tuhan apa yang harus ku lakukan?.. (batin alena) yang sudah mengeluarkan air matanya yang sudah amat ketakutanya
"untuk apa lagi cepat kerjakan apa yang aku suruh dan jangan lupa kameranya harus tepat melihat gambar dirinya! " suruh Simon dengan suara tegasnya kepada beberapa sekelompok pria itu yang sudah merencanakan aksinya yang membuat alena pun merasa ketakutanya yang sudah mengambil pajangan pantung yang ada di sampingnya
"mundur kalian, jangan kemari! " triak alena dengan suara seraknya berteriak sembari mengacungkan benda yang ada di tangannya dengan wajah rasa ketakutanya yang sudah gemetar hebat disekujur tubuhnya yang sudah terpojok disudut atas ranjangnya melihat sekelompok pria yang begitu menyeramkan dengan wajah nafsunya
__ADS_1