
2 Hari kemudian..
dikampus universitas xxx yang saat ini seseorang gadis cantik yang sedang berjalan dengan santainya menemui alena dengan gayanya yang anggun yang tak lain adalah mala quen seorang anak kepala dosen dikampusnya
"denger-denger malam quen mengambil kartu nama tuan pasha abrahamic pergi mengikuti Syuting film , apakah dia kompeten? " ujar salah Satu mahasiswa dengan teman yang lainya yang sedang menggosip sembari memperhatikan mala quen dengan tatapan tak sukanya
"siapa suruh dia adalah putri dari kepala dosen dikampus ini, Dan juga bunga dikampus Kita, kau tak melihat pria dari organisasi Kita tempo Hari semuanya bagaikan lebah melihat madu, perebutan Dan mengelilinginya menjelaskan alur cerita! " Cetus teman Satunya lagi dengan juteknya melihat mala dengan tatapan kesalnya
"Hari itu juga aku melihat dia berpelukan dengan ketua... " saut sebelah temanya lagi yang sudah ikut nimbrung sembari memperhatikan mala yang sedang berjalan kearah mereka
"shh... jangan bicara lagi, dia kemari! " ujar teman Satu nya lagi yang sudah menyikut teman sebelahnya itu dengan suara pelannya memberitahukan kepada teman-teman Agar cepat diam sembari melihat Dan memperhatikan langkah wanita itu yang sudah berjalan melewati mereka , yang membuat mala pun yang sudah tahu langsung menoleh dengan tatapan sombongnya sembari berjalan dengan angkuhnya
"eheM...
yang membuat mereka pun langsung terkejut dengan wajah bengongnya melihat tingkahnya itu barusan, Dan tanpa disengaja alena pun sudah berdiri dengan temanya yang lainya yang membuat mala pun dengan cepat langsung berjalan menghampirinya
__ADS_1
" alena.. "sapa mala dengan ramahnya, yang membuat alena pun menoleh melihat suara itu berasal
"aku datang ingin bertanya padamu, apa malam ini kau pergi ketempat Syuting? kalau kau ada niat ingin pergi, Kita bisa pergi bersama? " bisik mala dengan suara pelannya sembari menatap alena yang sudah terdiam dengan wajah malasnya
"ah, aku tidak pergi, aku harus pergi keasrama kampus , Dan tidak banyak waktu , kalau kau ingin pergi , pergi saja sendiri! "tolak alena dengan wajah datarnya yang membuat mala pun terkejut dengan wajah kecewanya
" baiklah, aku pergi.. "saut mala singkat yang sudah beranjak pergi dengan kesalnya
"cih.. berpura-pura lugu lagi, jika bukan karena tuan pasha , aku tidak ingin meladenimu! tapi orang seperti dia , tak beberapa lama lagi tuan pasha pasti Akan bosan, sungguh menganggap dirinya sebagai gadis hebat, cih.. lucu sekali dia! . . (batin mala) yang terus berjalan dengan wajah kesalnya
beberapa jam kemudian..
dirumah sakit yang saat ini alena Dan nana pun sudah berjalan keluar pintu utama
"nana, terima kasihnya sudah menemaniku datang mengganti obat ku " ujar alena dengan suara khasnya yang sudah menoleh pada sahabatnya itu yang sudah berdiri di sampingnya
__ADS_1
"tidak perlu berterimakasih, kau itu sahabatku, ngomong-ngomong apa ada masalah pada rapat sebelumnya , tapi kenapa ketua dewan terus melawanmu? " tanya nana dengan cerewetnya menoleh pada sahabatnya itu dengan wajah penasaranya yang membuat alena pun terdiam dengan wajah bingungnya
"dia ingin aku menjilat tuan pasha abrahamic untuk membiarkan mala quen berperan sebagai pemeran wanita kedua ! " saut alena dengan suara pelannya yang yang membuat nana pun terkejut dengan wajah kesalnya
"apa? pemeran wanita kedua? mereka sungguh berani berhanyal! mala quen itu penampilanya saja seperti dewi yang lembut, sebenaranya dia itu pelit Dan kejam, pernah sekali aku tak sengajanya menambrak sikutnya, alhasil dia mencari sekelompok orang datang untuk menghentikanku Dan memarahiku setengah jam tanpa jeda! . . " ujar nana dengan wajah emosinya yang meletup-letup bicara panjang lebar dengan suara kerasnya yang membuat alena pun hanya bisa terdiam dengan pikiranya yang tidak fokus yang mengingat perkataan suami sirihnya itu tadi pagi
"baru saja mengirim pesan Agar supir tidak perlu menjemputku! seharusnya dia sudah mengetahuinya bukan?.. (batin alena) yang masih terdiam dengan wajah galaunya sembari berjalan bersama sahabatnya itu yang masih mengomel tidak karuan, namun dengan tiba-tiba móbil sedan hitam pun berhenti ditepi jalan yang tidak jauh dari mereka yang membuat alena pun tersadar melihat móbil yang sudah terpakir dengan wajah paniknya yang sudah menoleh melihat sahabatnya itu yang sudah berhenti bicara dengan wajah bengongnya menatap sahabatnya itu
"kenapa menatap ku seperti itu, apa kau ada janji dengan orang lain? " tanya nana pada sahabatnya itu dengan wajah penasaranya
"nana, sebenaranya aku sudah ada janji dengan tuan pasha abrahamic, ingin mendiskusikan masalah Dana? " saut alena dengan suara khasnya menatap sahabatnya itu yang sedikit berbohong , yang membuat nana pun sedikit bersalah yang sudah menampakan wajah polosnya itu
"aduh, kenapa kau tidak berkata lebih awal, baiklah kalau begitu aku pulang duluan, kau sebaiknya hati-hatinya ! dah.. sampai ketemu Besok.. "ujar nana sembari melambaikan tangannya kearah sahabatnya itu yang sudah berjalan cepat menuju parkiran motor yang membuat alena pun sedikit bersalah pada sahabatnya itu yang sudah membohonginya
" nana, maafkan aku, aku masih belom berani memberitahukan sebenaranya padamu.. (batin alena) dengan wajah diamnya langsung berjalan menuju móbil sedan itu yang sudah terbuka kaca jendelanya
__ADS_1
"cepat masuk móbil! " Cetus pasha dengan wajah dinginya yang membuat alena pun sedikit terkejut melihat suaminya itu
"ternyata dia juga datang menjemputku!.. (batin alena) dengan wajah pasrahnya langsung berjalan menuju pintu móbil sebelahnya yang sudah dibukakan oleh supirnya yang melangkah masuk kedalam móbil nya dengan wajah diamnya yang membuat mereka pun tak banyak bicara lagi yang sudah menampakan suasana heningnya yang seperti dikuburan