
"kau.. gayamu Itu , apa sedang ingin menggodaku? pantas saja Nicole Abrahamic tertarik padamu ! " ujar pasha dengan tatapan kesalnya yang sudah berada diatas tubuh istrinya Itu sembari menarik bajunyanya hingga terlepas kancingnya yang membuat alena pun sedikit ketakutan dengan tatapan was-wasnya
"kau jangan dengarkan ucapan konyol sahabatku Nana tadi , aku Dan tuan Nicole hanya membahas pekerjaan sewaktu makan malam Dan tidak lebih! " saut alena yang sudah memberitahukan yang sejujurnya menatap suaminya itu
"ditambah lagi, dia tahu aku adalah orangmu,Dan tidak mungkin dia menyukaiku , tuan ,apa aku percaya padaku? " ujar alena dengan rasa gugupnya yang semakin dekat melihat suaminya itu memandanginya yang sudah menampakan wajah suramnya
"di saat dia makan, dia tidak pernah membahas masalah pekerjaan! " saut pasha yang sudah menatap penuh kecurigaan pada istrinya Itu yang sudah beranjak bangun dari tubuh istrinya Itu yang membuat alena pun terdiam dengan wajah bingung Dan ketakutannya yang sudah beranjak bangun sembari membenarkan bajunya yang sudah melorot kebawah
"aku tidak boleh membuatnya marah aku harus sabar, sabar alena pasti kau bisa.. (batin alena) dengan diamnya namun dengan tiba-tiba pasha pun memperhatikan tubuh istrinya Itu yang sedang membenarkan kancingnya Satu persatu namun dengan cepat pasha pun menghentiaknya yang sudah memegang tangan istrinya Itu dengan tatapan liarnya
"apa yang kau lakukan? aku juga tidak berkata aku tidak mempercayaimu? tapi kali ini kau sedang menembus kesalahan padaku semalam tadi atau... kau hanya khawatir aku Akan mengganggu keluargamu Itu? " bisik pasha dengan suara lembunya mencium Dan menggigit telingan. istrinya Itu dengan gemas yang membuat alena pun sedikit merasakan geli kesakitan , yang membuat pasha pun langsung membalikan wajah istrinya Itu kearahnya yang sangat amat geregetan mencium bibir mungkil istrinya Itu yang agresif Dan liar yang membuat alena pun sedikit kewalahan dengan nafas yang sudah tersenggal-sengal tak beraturan
"mmmmuuuaachhhš.. mmmuuuaccuuhh.. š
yang membuat alena pun dengan rasa tertekannya yang dibuat oleh suaminya itu dengan tiba-tiba terjatuh lemas kebelakang yang sudah merasakan sakit di kepalanya itu yang sudah cenat-cenut
__ADS_1
" ha~~kepalaku sakit sekali ! .. "ujar alena dengan wajah lemasnya langsung memejamkan matanya yang sudah merasakan linu tak tertahankan yang membuat pasha pun dengan diamnya menghentikan niat liarnya itu pada istrinya yang sudah terbaring diatas ranjang pasiennya Dan dirinya pun ikut terbaring Dan memeluknya istri kecilnya itu sembari mengecup jidatnya yang perlahan yang membuat alena pun terkejut dengan wajah bengongnya
"dia jelas-jelas masih... apa jangan-jangan orang seperti dia juga mengerti apa arti kata kasihan? "(batin alena) yang masih melongo menatap suaminya itu dengan mata bulatnya
"istirahatlah, untuk beberapa hari , selagi aku lagi baik Dan membiarkan dokter temanku untuk melakukan oprasi kecil untukmu, nantinya jidatmu tidak Akan meninggalkan bekas luka . . " ujar pasha yang sudah menutup mata istrinya Itu dengan tangannya sendiri yang dari tadi menatapnya dengan wajah bengongnya kepadanya , yang membuat alena pun hanya bisa pasrah Dan terdiam dengan matanya yang sudah ditutup begitu saja
"terima... kasih, tuan.. " saut alena dengan suara pelannya
"jika kau melakukannya sekali lagi, kau Akan tahu akibatnya! " acam pasha yang sudah melepaskan tangannya dari wajah istrinya Itu sembari menganti posisinya yang sudah memeluknya istri kecilnya itu dari dekapannya
"tuan..
" hMm..
"semalam... apa semalam terhitung tidak? " tanya alena dengan suara gugup Dan hati-hatinya menatap suaminya itu yang sudah memejamkan matanya
__ADS_1
"terhitung apa? " tanya pasha dengan wajah nangatuknya yang sudah membalikan tubuhnya menjadi terlentang
"menanimu... malam dimana menemanimu tidur? " saut alena dengan suara pelannya sembari menatap suaminya itu dengan rasa gugup Dengan ketakutannya bercampur penasaran Akan hutangnya padanya, yang membuat pasha pun terdiam sejenak dengan pikiranya
"wanita ini, sebenarnya seberapa besar penolakannya untuk tidur bersamaku!.. (batin pasha) yang sudah membuka matanya dengan tatapan dinginya yang membuat alena pun sedikit bingung melihat ekpresi wajah suaminya itu
"tuan? . .
"apa kau tahu semalaman aku berdiri di samping mu. , Dan tidak tidur sama sekali, kalau kau tidak mau beristirahat, sebaiknya temani aku melakukan Hal yang lain! jangan membuang waktuku dengan pertanyaan yang tidak ada untungnya bagiku! " bentak pasha dengan suara ancamnya yang tak sabaran itu melihat istrinya yang banyak pertanyaan dengan tatapan kesalnya , yang membuat alena pun langsung tertunduk ketakutan dengan tubuh yang sudah gemetar hebat
"tidak! kepala ku sangat pusing sekali! aku ingin istirahat! ..
" HMph...
yang membuat alena pun dengan cepat langsung menutup matanya dengan hati gelisahnya yang sudah menyelimuti dirinya itu
__ADS_1
"berdiri terus Dan tidak tidur? Dan tidak terhitung.. hM, kalau tahu begitu seharusnya aku membagi setengah ranjang pasien ini kepadanya yang seperti sekarng ini, tapi apakah itu benar dia berdiri semalaman di samping ranjangku? tidak mungkin... "(batin alena) dengan wajah bingung bercampur tidak percaya nya Akan suaminya itu lakukan padanya yang membuat alena pun langsung tertidur begitu saja di samping suaminya dengan lelapnya yang sudah di pelukannya yang begitu erat dari dekapan suaminya itu