CintaKu Terjerat Oleh Lelaki Kejam

CintaKu Terjerat Oleh Lelaki Kejam
Simon yang keras kepala


__ADS_3

tak berselang lama seseorang pun datang yang terburu -buru berjalan masuk menghampiri kedua orangtuanya


tak... tak... tak...


"ded, mam, kenapa dengan Simon? apa dia baik-baik saja? " tanya varel bolivar kakak Simon yang tertua dari keluarga bolivar saat ini , yang membuat kedua orang tuanya itu pu menoleh melihat anak sulungnya itu menghampiri mereka


"varel , kau sudah kembali dari negara k, simon masih belom sadarkan diri, dia masih tertidur lemas.. " saut vacelia indri bolivar ibu dari kedua putra Simon dan varel dengan wajah cemasnya


"dan kau adalah perempuan yang bersama Simon diapartemnya kan? " tanya varel menatap dan memperhatikan bekas cupangan merah dileher wanita itu yang tidak jauh dari pandangannya , dan alena pun yang sadar itu langsung menutup lehernya dengan tangannya begitu cepat , yang membuat vacelia, bolivar dan bibi ijah pun menoleh memperhatikan wanita itu dengan tatapan rasa curiga dan salah paham


"kami tidak memiliki hubungan seperti itu, aku hanya... hanya kebetulan bertemu dengannya.. berhubung kalian semua dari keluarga Simon sudah datang sebaiknya aku pergi keasrama ku.. maaf! " ujar alena dengan wajah gugupnya tertunduk malu yang sudah diperhatikan oleh semua orang yang ada ruangan itu

__ADS_1


"gadis kecil, kau berasala dari sekolah mana? aku akan menyuruh orang untuk membantumu minta izin 2 hari, aku takut ketika dia bangun nanti, dia akan ribut untuk keluar dari rumah sakit karena tidak dapat menemukanmu! " pinta bolivar abima ayah dari Simon dengan suara khasnya menatap gadis kecil itu dengan wajah berharapnya


"Simon sudah berumur 27 tahun, tapi gadis ini sepertinya belom umur 25tahunan . . (batin bolivar) dengan senyum kecilnya memperhatikan penampilan alena dari atas sampai bawah dengan seksama yang membuat varel pun langsung mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi seseorang di sebrang Sana dengan senyum kecilnya itu


"tidak perlu, tidak usah, aku akan menyuruh teman sekampusku untuk meminta izin, tidak perlu merepotkan kalian semua! "protes alena dengan dengan rasa tak enak hatinya menggelengkan kepalanya beberapa kali kepada keluarga Simon yang begitu sungkan kepadanya


"sayang, sudahlah, kau jangan mengejutkan pacar kecil Simon , lagian ini sudah larut malah, sebaiknya kau pulang bersama varel lebih dulu? " pinta valecia dengan suara lembutnya menatap suaminya itu sembari memegang lengan bolivar dengan lembutnya dan bolivar pun yang mendengar saran dari istrinya itu hanya bisa menganggukan kepalanya dan tersenyum kepada istrinya sembari membalikan tubuhnya yang ingin berjalan pergi dari ruang itu, tapi dalam sekejap bolivar pun menoleh dan melihat alena tidak jauh dari dirinya dengan gaya wibawanya


pagi pun tiba..


tok... tok... tok...

__ADS_1


"alena, cepat buka, tuan muda berulah dia ingin keluar dari rumah sakit, sebaiknya kau cepat dan bujuk dia , anak itu sudah membuka infusannya dengan paksa ! " triak ijah diluar Sana dengan suara kerasnya membangunkan alena dikamar khusus sebelah pasien , yang membuat alena pun yang mendengar itu langsung tersadar dari tidurnya


"masalahku tidak perlu diurus oleh kalian ! mam, aku ingin keluar! " protes Simon dengan keraskepalanya berteriak kepada ibu dan suster didepannya


"penyakitmu masih belom sembuh, kenapa kau mencabut infusannya? " saut alena yang sudah berjalan menghampiri Simon dengan wajah sedikit rasa canggungnya dan tidak melihat disekitarnya yang membuat Simon pun yang mendengar itu langsung menoleh melihat alena dengan wajah sedikit terkejutnya


"alena, kenapa kau masih ada disini? " tanya Simon dengan wajah bengongnya menatap alena yang sudah berdiri dihadapnya


"kau masih bertanya, alena menjagamu semalaman, ketika hari mulai terang tadi, kami baru menyuruh suster membereskan kamar disebelah agar dia bisa tidur Sejenak iyakan alena! " ujar bibi ijah itu dengan rasa sengajanya mendorong alena kearah Simon supanya duduk disamping ranjangnya dengan wajah senangnya, yang membuat alena pun kurang jaga keseimbangannya berjalan terhunyung-huyung yang langsung duduk disamping Simon dengan paksanya


"ahh!..

__ADS_1


__ADS_2