CintaKu Terjerat Oleh Lelaki Kejam

CintaKu Terjerat Oleh Lelaki Kejam
kejahatan Simon kepada alena


__ADS_3

"meninggalkan apa maksudmu hah? alena dan tuan pasha tidak memiliki hubungan apa-apa dan meskipun ada, atas dasar apa kami harus mendengarkanmu hah! " ujar Nana dengan suara tegasnya yang sudah menghadang tubuh sahabatnya itu didepannya yang sudah melotot dengan rasa marahnya kepada lelaki itu


"ckk.. jika bersamanya kau tidak akan memiliki akhir yang indah, katakan saja, berapa yang kau inginkan , bukannya setiap orang memiliki sebuah harga, bagaimana jika aku mengambulkan permintaanmu? " saut Simon yang sudah tersenyum meremehkan menatap alena dengan dinginya, yang membuat alena pun sangat kesal mendengarnya


"kau tidak perlu mengurusi masalahku dengan tuan pasha, jika kau sungguh ingin berpendapat lain, lebih baik kau pergi langsung mencarinya, Nana ayo sebaiknya kita pergi dari sini! " ujar alena dengan marahnya langsung membalikan tubuhnya sembari menarik tangan sahabatnya itu dengan wajah juteknya , yang membuat Nana pun ikut membalikan tubuhnya dan berjalan pergi bersama alena


"aku sarankan sekali, kau tidak akan bisa kabur dan kau pasti tidak akan bisa keluar dari sini begitu saja! " triak Simon dengan rasa marahnya berteriak kepada alena yang terus berjalan tanpa perdulikan dirinya yang sudah emosi tingkat dewa , tanpa pinggir panjang lagi dirinya pun merogoh ponselnya didalam saku nya dan menelepon seseorang disebrang Sana


"halo, perempuan bergaun hijau yang terdapat luka diujung keningnya , malam ini aku menginginkannya! " pinta Simon dengan wajah marahnya meminta anak buahnya untuk menculiknya dengan diam-diam dengan rasa geregetanya yang sudah mematikan ponselnya dengan sepihak


"awas saja kau! cihh... " dumel Simon yang langsung beranjak pergi dari tempat itu

__ADS_1


dan diruang lain pasha pun masih duduk dengan santainya bersama teman-temannya yang saat ini dante pun masih duduk dengan wajah penasarannya menatap sahabatnya itu


"jangan-jangan Simon pergi bersenang-senang dengan kedua perempuan cantik itu lagi? ternyata yang namanya alena cantik juga , jangan-jangan kau sudah mendapatkannya dengan diam-diam !? " sindir dante dengan suara khasnya menyelidiki sahabatnya itu dengan wajah penasarannya , yang membuat Jennifer pun sangat kesal mendengar sahabatnya itu


"untuk apa kau membuatnya sebagai Lelucon? jika kau sungguh menyukainya perempuan bergaun hijau itu , kenapa kau tak cepat kejar dia ckk... "saut Jennifer dengan rasa kesal nya sembari memberikan minuman anggurnya kepada pasha yang sudah berada disampingnya , yang membuat pasha pun hanya bisa terdiam dengan tatapan dinginya sembari meminum anggurnya hingga tandas


gluk... gluk... gluk...


" ah~~


"dia adalah perempuanku , dan jangan sentuh dia sebelom aku bosan! " saut pasha dengan suara tegasnya yang sudah memotong kalimat Sahabatnya itu dengan tatapan dinginya , yang membuat dante pun terdiam yang sudah menampakan wajah senyum sinisnya kepada sahabatnya itu

__ADS_1


beberapa jam kemudian akhirnya pesta pun usai dan pasha pun berjalan masuk kedalam mobilnya sembari melihat isi pesan dari istrinya didalam ponselnya dengan rasa kesal dan curiganya


"hMm.. perempuan itu ternyata tahu juga harus meninggalkan pesannya sebelom pergi! tapi Simon juga tiba-tiba pergi? dan tak kembali keacara pesta itu?!.. " gumam pasha dengan diamnya namun tanpa disengaja melihat sahabat istrinya itu yang seperti orang kebingungan yang membuat dirinya pun dengan rasa penasarannya langsung memberhentikan mobilnya


"berhenti sebentar! " pinta pasha kepada supirnya itu yang sudah memberhentikan mobilnya dipinggir jalan dan pasha pun dengan cepat turun berjalan menghampiri Nana seorang diri


"maaf, nyonya apa kau melihat perempuan yang begaun hijau disekitar sini? " tanya Nana kepada beberapa tamu yang ingin beranjak pulang dengan wajah khawtirnya


"maaf, aku tidak melihatnya! " saut wanita itu yang langsung pergi begitu saja , yang membuat Nana pun merasa binggung harus mencari kemana lagi, namun dengan tiba-tiba


"kau sedang apa? di mana alena? " tanya pasha yang sudah menampakan wajah penasarannya yang sudah berdiri di belakang Nana

__ADS_1


"eh.. tuan pasha ? kau disini juga, aku juga tidak tahu semenjak tadi aku pergi ke toilet sebentar dan alena menungguku di depan pintu, tapi setelah aku keluar , dia sudah menghilang tanpa jejak! " saut Nana yang sudah menampakan wajah khawtirnya kepada sahabatnya itu, yang membuat pasha pun sedikit terkejut mendengarnya


"apa?..


__ADS_2