
"kakak! sepertinya tadi kakak tidak makan sama sekali, apa kakak tidak lapar? " tanya Natasha dengan wajah polosnya menoleh melihat alena disampingnya , yang membuat alena pun yang mendengar itu langsung menghelang nafas beratnya sembari sedikit berjongkok menatap anak kecil itu
"aku sudah makan dan tidak lapar, oh iya, apa keluargamu ada disekitar sini ? akan berbahanya bagimu jika ada anak kecil seperti mu berkeliaran di luar apa lagi ditempat ramai seperti ini! sebaiknya kakak antar kau pulang yah? "saut alena dengan suara lembutnya memujuk Natasha dengan senyum ramahnya sembari mengelus bahunya beberapa kali dengan lembutnya, yang membuat Natasha pun yang mendengar itu langsung menepis tangan alena dari bahunya dengan kasarnya
"aku tidak mau pulang! " tolak Natasha dengan wajah kesalnya langsung memundurkan tubuhnya sedikit , dan berjalan pergi meninggalkan alena seorang diri yang membuat alena pun sedikit terkejut melihat reaksi anak itu yang tiba-tiba
"Natasha! tunggu! kau jangan berlari sembarangan itu berbahanya! Natasha! berhenti! "triak alena dengan wajah paniknya berjalan cepat menyusul anak kecil itu dari belakangnya
__ADS_1
tak... tak.. tak..
"eh? dimana anak itu? dia berlari kemana ? cepat sekali menghilangnya , sudah sebesar itu apa dia tidak akan tersesat 'kan? . . (batin alena) dengan wajah bingungnya melihat sekitarnya berjalan kesana kesini mencarinya tapi sayang sekali tidak ketemu batang hidungnya yang membuat perutnya semakin sakit karena lapar melihat gerobak roti bakar dihadapanya , dan tidak butuh lama alena pun membeli dan memesan roti bakar rasa coklat kesukaanya
" aduh lapar sekali tadi pagi aku belom sarapan sama sekali!.. (batin alena) yang sudah memegang perutnya yang sudah keroncongan sembari melihat roti bakar yang sedang dibuatkan dengan cepatnya
tidak berselang lama roti pun jadi yang sudah berada ditangannya yang membuat alena pun yang tak sabaranya langsung melahapnya dan menguyahnya dengan perlahan namun dengan tiba-tiba anak kecil itu pun muncul lagi yang sudah berdiri disampingnya
__ADS_1
"eh? kau datang lagi? emm.. yah aku berbohong karena tempat yang kau pergi tadi makan terlalu elit, makan sekali bisa membuat menghabiskan uang kakak selama 1 bulan lebih, menurutmu apa aku berani makan bersamamu tadi, bisa-bisa kalau itu terjadi bisa jadi kita akan disuruh cuci piring grtis tanpa upah selama 1 bulan,karena kita tak sanggup bayar makanan yang kita makan ! " saut alena dengan jujurnya memberitahukan keadaan ekonominya yang pas-pasnya kepada Natasha dengan jelasnya yang membuat Natasha pun langsung terdiam dengan rasa tidak enak hatinya
"aku.. minta maaf, aku tidak tahu kalau kakak tidak banyak uang! " ujar Natasha dengan wajah bersalahnya langsung menundukan wajahnya
"sudah, sudahlah , sebagai tanda maafmu bagaimana kalau kau membantuku, malam ini aku mau pergi keacara pesta ulang tahun seorang putri anak kecil, apa kau ada saran bagus mengenai hadiah yang paling cocok? "pinta alena dengan suara khasnya menatap Natasha dengan santainya , dan sebelomnya alena pun tidak tahu sosok putri kecil yang dia maksudkan ada didepan matanya sembari melahap roti bakar kedalam mulutnya sampai abis , yang membuat Natasha pun yang mendengar itu langsung mengadahkan wajahnya yang tersenyum ceria sembari menganggukan kepalanya dengan senangnya
"baiklah, serahkan padaku, kakak sudah bertanya pada orang yang tepat, ayo, ayo, cepat kita akan memilih bersama! " saut Natasha dengan antusias langsung menarik tangan alena tanpa sungkan lagi menuju toko boneka dengan cepatnya
__ADS_1
" hei! pelan sedikit kau menariku !"protes alena yang sedikit kewalahan
" hehehe... opsss..maaf! ..