
"sepertinya dia sudah pergi , kau sudah bisa mendesah bukan! " sindir pasha dengan suara khasnya menatap istrinya dengan liciknya
"dasar brengsekk!.. lepaskan aku , aku mohon jangan lakukan disini setidaknya ini kamar orang lain! " pinta alena dengan wajah melasnya menatap suaminya itu
"ckkk.. hari ini aku melihat kau dan Simon berduaan ditaman belakang ? kelihatannya kalian melakukan sesuatu hal dibelakangku ? " sindir pasha dengan tatapan dingingnya yang membuat alena pun sedikit terkejut mendengarnya
"sudah sampai tahap apa mereka berdua dibelakangku?.. (batin pasha) menatap alena dengan wajah penasarannya
"apa kalian melakukan pelukan? ciuman? atau lebih Jauh lagi dari itu? " tanya pasha sekali lagi dengan suara tegasnya menatap dingin kepada alena yang sudah memegang lehernya yang seperti ingin mencekiknya dengan satu tangannya , dan alena pun yang mendengar itu pun sedikit ketakutan yang sudah memegang tangan pasha dari lehernya
__ADS_1
"tidak ada, dia hanya khawatir aku kedinginan , jadi dia dengan insiatifnya mengajakku keluar . . hmm.. berlari hanya satu putaran ketaman belakang! " saut alena yang apa adanya memberitahukan kepada suaminya yang sedang intorgasi dirinya yang seperti buronan
"lari? dengan kemampuan ini, beberapa lama kau kuat lari ? apa kau pikir aku bodoh! " bentak pasha dengan kesalnya menatap alena yang begitu lekatnya sembari memegang dagunya yang lancip itu yang penuh penekanan
"bukan! setelah itu.. kita berbincang sebentar .. ah! lalu dia memelukku , itu hanya pelukan dan tidak lebih, sungguh... sung... guh.. ! saut alena dengan rasa kegugupannya bicara sejujurnya kepada suaminya yang membuat pasha yang mendengar itu langsung menghelang nafas beratnya sembari beranjak bangun dari tubuh istrinya dan duduk dipinggir ranjangnya dengan wajah datarnya
" uhu~~ngomong-ngomong apa kau masih ingin pergi dengannya? saat dia memelukmu, apa dia melakukan sesuatu yang lainnya? " sindir pasha dengan wajah suramnya, yang membuat alena pun yang mendengar itu dengan cepat beranjak bangun dari tidurnya dan duduk disamping suaminya dengan tatapan penasarannya
"hmm.. ketahuan juga olehmu , kalau aku sedang cemburu! apa itu membuatmu puas? " sindir pasha yang tersenyum liciknya menatap alena sembari mengelap tangannya yang begitu menjaga kebersihanya dengan tisu basah yang sudah di atas naskah yang tak jauh dari dirinya
__ADS_1
"dia hanya memelukku, tidak melakukan hal yang lain, dan ini juga tidak ada didalam kontrak kita, jadi jangan coba menyulitkanku hanya karena masalah sepele! " protes alena dengan kesalnya kepada suaminya yang begitu berlebihan
" reaksinya ini, apa maksudnya ? dia berani sekali, dan bahkan berani berdebat denganku! . . (batin pasha) yang sedikit terkejut menatap istrinya yang begitu berani kepadanya dengan tatapan tak sukanya
"kapan aku pernah menyulitkanmu? " tanya pasha dengan sengaja mendekatkan wajahnya kearah istrinya dengan tatapan liciknya, dan alena pun dengan cepat langsung memundurkan wajahnya sedikit dengan kagetnya
"ckk.. jika aku mengembalikan uangnya, apa aku akan mendapatkan kebebasanku? " tanya alena yang hanya ingin memastikan keputusan suaminya itu, dan pasha pun yang mendengar itu langsung beranjak bangun dari duduknya sembari membenarkan kemeja dan jasnya dan tak lupa menoleh melihat istrinya yang masih duduk terdiam melihat dirinya
" baiklah, kembalilah jika kau punya banyak uang, malam ini sebaiknya kau ikut aku pulang kevilla bersamaku! " bujuk pasha dengan gaya angkuhnya sembari mengeluarkan ponselnya yang ingin menelepon seketarisnya diluar Sana
__ADS_1
"dia tidak pernah menanyakan pendapatku, kapan aku bisa menolak permintaanya itu? .. (batin alena) yang terdiam sejenak dengan pikiranya