
"sepertinya kita sedikit terlambat melihat putri kecil tiup lilinya, tapi,tidak masalah sepertinya sebentar lagi pemotongan kue, ayo sebaiknya kita bergegas kesana! " ajak Simon dengan senyum khasnya berjalan bergandengan menuju putri kecil yang sudah berdiri didepan kue ulang tahunnya yang begitu besar, yang membuat Alena pun yang baru beberapa melangkah sangat terkejut bukan main disaat melihat anak didepannya dengan wajah bengongnya
"ah! dia!?.. " gumam alena dengan diamnya tidak percaya, yang membuat Simon pun yang melihat itu menoleh melihat alena dengan wajah penasarannya
"kenapa? " tanya Simon yang masih terdiam dengan tatapan herannya yang membuat Natasha pun yang sadar langsung menoleh melihat kedatangan alena yang tidak jauh dari pandangannya
"hai! kak alena, akhirnya kau datang juga haha!... " sapa Natasha dengan wajah cerianya sembari melambaikan tangannya kearah alena dan bergegas berjalan menghampirinya dan menunda pemotongan kue ulang tahunya yang sudah memegang pisau ditangannya iTu , yang membuat Alena pun tersenyum cangung melihat sekitarnya yang sudah meliriknya dengan tatapan julidnya termasuk, zames, Simon dan pasha yang sudah berdiri menatap alena dengan wajah sedikit penasarannya
"hehehe.. hai!..
__ADS_1
" hei?! kenapa mereka semua melihatku seperti itu?.. (batin alena)yang sudah menampakan wajah bingungnya
"siapa dia? kenapa Natasha alimbi bisa memanggilnya seperti itu?.. " bisik beberapa tamu dengan suara pelannya dengan saling tatap satu sama lainnya
" hei, aku juga tidak tahu, dan tak pernah melihat wanita itu sebelomnya? "saut beberapa tamu yang baru melihat alena yang baru datang membawa boneka murahannya
"anak kecil ini ? Kau.. ternyata adalah Natasha alimbi ? putri dari keluarga Alexandra? aku benar-benar sangat terkejut ternyata putri gadis kecil iTu adalah kau! " tanya alena dengan wajah senangnya sembari memberikan kado bonekanya kepadanya, yang membuat Natasha pun menerimanya dengan tangan terbuka lebar dengan senyum senangnya menatap alena dihadapannya
"hahaha... maaf, aku tidak ada niat ingin menyembunyikan status ku, justru kakak sendiri yang tidak mau bertanya disaat pertama kali kita bertemu , ayo kak cepat kita potong kue bareng-bareng bersamaku ! " saut Natasha dengan antusiasnya mengajak dan melangkul lengan alena dari dekapannya menuju pemotongan kue, yang membuat alena pun sedikit canggung melihat beberapa anggota keluarganya yang sudah melihat dengan tatapan datarnya termasuk zames hanya bisa berdiri terdiam dengan cueknya
__ADS_1
"kakek, ini dia teman baru ku , aku ingin memotong kue bersamanya boleh' yah kakek? "pinta Natasha dengan suara manjanya yang membuat kakeknya pun melirik melihat wanita disamping cucunya dengan wajah datarnya
"Natasha, jika membuatmu senang maka lakukanlah sesusai keinginanmu, bukannya ini adalah acara pesta ulang tahunmu! " saut kakek Natasha yang tersenyum senangnya menatap cucunya yang sudah berdiri dihadapannya , dan alena pun yang sudah diberi ijin oleh tuan rumah maka dirinya pun yang tanpa sungkan lagi segera mengambil pisau kue dan mereka berdua pun tanpa pikir panjang lagi memotongnya dalam bersamaan yang membuat orang pun bersorak dan bertepuk tangan dengan meriah
prok.. ππprok.. ππ..
dan alena pun meneruskan memotongan kue dan dibagikan kepihak keluarga Alexandra satu persatu , namun dalam sekilas alena pun menoleh melihat pasha yang sudah berdiri dipojokan Sana yang sedang memperhatikan dirinya dengan tatapan dinginya
"ah!? pria iTu , sejak kapan dia diam disana.. (batin alena) dengan wajah bengongnya memperhatikan pasha dipojokan Sana
__ADS_1