
yang membuat Simon pun langsung menarik tangan alena kearahnya yang begitu cepat
"ahh!!...
yang membuat pak supir itu pun terkejut setengah mati yang sudah mengerem Mobilnya yang begitu mendadak
cekitttt.....
"bagaimana kau ini, apa kau jalan tidak pake mata? apa kau sudah bosan hidup, jika ingin mati sebaiknya jangan menyusahkan orang lain ! ehMm... " triak supir itu dengan wajah kesalnya melihat gadis tak jauh dari pandangannya , dan tak butuh lama supir itu pun dengan rasa hati-hatinya langsung melajukan truck nya dengan kecepatan sedang meninggalkan lokasi , yang membuat alena pun hanya bisa terdiam dengan wajah shoknya, namun dengan cepat dirinya pun tersadar menatap pria yang ada didekapanya yang langsung melepaskan pegangannya dan mendorong tubuh pria itu dari hadapanya
"apa kau masih belom cukup apa yang kau lakukan malam itu hah ? apa yang kau ingin lakukan lagi padaku? apa kau ingin menculiku lagi! " bentak alena dengan wajah kesalnya menatap pria itu
"kau tidak perlu setakut itu, aku hanya ingin melihatmu saja ! " saut Simon dengan suara khasnya menatap alena dengan dinginya
__ADS_1
"kau sangat baik, tapi aku tak butuh itu dan tak usah repot-repot aku bisa sendiri! " cetus alena dengan wajah juteknya , namun Simon tak perdulikan apa yang dikatakan alena kepadanya dia hanya terdiam dengan dinginya sembari mengambil beberapa buah dikantong kereseknya dan berjalan pergi meninggalkan alena seorang diri
"eh! tunggu! mau dibawa kemana buah -buahku? " triak alena dengan wajah marahnya menatap punggung pria itu dan berjalan mengikuti langkah dari belakangnya yang begitu cepat
"mau apa dia sebenarnya?.. (batin alena) yang sudah sedikit was-was dan berjaga-jaga kepada pria itu
"tunggu! jika kau ingin aku meninggalkan pasha , lebih baik kau mecari dia , aku tidak....
"alena! abis dari mana kalian, apa ini pacarmu? " sontak bibi lia yang sudah berjalan menghampiri anak tetangganya itu dengan wajah penasarannya sembari memperhatikan pria yang ada disampingnya , yang membuat alena pun sedikit terkejut melihat tetangga nya menghampirinya dengan wajah keponya itu
"hahaha... alena, baiklah, aku mengerti aku sudah tahu dan aku tidak akan bertanya lagi, anak jaman sekarang begitu berani dan terang-terangan! "ujar lia dengan wajah sinisnya membalikan tubuhnya dan perjalan pergi meninggalkan mereka berdua, yang membuat alena pun menoleh melihat pria yang masih berdiri dengan tatapan dinginya
"kau ingin aku bagaimana lagi? jika kau memiliki cara agar dia bisa melepaskan aku, rugi pun aku juga bersedia, agar kau juga tidak kembali menggangguku lagi! "cetus alena dengan wajah juteknya menatap pria itu
__ADS_1
" kau mau berencana rugi beberapa banyak? "tanya Simon menoleh menatap alena dengan wajah seriusnya, yang membuat alena pun terdiam dengan wajah bingungnya
" tunggu! bukannya kau yang memintaku dan ingin membantuku? lalu kenapa? "tanya alena balik dengan wajah sedikit curiganya menatap pria itu yang begitu optimis ingin memisahkan dirinya dan pasha
"aku tidak ingin dia bersamanya , aku tidak ingin dia terpikat dengan wanita manapun termasuk kau sendiri! " saut Simon memberitahukan alasanya kepada alena dengan wajah dinginya yang membuat alena pun yang mendengar itu sangat terkejut bukan main dengan pikiran yang sudah salah paham terhadap pria yang ada dihadapanya
"astaga! dia benar-benar sangat perduli dengannya , apa jangan-janGan dia menyukai pasha hingga berbuat seperti itu padaku, ternyata dia homo!.. (batin alena) yang sudah menampakan wajah terkejut bukan main dengan mata melototnya melihat pria itu yang sudah berjalan lebih dulu meninggalkan dirinya yang masih berdiri dengan wajah bengongnya
tak berselang lama ..
mereka berdua pun sampai didepan gerbang pintu rumah alena dan Simon pun memberikan kantong plastiknya kepada alena dengan wajah dinginya yang membuat alena pun dengan cepat menerimanya dengan wajah sedikit terkejutnya
"ternyata dia bahkan tahu aku tinggal dimana , dia benar-benar sungguh seorang penguntit.. (batin alena) dengan wajah sedikit rasa was-wasnya melihat gelagat pria yang ada dihadapanya, yang membuat Simon pun membalikan tubuhnya yang ingin beranjak pergi
__ADS_1
"oh iya, beritahu aku jika kau sudah selesai memikirkannya , aku akan membantumu! "ujar Simon dengan suara khasnya berjalan pergi meninggalkan alena dengan wajah dinginya yang membuat alena pun semakin bingung dengan sikap pria itu
"pria ini sungguh aneh sekali, jangan -jangan dia benar-benar memiliki perasaan seperti itu terhadap pasha sehinga dia pun cemburu padaku! . . (batin alena ) dengan wajah bingungnya langsung berjalan masuk kedalam rumahnya dengan cepat