
"group Abrahamic mensponsori perbuwatan film dengan sebuah group penulis yang tidak terkenal?" ujar Laki-laki Itu dengan suara pelannya sembari membaca selembar kertas dengan seriusnya yang sudah ada ditanganya
" maaf tuan, tadi tidak sengaja menyusahkanmu , ini... adalah kertasku, boleh bisa di kembalikan kepadaku?.. " pinta alena kepada Laki-laki itu yang sudah berdiri tak jauh darinya
"siapa namamu?.. " tanya Laki-laki Itu dengan wajah sedikit penasaranya
"apa! namaku alena ruim, anggota dari studio Menard , tuan, mohon maaf bisa kembalikan kertas itu padaku? aku ingin segera cepat turun.. "pinta alena dengan wajah tak senangnya menatap laki-laki Itu
"aku adalah ketua keuangan di perusahaan ini, president pernah mengatakan sebelomnya, setelah perkiraan biayaya selesai di buat, kau tinggal datang ke divisi keuangan untuk mengambil dana dariku?" tanya Laki-laki Itu yang sudah menatap dengan wajah seriusnya
"apa! ohh iya, tuan pasha bilang... kelak aku tinggal membawa kartu tanda mengenalku pergi ke divisi keuangan perusahaan untuk mengambil dana.. " saut alena dengan wajah terkejutnya bertatap muka langsung dengan orang yang akan mencairkan dana nya kelak, yang membuat Laki-laki itu pun terkejut sembari mengkerutkan halisnya
"kartu tanda mengenal? apa tidak salah.. (batin Laki-laki itu) dengan wajah herannya
"begini saja setelah pulang kerja , nanti kita makan malam bersama, kau jelaskan project ini dengan jelas kepada ku , bagaimana pun juga, project ini Mengeluarkan dana tak sedikit . . "ajak Laki-laki itu dengan wajah dinginnya menatap wanita itu yang sudah merasa tak enak hati
"apa!! ba.. baik,kalau begitu aku tunggu di bawah sekarang juga! .. " saut alena yang sudah merasa cemas sembari menganggukan kepalanya beberapa kali ke arah Laki-laki itu dengan rasa canggungnya
" baiklah, tunggu aku beberapa menit saja, aku masih ada urusan dengan president pasha.. " ucap Laki-laki itu yang sudah menatap wanita itu yang sudah berjalan masuk ke dalam lift
__ADS_1
"pasha Abrahamic dan wanita ini . . sungguh menarik juga.. (batin Laki-laki itu)yang sudah terseyum licik
beberapa menit kemudian..
krekk... (suara pintu terbuka)
"dengar-dengar kau akan membuat film ? .."tanya Laki-laki Itu yang sudah berjalan masuk dengan gaya angkuhnya
" emm?..
"belakang ini perusahaan sedang berkerja sama dengan tuan ling dari keluwarga nanggong , di kota ini tuan ling sedang membangun jalur suspensi langsung, tapi kau masih ada waktu untuk membuat film? .. " ucap Laki-laki itu yang sudah terseyum kaku menatap tuan nya itu
"apa kau tau barusan aku bertemu dengan seorang wanita cantik dari studio Menard, aku janjian untuk makan malam bersamanya, bagaimana pun juga ini pertama kalinya perusahaan kita masuk ke dunia berfilman , aku harus memahami detailnya, wanita cantik itu sangat polos, aku juga penasaran bagaimana rasanya berpacaran dengan wanita seperti itu.. " sindir Laki-laki itu dengan sengajanya memancing konsentrasi pasha saat ini, dan benar saja pasha pun yang mendengar itu langsung menghentikan ketikannya dan menatap Laki-laki itu dengan wajah dinginnya
"haha.. ternyata milikmu , tapi jangan biarkan dia terlalu lama disisimu, kau tahu sendiri kake tidak akan suka ada seseorang yang ada disisimu orang yang paling penting di hidupmu . . " ucap Laki-laki itu yang sudah mengingatkannya kepada pasha yang sudah terdiam membeku
"tidak penting, hanya saja dia bersih, untuk sementara waktu masih belom bosan.." tegas pasha dengan angkuhnya
"kalau begitu, aku dan dia berjanji untuk makan malam bersamanya, anggap saja lebih dulu membina hubungan, kau seharusnya tidak keberatan'kan ? bolehkah membocorkan sedikit saja bagaimana si wanita cantik itu di atas ranjang?" ujar Laki-laki Itu dengan senyum liciknya menatap kaka tirinya sekaligus ceo dikantornya Itu
__ADS_1
"selain menangis, dia tidak bisa berbuat apa-apa.. " saut pasha dengan cetusnya menahan kesalnya kepada adik tirinya itu yang bernama Nicole Abrahamic
"begitu terus terang membahas penampilan wanita sendiri dengan pria lain, sepertinya dia sungguh tidak perduli.. (batin Nicole) yang sedang memperhatikan wajah kaka tirinya Itu dengan seksama
"ohh iya, apa kau sudah ada kabar mengenai orang yang di cari kake?.. " tanya Nicole kepada pasha yang sudah beranjak bangun dari duduknya dengan gayanya
" tidak ada! "saut pasha singkat
"kalau begitu aku akan pergi bersama wanita cantik itu untuk makan malam bersama . . " ucap Nicole yang sudah berjalan pergi keluar ruangan dengan santaihya yang membuat pasha pun langsung terdiam sejenak dan mengambil sebatang roko dengan wajah kesalnya
"dengan pria lain makan malam bersama, keberaniannya semakin besar sekali dia.. (batin pasha) yang sudah menampakan wajah seramnya sembari menghisap rokonya dengan wajah suramnya
beberapa jam kemudian..
di restoran yang tak jauh dari perusahaan Abrahamic yang saat ini sedang asik makan malam penuh hikmah
"situwasinya kira-kira seperti itu dan....
ting.. (suara pesan masuk)📱
__ADS_1
" emm? maaf ada pesan masuk.. " ucap alena dengan cepat langsung membuka pesan dari ponselnya dengan wajah terkejutnya melihat isi dari pesan itu dengan wajah melototnya tak percaya
"ini...