CintaKu Terjerat Oleh Lelaki Kejam

CintaKu Terjerat Oleh Lelaki Kejam
menguntit


__ADS_3

pagi pun tiba...


alenapun yang sudah rapih dan cantik bergegas berjalan keluar kamarnya namun dengan tiba-tiba sany pun berjalan menghampiri kakak tirinya itu


"kak, apa betul studio kalian berkerja sama dengan perusahaan besar untuk mengadakan kompentisi pencarian bakat? kau jangan menutupinya dariku lagi, aku sudah melihat proposal pencarian bakat didalam tasmu itu? " tanya sany dengan cetusnya kepada kakak tirinya itu


"kau tidak cocok, lagi pula kau masih kecil, ini hanyalah kompentisi bakat kecil-kecilan , kelak jika ada kesempatan bagus ,aku akan membantumu! "saut alena dengan juteknya membalikan tubuhnya yang ingin beranjak pergi menuju kampusnya


"sany, adalah seorang anak yang labil, jika membiarkan mengikuti keinginannya , takut nya dia akan bolos sekolah setiap harinya ataupun putus sekolah dengan obsesinya, akan gawat jika itu benar!.. (batin alena) dengan keputusannya menolak keinginan adik tirinya itu, yang membuat sany yang mendengar itu sangat kesal kepada kakak tirinya itu yang sudah berkacak pinggang menatap punggung kakak tirinya itu yang beranjak pergi dari hadapanya


"tunggu! kau jangan berbohong! aku sudah melihatnya, biaya promosinya saja sudah memakan jutaan, berarti itu bukan kompentisi kecil-kecilan, bilang saja kau memang tidak ingin melihatku berhasil bukan? kalau kau sudah merasa hebat, sebaiknya kau jangan pulang lagi kerumah ini lagi! "triak sany dengan wajah marahnya melihat punggung kakak tirinya itu yang terus berjalan tanpa menoleh atau pun menghiraukan ucapan adik tirinya itu


tak... tak... tak...

__ADS_1


yang membuat alena pun hanya bisa terdiam sembari menghelang nafas beratnya


" uhu ~~sudah hidup bersama selama puluhan tahun, apakah sany tidak memiliki perasaan persaudaraan terhadaku? apa jangan-janGan karena aku sudah melihat photo-photo rahasiannya sehingga dia berbuat seperti itu?.. sungguh menyebalkan!.. (batin alena) dengan wajah diamnya mengingat perkataan adik tirinya itu yang sangat pertengtangan dengannya , sembari berjalan menuju halte, namun dengan tiba-tiba mobil sedan hitam pun berjalan menghampirinya


tin.. Tin.. tiN... (suara kelakson)


yang membuat alena pun terkejut melihat mobil yang sudah berada disampingnya


"ayo naik, aku akan antar kau ke kampus ! " ajak Simon dengan suara khasnya melihat alena yang sudah berdiri tidak jauh darinya, yang membuat alena pun yang mendengar itu langsung membuang muka kearah lain dengan juteknya


beberapa menit kemudian..


Simon yang tak pantang menyerah mengikuti alena menuju kampus yang saat ini sudah berjalan mengikuti dari belakangnya , yang membuat alena pun sedikit risih melihat sikap Simon terhadapnya , dan beberapa mahasiswa pun memperhatikan pria yang sudah berjalan dibelakang alena dengan gayannya

__ADS_1


"hei! sejak kapan dikampus kita ada pria seperti itu? sungguh luar biasa gila l!! aaahhh!!.. "AAAAAhhh!! tampan sekali! " ujar beberapa mahasiswa itu yang sudah heboh melihat pria dibelakang alena dengan isterisnya , yang membuat alena pun sedikit terganggu melihat pria di belakangnya itu


"dia sebenarnya ingin menguntitku sampai kapan ? apa dia tidak punya perkerjaan lain selain mengikutiku!.. (batin alena) yang sudah menampakan wajah kesalnya yang terus berjalan masuk kedalam kampusnya namun dengan tiba-tiba Nana pun berlari menghampiri sahabatnya itu


tak. .. tak.. tak..


" alena! apa kau sudah baikan, maaf waktu itu aku tak bisa menjengukmu aku pulang kampung ibuku sakit keras, apa kau tahu saat malam kau hilang aku sangat khawatir dan ponsel kau juga tidak bisa dihubungi ! "ujar Nana yang sudah berdiri dihadapan sahabatnya itu dengan wajah rasa bersalah dan penasaran kepada sahabatnya itu , yang membuat alena pun yang mendengar itu hanya bisa tersenyum kaku


" aku...


"malam itu dia ada bersamaku , ponselnya pun kehabisan batrie , jadi dia tidak bisa menghubungimu! " saut Simon yang memotong kalimat alena dengan suara khasnya menatap Nana dengan senyum ramahnya, yang membuat Nana pun terkejut melihat pria yang sudah ada dihadapanya


"kau.. bukannya tuan Simon bolivar kan? "tanya Nana kepada pria dihadapanya dengan wajah begongnya

__ADS_1


"malam itu bukannya dia memperingatkan alena untuk meninggalkan pasha , tapi kenapa dia bilang tadi malam itu bersamanya? . . (batin Nana) yang sudah merasakan sedikit curiga kepada sahabatnya itu


__ADS_2