CintaKu Terjerat Oleh Lelaki Kejam

CintaKu Terjerat Oleh Lelaki Kejam
merebutkan gaun hijau


__ADS_3

sore pun tiba...


alena pun yang terbangun dari tudurnya langsung beranjak bangun dari ranjangnya sembari melihat cermin dan mengambil sebuah sisir diatas mejanya yang ingin merapihkan rambutnya yang sudah berantakan, tak butuh lama jeje pun keluar kamarnya sembari mengikat rambutnya dan berjalan menuju dapur, namun alena pun berhenti melihat adik tirinya itu dengan bersama teman-temannya yang bicara begitu hebohnya yang membuat alena sedikit penasarannya berjalan menuju ruang tamu,


"ya, tuhan pakaianmu ini cantik sekali, dan acseseoris ini, cantik juga pas dengan bajunya! " ujar salah satu teman sany yang sudah duduk disamping nya sembari memegang gaun berwarna hijau itu , yang membuat alena pun sedikit terkejut melihat bajunya itu


"sudah kembalikan baju itu, itu milik temanku sekampusku Nana , aku harus mengembalikannya ! " saut alena yang sudah berdiri didepan mereka dengan wajah datarnya


"ckk.. kau bilang simiskin itu? hahah.. jangan bohong! aku tidak mau dan pokonya aku ingin gaun ini termasuk acseseorisnya titik!" cetus sany yang sudah melihat kakak tirinya itu dengan rasa juteknya , yang membuat alena pun semakin kesal dibuatnya


"kau, jangan cari masalah, cepat kembalikan barang-barangku! " bentak alena yang tak mau kalah ingin mengambil bajunya dari tangan adik tirinya itu , namun dengan cepat teman sany pun langsung mendorong tubuh alena yang begitu kasar

__ADS_1


"ahh!..


" hei, jangan asal pegang saja ! "bentak salah satu teman sany yang bernama fora yang sudah menampakan wajah rasa kesalnya yang sudah mendorongnya kaka tirinya dari sahabatnya itu , namun dengan tiba- tiba yusup pun datang yang sudah berdiri didepan pintunya melihat anak-anaknya dan beberapa teman sany yang begitu arogan


"apa-apa ini? " bentak yusup melihat mereka semuanya dengan tatapan tak sukanya , yang membuat alena pun menoleh dan menghampiri ayahnya itu


"ayah, mereka mengambil barang-barangku, aku harus mengembalikannya kepada temanku, ayah, aku....


"sany, bagaimana dengan kakamu ini? bukan barang dia tapi malah bersikeras Menyuruh ayahmu untuk mengembalikannya, bukannya ini namanya merebut secara terang-terangan bukan? " sindir salah satu teman sany yang bernama lani yang membela dan mempercayai sahabatnya itu dengan tatapan tak sukanya , yang membuat yusup pun semakin kesal dan marah dibuatnya


"cepat kembalikan kepada kakamu! jika kau tidak mengembalikannya! kelak kau tidak perlu kerumah ini lagi! aku akan menganggap ,tidak pernah mempunyai putri seperti mu! "ancam yusup dengan suara bentakannya sembari melotot kepada anaknya itu , yang membuat istrinya pun langsung datang dan menghampiri suaminya itu dengan tatapan rasa kesalnya

__ADS_1


"yusup, bagaimana kau bisa bicara seperti itu kepada putri kita! dan bagaimana bisa kau memastikan kalau ini barang milik alena? "saut Maya yang sudah berdiri menatap suaminya itu yang membuat alena pun terkejut yang sudah menampakan wajah rasa tidak percanya nya kepada ibu tirinya itu


" ibu, bukannya ibu melihatnya aku membawanya tadi siang disaat aku pulang, kenapa ibu malah memihak kepada sany? "protes alena kepada ibu tirinya itu dengan rasa kecewanya


" aku tidak memihak siapapun , kenyataannya aku aku juga tidak tahu barang itu milik siapa? "saut Maya yang sudah membuang muka kearah lain dengan wajah rasa capeknya , yang langsung membalikan tubuhnya berjalan pergi menuju kamarnya yang selalu mendengar keribuatan dirumahnya setiap kali alena pulang kerumahnya , yang membuat yusup pun langsung menoleh melihat anak bungsunya itu dengan tatapan dinginya


"cepat kembalikan barang-barangnya kepada alena, dan kembalilah kekamarmu untuk belajar, lain kali, kau tidak boleh bergaul dengan orang tidak jelas ! " ujar yusup dengan suara tegasnya sembari menatap kedua sahabatnya sany yang begitu arogan dan kasar, yang membuat sany pun sangat marah dan kesal langsung ngembalikan barang-barangnya dengan kasar didepan ayahnya , dan berjalan pergi dengan cepat menuju kamarnya ,dan kedua sahabatnya itu pun langsung berjalan keluar dengan rasa kecewa dan ketakutannya mendengar perkataan ayah dari sahabatnya itu , yang membuat yusup pun langsung menghelang nafas beratnya Sembari melihat anak sulungnya dari wanita gelapnya diluar Sana


"ayah minta maaf, kau cukup menderita disini, ayah selalu bersalah padamu nak! "ujar yusup dengan suara lembutnya menatap anak sulungnya itu sembari mengelus puncuk rambut anaknya beberapa kali


"ayah, jangan berbicara seperti itu lagi, jika bukan karena ayah , aku juga tidak tahu harus tinggal dimana lagi saat ini! "saut alena yang sudah tersenyum hangatnya kepada ayahnya itu sembari memegang tas kecil ditangannya , yang membuat yusup pun terdiam sejenak dengan rasa bersalahnya menatap putrinya itu

__ADS_1


"dia seharusnya memiliki kehidupan yang lebih baik , jika bukan karena aku.. maafkan ayahmu nak!.. (batin yusup)..


__ADS_2