
"tapi, aku juga sama gak punya sim, ohh iya, kenapa kau memangilnya ketua pasha? " tanya alena dengan wajah sedikit penasaranya
"dia adalah kakak pertama dari keluarga Abrahamic , selain kak pasha , ada kakak kedua kak Nicole dan ketiga kak lili ! "saut Natasha dengan amat senangnya memberitahukan keluarga Abrahamic satu persatu , yang membuat alena pun langsung mencubit hidung Natasha dengan gemasnya yang berada dibahunya iTu
"turunlah, kau ternyata berat juga hahaha... " ledek alena dengan senyum lebarnya
"tampaknya sosok ketiga ini , sepertinya orang yang bersama Jennifer dikantor beberapa hari yang lalu ! .. (batin alena) yang baru sadar
"ihhkkkk...aku tidak berat, aku tidak perduli , karena aku suka ada aroma ibu ditubuh kak alena, aku menyukainya , hahahaha.... " tolak Natasha yang mempererat tanganya memeluk punggung alena dengan begitu senangnya dengan canda tawa didalam Sana, namun berbeda dengan kedua pria tampan yang sedang berdiri didepan pintu kamar Natasha yang sedang menguping mereka bicarakan yang tak lain adalah zames dan pasha dengan tatapan dinginya
"sepertinya Natasha senang sekali, bagaimana jika kita jangan masuk , aku takut kedatangan kita akan sangat mengganggu mereka bagaimana? " bujuk zames kepada pasha dengan suara khasnya , namun dengan tiba-tiba mereka pun mendengar ucapan kepolosan Natasha kepada alena yang membuat zames pun sedikit canggung dibuatnya
"kak alena, menikahlah dengan kakaku , jadilah kakak iparku, jadi kau tidak perlu meninggalkanku ! " bagaimana? hahahaha... "pinta Natasha dengan polosnya yang membuat alena pun tak bisa menjawab apa- apa hanya bisa mengalihkan topik pembicaraan yang membuat Natasha lupa dalam sesaat didalam Sana dengan tawa candanya
__ADS_1
"anak kecil tidak mengerti apapun, ini tidak ada hubungannya denganku! "protes zames dengan canggung nya menatap pasha yang sudah terdiam melihat dirinya
" tapi, aku merasa jika kau begitu senang! " sindir pasha singkat , yang membuat zames yang mendengar iTu langsung menggelengkan kepalanya sembari kedua tanganya ikut serta kearahnya dengan gugupnya
"jika aku ingin merebut sesuatu! aku tidak akan merebut milikmu! " protes zames dengan wajah paniknya melihat sahabatnya iTu
"baguslah, bila kau sadar diri! " cetus pasha dengan juteknya yang langsung mengetuk pintu Natasha hanya beberapa kali ketuk Saja dan dirinya pun masuk tanpa dikunci
klekkkk.... (suara pintu)
"kalian kenapa pada masuk? " tanya alena dengan wajah rasa ketakutanya melihat suaminya iTu
"apa kau terbiasa berpakaian seperti ini didepan laki-laki lain? "saut pasha dengan suara khasnya menghampiri istrinya yang ingin membenarkan lengan bajunya yang sedikit terbuka dadanya, yang membuat alena pun salah paham dan panik mengingat dengan sikap suaminya iTu yang begitu kasar yang ingin merobek bajunya sebelomnya
__ADS_1
" jangan!!!..."triak alena yang langsung menutup tubuhnya dengan kedua tanganya yang begitu erat , dengan reflek langsung menampar wajah suaminya yang cukup keras
plakkk....
yang membuat pasha, zames, dan Natasha pun terkejut , dan alena pun dengan sadarnya langsung menurunkan tanganya dengan wajah sedikit bersalahnya yang membuat ruangan pun mendadak terdiam hening sejenak
"dikiraku dia ingin merobek pakaianku lagi? tapi ingin membenarkan pakaianku? gawat, apa dia akan marah besar?.. (batin alena) yang langsung terdiam dengan rasa ketakutanya, yang membuat pasha pun langsung menatap alena dengan dinginya
"kau menamparku? " bentak pasha dengan suara khasnya
"aku... bukan...
"kak pasha, kak alena tidak sengaja dia hanya bercanda Saja tadi!.. " bela Natasha dengan suara paniknya yang memotong kalimat alena dengan tiba-tiba sembari melihat mereka berdua yang mulai panas, dan pasha pun yang mendengar iTu langsung berubah raut wajahnya menjadi manis , sembari membenarkan baju alena dengan kedua tanganya
__ADS_1
"tidak apa, aku hanya bercanda saja dengannya, mungkin dia merasa jika banyak nyamuk dirumah kalian , tenang saja dia hanya memukul nyamuk dipipiku ! "saut pasha dengan suara sedikit rendah dan pelan sembari menoleh melihat Natasha dengan senyum lebarnya
"nada bicaranya tidak seperti sedang bercanda, justru senyumannya pun sangat menakutkan ! ya tuhan apa yang harus aku lakukan .. (batin alena) yang sudah merasa was-wasnya