CintaKu Terjerat Oleh Lelaki Kejam

CintaKu Terjerat Oleh Lelaki Kejam
Pasha yang tak pernah lelah


__ADS_3

pagi pun tiba...


yang saat ini Pasha pun sudah terbangun dari tidurnya Dan duduk bersandar disampaing ranjangnya sembari menatap istrinya Itu yang tersenyum puas sembari menyalakan rokonya, namun tak berselang lama Alena pun terbangun Dan perlahan membuka matanya dari tidurnya yang panjang tadi malam yang sudah melihat suaminya Itu yang sudah Ada disampaingnya dengan wajah kesalnya


"kata orang sebenarnya meroko Itu tidak bisa kencanduan, orang yang bisa kecanduan Itu hanyalah orang-orang yang merasa kesepian, orang seperti dia, sangking kesepiannya menjadi seperti orang yang sangat kejam? .. (batin Alena) yang tertegun sembari berusaha bangun dengan tubuhnya yang sudah amat kesakitan yang sudah meninggalkan bekas-bekas cupangan di sekujur tubuhnya Itu yang sudah telanjang bulat Itu


"ugh...


"kau pagi-pagi sudah mendesah diatas ranjang , kau sedang menggodaku? " sindir Pasha dengan suara khasnya menatap istrinya Itu yang sudah beranjak bangun Dan duduk disebelahnya


"dasar laki-lagi gila! jelas-jelas kau semalaman menyiksaku dengan keras, jadi ini efeknya.. (batin Alena) yang sudah menampakan wajah kesalnya


" bukan! "triak Alena dengan cepat langsung menggeserkan tubuhnya dengan cepat namun tanpa sadar dirinya pun terjatuh ke belakang ranjangnya


bukkkk!!!....


" ahh!!...


"ckkk... wanita cantik apa perlu bantuan? " ledek Pasha yang sudah tersenyum melihat tingkah istrinya Itu yang ingin menghidar darinya


"tidak perlu! ahh!.. " saut Alena yang sudah cepat beranjak bangun Dan pergi kekamar mandi yang sudah merasakan tubuhnya yang sudah riksek Dan pegal-pegal di sekujur tubuhnya

__ADS_1


beberapa menit kemudian..


klikk... (suara pintu)


Pasha pun dengan sengaja melangakah masuk kedalam kamar mandi yang sudah melihat istrinya Itu yang sudah berpakainya rapih yang abis mandi ,yang sudah berdiri memperhatikan punggung istrinya Itu yang sedang mengibaskan rambutnya beberapa kali yang setengah kering didepan cerminnya


"aku sudah hampir selesai.. "ujar Alena yang sudah menatap suaminya Itu dari pantulan cerminnya, namun dengan cepat Pasha pun berjalan menghampiri istrinya Itu dengan senyum jahatnya


"tidak perlu terburu-buru aku bisa menunggunya.. " bisik Pasha dengan suara khasnya kearah telinga istrinya Itu ,yang sudah menampakan wajah terkejutnya sembari menyimbakan baju roknya kearah atas dengan tangannya yang sudah menjelajah di punggung istrinya Itu yang sudah melepaskan ikatan Bra milik istrinya didalam sana


"ahhh!!! dasar hidung belang lepaskan aku!!... " triak Alena yang sudah menampakan wajah paniknya yang sudah membalikan tubuhnya yang sudah diangkat tubuhnya keatas westafelnya yang luas Dan disudutkan didepan cerminnya oleh suaminya Itu


"tidak! tubuhku sudah remuk, aku tidak mau!!! " protes Alena dengan wajah cemasnya yang sudah berontak dengan tenanganya yang tidak seberapa Itu dibandingkan dengan suaminya yang sekali hentakan yang sudah memposisikan tubuhnya Itu sembari menculuti baju istrinya Itu dengan paksa yang begitu buas


serkk...


"ahhh!! urghh.... ahhh!! tidak!!!. urghh..... aaaa!!..


Dan pada akhirnya Alena pun dengan pasrahnya melanyani lagi suaminya Itu dipagi Hari yang begitu buas diatas Westafelnya yang sedang bercocok tanam yang begitu buas sehingga Alena pun beberapa kali mengeluarkan klimeksnya


3 Hari kemudian...

__ADS_1


diasrama kampus yang saat ini Alena pun sedang duduk dengan diamnya termenung dengan pikiranya namun dengan tiba-tiba nana pun datang membawa sesuatu ditanganya


" Alena!.. "triak nana yang sudah berjalan menghampiri dirinya dengan wajah senanngnya..


Tak... Tak.. Tak...


" EhMm... Ada apa kau berteriak seperti Itu? "tanya Alena dengan wajah tak semangatnya menatap sahabatnya Itu yang sudah duduk disampingnya


"kenapa wajah mu seperti Itu lesu amat ? Alena, apa kau tahu zames bit akan datang lebih awal datang kekota ini untuk menghadiri sebuah Acará Amal kelas atas, Kita akan pergi menghadangkannya bukan? "saut nana dengan suara cerewet Dan antusianya memberitahukan pada sahabatnya Itu, yang membuat Alena pun langsung menoleh melihat sahabatnya Itu


"dari mana kau tahu mendapatkan impormasi Seperti ini? akurat tidak? jangan sampai tempo Hari terulang lagi ,kau ingat gara-gara dia Kita juga yang kena malunya Kan? " ujar Alena yang sudah memperingatkan Dan mengingatkan sahabatnya Itu Agar jangan terlalu ceroboh Dan tergesa-gesa


"tenang saja kau percaya Kan saja pada ku, kali ini pasti akurat, dengar-dengar latar belakang zames bit sangat bagus,syuting ternyata hanyalah kegemarannya saja , kau perah mendengar tidak ? ternyata keluarga zames bit adalah Salah Satu keluarga terpandang di kota k? "ujar nana dengan wajah girang Dan semangatnya memberitahukan kepada sahabatnya Itu secara detail, yang membuat Alena pun terdiam sejenak dengan pikiranya


"ehMm.. justru aku sedikit khawatir, jika dia tidak bersedia kerjasama dengan Kita, bagaimana pun juga, orang biasa seperti Kita mana bisa masuk kedalam Acará kelas atas seperti Itu? " saut Alena yang Sedikit ragu dengan rencananya Itu , namun dengan tiba-tiba nana pun menaruh tas besar kepangkuan sahabatnya Itu dengan wajah sumringahnya, yang membuat Alena terkejut dengan wajah bengongnya


"ah! apa ini? " tanya Alena dengan wajah penasaranya melihat benda yang sudah Ada di pangkuannya Itu


"tidak perlu khawatir, masalah Itu, kartu undangan Dan gaun sudah aku pinjem , sebaiknya Kita cepat ganti baju Kita.. "saut nana yang sudah memberitahu kepada sahabatnya Itu sembari memperlihatkan kartu undangan Dan beberapa gaun Dan asosoriesnya Satu set lengkap, yang membuat Alena pun terdiam bengong melihat kelakuan sahabatnya Itu yang begitu semangat


"lagian laki-laki Itu sudah 3 Hari tidak menghubungiku, malam ini dia seharusnya tidak akan mencariku dengan tiba-tiba bukan?.. (batin Alena) yang sudah beranjak bangun dari duduknya Dan berjalan mengikuti sahabatnya Itu yang sudah berjalan lebih dulu yang tak sabaran Itu

__ADS_1


__ADS_2