
"aduh sakit sekali.. " guman alena dengan suara pelannya sembari memegang jidatnya yang abis terbentur pintu didepannya yang membuat pasha pun yang melihat itu sangat terkejut yang langsung beranjak bangun dari duduknya menghampiri alena dengan cepat
tak... tak... tak...
"jangan sembarangan bergerak itu akan infeksi! " ujar pasha dengan wajah datarnya langsung meraih tangan istrinya itu yang masih memegang jidatnya yang sudah menampakan memar kebiruan dibagian bekas luka beberapa minggu yang lalu ,dan mengabaikan adik dan Jennifer yang sudah berdiri menatap dirinya
"aw!! sakit!... " saut alena dengan suara pelannya merasakan jidatnya yang amat linu
"pasha , ternyata mempunyai wajah ekpresi simpatinya kepada wanita Itu.. (batin Jennifer) dengan diamnya memperhatikan mereka berdua
"siapa dia kak? boleh saja jika kau ingin bermain-main dengan beberapa wanita, tapi kenapa harus bermain didalam kantor? dan kenapa kau membiarkan kak Jennifer dibawah Sana! " protes lili dengan cerewetnya menatap punggung kakanya Itu yang mengabaikan dirinya
"Itu tidak Ada hubungannya denganmu! apa kau masih Ada urusan lain lagi? " cetus pasha dengan juteknya sembari memapah istrinya itu menuju sofanya yang ingin cepat mengobati luka dijidatnya itu
"tentu ada! kapan kau akan menikahi kak Jennifer? dia sudah berumur 25 tahun , dia tidak muda lagi seperti aku! " tanya lili dengan cetusnya melirik kakanya itu sembari melipat kedua tangannya didadanya
"sejak kapan aku mengatakann ingin menikahinya? " saut pasha dengan angkuhnya sembari pokus mengobati luka alena dengan hati-hati
__ADS_1
"dia sudah bertahun-tahun mengikutimu kak , tapi kau malah berbicara sepeti itu ihk.. menyebalkan! "ujar lili dengan suara juteknya membela Jennifer dihadapan pasha
"tidak, itu tidak benar sama sekali, kau jangan dengarkan omong kosong lili, aku baru saja memulai karierku, bagaimana mungkin aku mempertimbangkan masalah pernikahan? " saut Jennifer dengan suara gugupnya tersenyum paksa menatap pasha
"meskipun kau mempertimbangkannya , pasangan yang kau nikahi bukan aku kan! "saut pasha dengan suara juteknya melirik Jennifer dengan dinginya yang membuat lili pun yang mendengar itu sangat amat kesal kepada kakanya itu yang ingin menghampirinya namun dengan cepat Jennifer menghadangnya yang sudah menahan lengan lili yang sudah berdiri disampingnya
" kak Jennifer kenapa kau takut padanya? "tanya lili menoleh menatap Jennifer dengan wajah kesalnya
" tidak, hanya saja aku tidak mau kau banyak masalah saja! "bujuk Jennifer dengan suara khasnya menatap lili dengan wajah cemasnya
"tutup mulutmu, jika kau sembarangan berbicara lagi, aku akan segera memangil jian untuk melemparmu keluar! " bentak pasha dengan wajah Marahnya kepada adiknya itu sembari meletakan obat PKK diatas mejanya
"pasti karena ini bukan! jika tidak, karena apa lagi? aku juga tidak keberatan jika aku dilemparkan keluar , tapi kau tidak boleh menyakiti kak Jennifer begitu saja! "protes lili dengan wajah Marahnya yang masih membela wanita yang ada dibelakangknya
"lalu kenapa ?aku tidak menyukainya! " saut pasha singkat menatap lili dengan dinginya yang membuat jila yang mendengar itu sangat ketakutan yang sudah duduk disamping suaminya itu dengan diamnya
"celaka, sepertinya dia sedang marah!.. (batin alena) yang sudah merasakan was-wasnya
__ADS_1
"ckk.. ingin menjadi wanitaku? apa kau tahu apa yang harus dilakukan menjadi wanitaku? " ujar pasha dengan suara khasnya tersenyum sinisnya menatap Jennifer dan menoleh balik kepada alena dengan sengajanya langsung menggedong tubuh alena dari dekapanya yang begitu cepat yang membuat alena pun sangat terkejut bukan main
"ahh! ..
"ayo kita tunjukan kepada dia! "pinta pasha dengan arogannya menggedong alena menuju kamar istirahatnya
" tidak ! jangan! aku tidak mau! lepaskan aku! "triak alena dengan wajah protesnya sembari menggelengkan kepalanya kepada suaminya itu dengan wajah ketakutannya yang sudah berontak tidak karuannya namun pasha tak menghiraukannya malah justru berjalan kedalam kamarnya
brakk...
dan alena pun dengan kasarnya langsung dilempar diatas ranjangnya begitu saja
" ahh!!.. jelas-jelas ini masalah diantara kalian , apa hubungannya denganku? aku tidak melakukan apa -apa atas dasar apa aku harus menerima semua kemarahanmu! "triak alena dengan wajah Marahnya menatap suaminya itu yang seperti kesetanan merobek baju istrinya itu dengan kasarnya
srekkk....
" ah! pasha dasar kau brengsek! apa yang kau lakukan ? " triak alena yang semakin kencang dan emosi kepada suaminya itu yang begitu kasar terhadapnya
__ADS_1