CintaKu Terjerat Oleh Lelaki Kejam

CintaKu Terjerat Oleh Lelaki Kejam
pasha yang mengalah


__ADS_3

dan para tamu pun yang mendengar dan memperhatikan mereka sangat terkejut yang sudah berdiri tidak jauh dari mereka


"astaga, kedua tuan muda ini berkelahi karena wanita itu! ..


"pastinya berita ini akan tersebar luas kesegala penjuru , lihat saja dan tunggu kabar itu! " bisik beberapa tamu dengan mulut julidnya memperhatikan mereka , yang membuat alena pun yang mendengar itu sangat ketakutan dengan tubuhnya yang sudah gemetar hebat


"ini gila, dia ingin aku pulang kevillanya malam ini, bodoh !kau alena kenapa kau membuatnya marah tadi, bagaimana dia akan menyiksaku nanti diatas ranjang! bagaimana ini!.. (batin alena) yang sudah terdiam sejenak dengan rasa bingung dan ketakutan didalam dirinya, dan Simon pun yang melihat itu langsung menenangkan alena sembari memegang kedua bahunya dengan lembutnya


"jangan takut , aku tidak akan membiarkan dia menindasmu lagi ! " bujuk Simon dengan suara lembutnya , dengan insiatifnya Simon pun langsung menarik tangan alena dan pergi dari tempat itu


"ayo cepat ikut aku! " pinta Simon dengan tersenyum hangatnya dengan cepat membawa alena keluar istana, yang membuat alena pun sedikit terkejut yang langsung menyimbakan gaunya keatas dengan tangannya

__ADS_1


"eeh!?..


tak... tak... tak..


"hei, tunggu! untuk apa kita berlari keluar? " tanya alena dengan wajah bingungnya mengikuti arahan Simon didepannya yang begitu cepat


"aku bawa kau pergi olahraga sebentar, cara ini justru bisa melupakan yang tidak menyenangkan untuk sementara waktu , ayo cepat pasti kau bisa! " saut Simon yang terus berjalan cepat sembari memegang tangan alena yang begitu erat dibelakangnya, menuju taman bunga dibelakang rumah kediaman keluarga Alexandra


"tunggu! huhhuh" pinta alena dengan nafas engos-engosannya berhenti sejenak sembari menundukan tubuhnya yang sudah mulai merasa capek


"kondisi tubuhmu buruk sekali , apa kau jarang berolahraga? ayo cepat jangan berhenti secepat ini , sebentar lagi sampai! " sindir Simon dengan suara khasnya memujuk alena biar semangat lagi berjalan menuju taman bunga , dan alena pun yang sedang mengatur nafasnya dengan cepat berdiri tegak namun dengan sadar alena pun melihat tangannya yang dari tadi dipegang Simon yang begitu erat tanpa melepaskannya

__ADS_1


"ehh!?? ehmm!? . . ma.. maaf! " ujar alena dengan rasa cangung nya langsung melepaskan pegangan tangannya dari Simon dengan cepat , yang membuat Simon yang melihat reaksi alena kepadanya langsung membalikan tubuhnya lurus menatap alena dengan wajah diamnya yang sudah saling tatap satu sama lainnya


" kenapa kau minta maaf? "tanya Simon dengan senyum ramahnya sembari menjulurkan lagi tangannya kearah alena


"aku pernah berharap ada orang yang bisa melindungiku agar tidak menerima penderitaan dari pasha Abrahamic , tapi saat ini aku sudah sadar, siapa pun pasti tidak akan bisa mengeluarkanku dari jurang ini, siapa pun tidak bisa, termasuk kau juga! "saut alena yang sedikit ragu mengeluarkan unek-uneknya dari masalahnya kepada Simon, yang membuat Simon pun yang mendengar itu merasa iba dan langsung melangkah berjalan memeluk alena yang begitu erat dari dekapannya


"tenanglah! aku bisa, alena, berikan aku kesempatan untuk membuktikannya , aku pasti bisa! "bujuk Simon dengan suara lembutnya sembari mengelus rambutnya secara perlahan , dan alena yang mendengar itu pun sedikit ragu


"tidak seharusnya terjerat dalam hubungan seperti ini, tidak ada orang bisa melawan pasha Abrahamic yang licik dan kasar , aku seharusnya tidak boleh melibatkannya apa lagi mereka sudah terjalin persahabatan ! . . (batin alena) yang terdiam sejenak dengan pikirannya, tak berselang lama Simon pun melepaskan pelukannya sedikit dan menatap alena yang begitu dalam dari dekapannya yang belom Simon lepaskan dari pinggang alena yang begitu erat


" ehmm!?..

__ADS_1


__ADS_2