
"kau tak lihat dia, demi menjagamu dia menjadi sepucat itu! "ujar ijah dengan wajah rasa ibanya menatap Simon dan menoleh kepada alena yang sudah duduk disampingnya yang membuat Simon pun tersenyum senangnya menatap alena sembari memegang pipi cabinya dengan lembutnya
"maaf, sudah menyusahkanmu , semalam apa kau tidak lelah? apa kau sudah beristirahat cukup? " tanya Simon dengan beruntun menatap alena dengan rasa bersalahnya
"pria ini ! apa dia sengaja mencari kesempatan dalam kesempitan?.. (batin alena) dengan diamnya menatap Simon
"aku tidak apa-apa kau tidak usah khuwatir, bagaimana dengan perutmu apa masih sakit? " tanya alena balik dengan suara khasnya menatap Simon dengan wajah datarnya
"sudah baikkan!.. " saut Simon singkat yang masih menatap alena yang begitu dekatnya
"penyakitmu masih belom sembuh, kau boleh pulang dua hari kemudian, jika... kau tidak suka melihat kami , aku dan mamy akan pergi oke? " bujuk varel dengan suara khasnya memegang bundak adik kesanyangannya itu dengan lembutnya
"sayang, anak mamy dengarkan ucapan kakakmu itu, kau boleh pulang setelah dua hari ya sayang? " ujar valecia dengan suara lembutnya memujuk anak bungsunya dengan wajah rasa khuwatirnya , yang membuat Simon pun yang mendengar itu langsung menghempaskan tangan kakanya dari pundaknya
"kau tidak perlu mencemaskan diriku dan masalahku, aku sudah membaik, aku sudah bisa keluar dari rumah sakit sekarang juga! "protes Simon dengan keraskepalanya menolak keinginan ibu dan kakanya itu
"alena, sebaiknya kau bujuk dia capatlah! " bisik ijah kepada alena dengan suara pelannya , dan alena pun yang sudah paham langsung menganggukan kepalanya dan langsung menoleh melihat Simon disampingnya
__ADS_1
"apa kau tahu, semalam penyakitmu sangat serius, penyakit ini ada kemungkinan bisa kambuh kembali, sebaiknya kau dua hari ini tinggal lah dirumah sakit dengan baik-baik yah? " bujuk alena dengan suara khasnya tersenyum kecil menatap Simon
"apa kau akan tinggal menemanimu kan? " tanya Simon balik dengan wajah berharapnya yang membuat alena pun sedikit ragu menjawab pertanya Simon padanya
"apa? aku...
" haha.. alena adalah pacarmu bukan, pastinya dia akan tinggal disini menemanimu iyakan alena? "sontak ijah dengan rasa senangnya memotong kalimat alena begitu saja yang membuat seseorang yang mendengar itu tidak terima
" eHeMm...
" emm??.. eh? kenapa dia , mereka ada disini kenapa aku tidak tahu dan menyadarinya? .. celaka apa omongan tadi terdengar oleh nya?.. (batin alena) dengan wajah terkejut dan shoknya melihat 3 pria yang tidak jauh dari pandangannya yang tak lain adalah pasha, zames , dan dante yang sudah menatapnya dirinya dengan dinginya
"tenanglah, mereka adalah teman-temanku ? apa kau sudah melupakan aku setelah melihat idolamu zames bit ada disini? "ujar Simon dengan rasa senangnya menatap alena yang sudah menoleh melihat pasha dengan wajah cemasnya
"baiklah, kalau begitu kami tidak akan menganggu kalian lagi, alena , tolong bantu kami jaga Simon yah dah.. " saut vacelia dengan wajah berharapnya tersenyum ramahnya menatap alena yang sudah membalikan tubuhnya yang ingin berjalan pergi bersama varel dan ijah
"Ternyata Simon sangat menyukai gadis kecil ini.. (batin vacelia) dengan rasa leganya melambaikan tangannya kearah anak bungsunya dan alena, yang sudah berjalan pergi meninggalkan mereka berlima diruangan itu
__ADS_1
tak... tak... tak.
"sejak kapan gadis kecil ini jadi kekasihmu ? kenapa kami tidak mengetahuinya? " tanya dante dengan wajah penasarnya menatap sahabatnya itu
"perempuan ini bukannya milik pasha?.. (batin dante) yang sudah menampakan wajah sedikit bingungnya
"aku juga sama sangat penasaran dengan hubungan kalian berdua? " saut zames lagi yang bertanya kepada sahabatnya itu dengan wajah sedikit penasarnya
"bukannya pasha bilang wanita itu adalah miliknya? .. (batin zames) dengan diamnya memperhatikan sahabatnya itu
yang membuat alena pun yang mendengar itu sangat panik sembari melepaskan pegangan tangannya dari Simon dengan wajah rasa gugup bercampur ketakutannya
"tidak, kami bukan...
"aku menginginkan perempuan ini , kau menghabiskan uang beberapa banyak, aku akan membayarnya 2 kali lipat ! " ujar Simon dengan angkuhnya memotong kalimat alena dengan suara khasnya sembari menatap pasha dengan dinginya
"ckk.. coba kau katakan sekali lagi, kau ingin bersamanya atau bersamaku? "tanya pasha dengan angkuhnya tersenyum sinis menatap istrinya dengan dinginya yang membuat alena pun yang mendengar itu langsung terdiam dengan wajah serba salahnya yang ingin lari dari pertanyaan yang membuat dirinya tertekan saat ini
__ADS_1