CintaKu Terjerat Oleh Lelaki Kejam

CintaKu Terjerat Oleh Lelaki Kejam
taman belakang kampus


__ADS_3

"maaf, saat itu aku mengira mereka ada hubungan tersembunyi , makanya aku sedikit tidak senang, aku menyukainya, dan aku ingin mengerjainya malam itu ! " ujar Simon dengan senyum ramahnya memberitahukan kepada sahabatnya alena , yang membuat Nana pun yang mendengar itu sangat terkejut


"apa itu benar? " tanya Nana dengan wajah terkejutnya menatap sahabatnya itu yang membuat alena pun langsung menggelengkan kepalanya beberapa kali dengan wajah protes nya


"tidak, jangan dengarkan dia , dia sedang bercanda! " saut alena sembari melambaikan tangannya kearah sahabatnya itu dengan wajah protesnya beberapa kali, dan menoleh melihat pria disampingnya dengan wajah juteknya ya


"baiklah , kembalikan barangnya kepadaku, terimakasih kau telah membantuku, aku juga harus kembali keasramaku! " pinta alena dengan suara cetusnya meminta barangnya kepada pria disampingnya itu sembari mengadahkan tangannya kearahnya


"kau tidak menemaniku makan dulu? aku sudah lapar, kau ingin terburu -buru keasrama, atau kau sedang menunggu telephone? atau jangan-jangan kau sedang menunggu telephone dari pas....


" cukup! baiklah aku temani kau makan , apa kita langsung pergi sekarang? "sontak alena yang langsung memotong kalimat Simon dengan wajah sedikit kesalnya yang ingin membocorkan rahasia didepan sahabatnya itu , dan alena pun dengan cepat menoleh sahabatnya itu

__ADS_1


" nana, apa kau bisa membawa barangku keasrama dulu yah? pliss!!!... "pinta alena kepada sahabatnya itu dengan wajah memohonnya, yang membuat Nana pun langsung menganggukan kepalanya kepada sahabatnya itu sembari menerima satu tas kecil dari tangannya


"baiklah, pergi Sana , aku akan membawanya keasrama dengan selamat! " saut Nana dengan wajah tersenyum senangnya langsung membalikan tububnya dan berjalan pergi menuju asrama dan meninggalkan mereka berdua


beberapa jam kemdian..


alena dan Simon pun yang sudah selesai sarapan paginya didekat kantin asramanya langsung bergegas berjalan menuju taman belakang


"apa kau dan pasha pernah datang kesini bukan? " tanya Simon yang sudah mirik alena dengan wajah dinginya


"tidak! " saut alena singkat dengan wajah gugupnya , yang membuat Simon pun langsung menarik tangan alena menuju tempat dimana pasha yang sedang menggoda alena disaat itu

__ADS_1


"apa yang sedang kau lakukan aku tidak mau pergi kesana! lepaskan tanganku! " tolak alena yang sudah menampakan wajah paniknya itu yang sesekali berontak dengan tangannya yang sudah dipegang begitu kuat , yang membuat Simon pun dengan tak sabarannya langsung menggendong tubuh alena dari dekapanya , yang membuat alena pun terkejut bukan main


"aaahhh!!... jangan lepaskan aku! " bentak alena yang sudah merasakan ketakutanya menatap pria itu yang sesekali berontak namun sia -sia dengan tenanganya yang lebih kuat darinya


"jika kau ingin dilihat oleh orang lain, kau boleh teriak lebih keras lagi! " ancam Simon dengan suara khasnya berjalan menuju tempat itu dengan wajah dinginya, yang membuat alena pun semakin panik dan bingung apa yang akan dilakukan pria itu kepadanya saat ini


"tempat itu... tidak, aku tidak mau kesana! . . (batin alena) yang sudah menampakan wajah paniknya sembari melihat pohon besar itu yang sedang berjalan menghampirinya, namun dengan tiba-tiba Simon pun terus berjalan dan melewati pohon itu yang membuat alena pun sedikit terkejut menatap pria itu dengan wajah bengonya


" dikira dia akan pergi kesana?.. (batin alena) yang sudah menampakan wajah bingung dan cemasnya melihat pria itu yang sudah membawanya ketempat saung kecil yang tak jauh dari dirinya, dan Simon pun segera berhenti berjalan sembari menurunkan alena diatas kursinya dengan perlahan


"maaf, sebelomnya aku sudah salah paham padamu,dan aku juga sudah melakukan hal yang buruk kepadamu, anggap saja sebagai tebusan , beritahu aku cara apa yang digunakannya untuk memaksamu agar kau tetap berada disisinya, aku akan membantumu! "ujar Simon dengan suara khasnya membelai rambut alena dengan lembutnya yang sudah duduk diatas kursinya dengan wajah bingungnya yang mendengar perkataan Simon kepadanya

__ADS_1


__ADS_2