
3 hari kemudian..
alena pun yang sudah mulai berangsur membaik dirumah sakitnya, doctor pun mengijinkan pasienya untuk pulang kerumahnya, yang membuat alena pun sangat amat senangnnya yang sudah merapihkan bajunya kedalam tas nya dan tentunya disaat kejadian itu pasha pun sedikit jarang ketemu dengan istrinya itu
" ohh iya, semua prosuder sudah selesai diurus, saat ini kau bisa keluar dari rumah sakit ! " ujar doctor itu yang sudah memberitahukan kondisi pasienya yang sudah berdiri dengan senyum ramahnya , yang membuat alena pun langsung menganggukan kepalanya dengan rasa lega nya
"terimakasih doctor! "saut alena yang sudah tersenyum ramahnya kepada doctor itu yang sudah merawatnya hingga pulih total diwaktu kejadian malam beberapa hari yang lalu
beberapa jam kemudian..
alena pun memutuskan pulang kerumahnya disaat tidak ada pelajaran kampusnya hanya beberapa hari saja dan tentunya sudah berpamitan kepada sahabatnya itu yang satu kamar denganya yang tak lain adalah Nana , dan alena pun tidak memberitahukan kepada keluarganya tentang masalah menimpa dirinya disaat kejadian malam itu dan harus dirawat dirumah sakit hanya beberapa hari saja
tak... tak... tak...
klikk... (suara pintu)
__ADS_1
"aku pulang.. " triak alena yang sudah berjalan masuk sembari membuka sepatunya dengan cepat
"alena sudah pulang !.. " sapa ibu tirinya alena dengan suara lembutnya yang bernama Maya Angelou yang sudah tersenyum ramahnya menatap anak tirinya itu yang sudah berjalan memghampirinya
"iya, ibu!.. " saut alena singkat yang sudah menampakan wajah senyum kecilnya
"hai, kak, sebelomnya aku pernah cerita kan kalau ponselku dicuri, bukannya kau sudah berjanji akan membelikanku ponsel baru? apa kakak sudah membelikannya untukku ? " tanya sany yang sudah menampakan wajah tak sabarannya menatap kakak tirinya ya itu yang sudah duduk disamping ibunya
"belakangan ini aku sedang sibuk belajar, tidak ada waktu untuk menulis sekenario , jadi aku tidak punya uang lebih sementara waktu ini! "ujar alena dengan suara tegasnya yang sudah tahu ponsel adik tirinya itu yang sudah ada ditangannya , dan dirinya langsung beranjak pergi kedalam kamarnya dengan wajah capeknya
alena pun masuk kedalam kamarnya dan duduk diatas ranjangnya sembari membuka tasnya dan merogoh ponsel lamanya yang diberikan untuk adik tirinya itu dengan rasa kecewanya sembari menghelang nafas beratnya
" uhu~~biarkan rahasia sany tersimpan rapat.. (batin alena) sembari menatap ponsel adik tirinya itu yang ingin dimasukan kedalam lacinya namun dengan tiba-tiba sany pun datang dengan wajah marahnya
brakk...
__ADS_1
"kau cari alesan sebanyak ini, intinya kau tidak mau membelikan ponsel untukku kan? kau hanya anak dari simpanan ayah diluar Sana, keluarga kami membiarkanmu tinggal disini dan sangat baik padamu, kau bukanya bersyukur , malah berani... "bentak sany dengan wajah kesalnya berjalan masuk namun dengan sadarnya dirinya pun terkejut bukan main yang langsung merampas ponselnya dari tangan kakak tirinya itu
"kau malah berani mencuri ponselku hah? kau sama saja dengan ibu mu, siluman rubah yang murahan! " triak sany yang sudah menampakan wajah murkanya kepada kakak tirinya itu sembari mendorongnya begitu keras
"ah! tutup mulutmu sany , keluar Sana , saat ini aku tidak mau berdebat denganmu yang tidak tahu diri! keluar! "triak alena dengan wajah marahnya mengusir adik tirinya itu sembari beranjak bangun dan berdiri dengan mata melotot kepada adik tirinya itu , yang membuat sany pun tidak terima dengan wajah marahnya
"kau... kau beraninya bersikap seperti itu padaku hah! aku pasti tidak akan melepaskan mu inget itu! " triak sany dengan rasa kesalnya langsung membalikan tubuhnya dan berjalan pergi didalam kamar kakak tirinya itu sembari membating pintunya dengan kasarnya
brukkk.... (suara pintu?
"cih.. dia benar-benar wanita gila tak tau diri udah merebut kasih sayang ayah dari tanganku,justru malah berani mencuri ponselku dan bahkan mengintip rahasiaku! awas saja!.. (batin sany) yang sudah berjalan dengan rasa marah dan kesalnya menuju kamarnya
dan didalam kamar alena pun hanya bisa menghelang nafas beratnya sembari membantingkan tubuhnya keatas ranjangnya yang sudah menampakan wajah kusutnya
" uhu~~ ini salahku , seharusnya aku juga tidak memanjakan sany , lagi pula dia juga tidak akan berubah sipatnya seperti ini! sungguh menyebalkan!.. dumel alena dengan rasa kesalnya sembari menutup matanya dengan rasa capeknya yang sudah menaruh tangannya diatas jidatnya
__ADS_1