
malam pun tiba..
yang saat ini alena pun abis mandi yang sedang mengeringkan rambutnya namun dengan tiba-tiba ponselnya pun berbunyi diatas ranjangnya
kring... kring... kring..
yang membuat alena pun dengan cepat menghampirinya dan mengambil ponselnya yang masih bendering berulang kali
"laki-laki itu , Mau apa dia? " gumam alena dengan wajah sedikit penasaranya langsung mengangkat telephone dari suaminya itu
"halo..
__ADS_1
" Aku sedang ada diparkiran komplek perumahaanmu, cepatlah segera turun , jika kau tidak datang dalam hitungan 5 menit , Aku tak akan segan datang kerumahmu untuk mencarimu ! "ancam pasha disebrang Sana yang langsung mematikan ponselnya dengan sepihak, yang membuat alena pun yang masih mengunakan handuk kimononya langsung bergegas turun menuju parkiran komplek perumahannya yang amat tergesa-gesa
tak... tak... tak..
"gila apa dia tidak waras malam-malam begini! "gumam alena dengan Paniknya langsung berjalan dengan terburu-buru dan hati-hati
beberapa menit kemudian..
alena pun yang sudah datang berdiri didepan pintu mobil suaminya itu sembari mengatur nafasnya yang sudah engos-engosan
" tuan! ada apa? tumben sekali tuan datang ke sini? "tanya alena yang tersenyum dengan ramahnya menatap suaminya itu, yang membuat pasha pun langsung menoleh melihat istrinya itu dengan tatapan nafsunya melihat penampilan istrinya itu
__ADS_1
"jika Aku bilang Aku datang hanya untuk mencarimu , apa kau percaya? " saut pasha dengan suara khasnya menatap istrinya itu sembari memegang rambutnya yang masih terlihat bahas dimana-mana , yang membuat pasha pun yang tak sabarannya menarik tubuh istrinya itu dipangkuannya yang membuat alena pun sedikit terkejut
"ahh!..
"kau wangi sekali, apa kau baru selesai mandi? " tanya pasha yang mencium aroma tubuh istrinya itu didalam dekapannya , yang membuat alena pun hanya bisa terdiam sembari menganggukan kepalanya yang sudah merasakan semu merah dipipinya menatap suaminya itu yang ingin mencium bibir ranumnya didalam mobilnya
meeuucahhh... meeuuuaaahh... ๐
dan mereka berdua pun memulai aksinya yang sudah memanas yang begitu agresif dengan posisi yang begitu intim yang membuat pasha pun langsung menghisap kedua gunung kembar milik istrinya itu yang saling bergantian kedalam mulutnya yang begitu rakus , yang membuat alena pun semakin menggeram dan mendesah setiap lekuk tubuhnya ,yang meremas rambut suaminya itu dengan tangannya berulang kali disaat pasha semakin liar menjelajahi tubuh istrinya itu dengan Hausnya, yang membuat pasha pun dengan tak sabarannya langsung mengeluarkan senjatanya yang sudah tegak berdiri dan memasukan kedalam gua milik istrinya itu yang sudah memacukan dengan kerasnya berulang kali dengan berbagai gaya yang membuat alena pun sedikit kewalahan dengan posisi yang di bilang tak seluas diatas ranjang bersamanya , yang sudah telanjang bulat didepan suaminya itu ,namun berbeda dengan pasha dia hanya mengeluarkan senjatanya tanpa membuka celana dan kemejanya yang sudah terbuka setengah kacingnya , yang sudah mengeluarkan keringat disekujur tubuhnya itu , dan mereka pun bermadu kasih didalam mobilnya tanpa seorang pun tahu terkecuali jian yang sudah di ungsingkan sementara waktu di area mobilnya
beberapa jam kemudian..
__ADS_1
mereka pun yang sudah selesai dengan puasnya langsung berpelukan dengan duduk diamnya yang merasakan tubuhnya yang begitu lelah dan capek , yang membuat alena pun hanya bisa mengatur nafasnya yang sudah engos-engosan yang bersandar dipelukan suaminya yang masih terlanjang bulat
"jika tidak mendengar suara kencang detak jantungnya , Aku hampir mengira apa yang terjadi tadi... tidak ada hubungannya dengan dia bukan? . . (batin alena) yang masih bersandar didekapan dada suaminya itu yang masih merasakan tubuhnya yang masih lemas dan pegal-pegal sama halnya dengan pasha hanya bisa terdiam dengan tubuh lemas dan capeknya sembari membelai rambut istrinya berulang kali