
beberapa detik mereka pun sudah saling tatap dengan wajah diamnya namun dengan rasa keberaniannya alena pun memperjelaskan kepada suaminya itu dengan tatapan sedikit gugupnya
"aku... aku mendengar ada kabar bahwa ada zames bit akan menghadiri acara malam ini, jadi aku jngin mencarinya untuk mendiskusikan sesuatu!..
"aku berkata demikian dia seharusnya tahu bukan? masalah apa yang aku diskusikan?.. (batin alena) yang sudah was-was menatap suaminya itu
" ternyata penggemar zames bit, berhubung sudah datang , ayo sebaiknya gabung bersama! "ajak pasha dengan wajah dinginya berjalan melewati istrinya itu dengan isarat tangannya yang sudah menyentuh tangan istrinya itu dengan sekilas , yang membuat alena pun terdiam seketika yang sudah merasakan jantungnya yang sudah dag dig dug didalam Sana
" orang ini!.. (batin alena) yang sudah memegang tangannya dengan wajah sedikit malunya, yang membuat pasha pun berjalan lebih dulu dengan senyuman liciknya
beberapa menit kemudian..
__ADS_1
mereka pun sudah berkumpul dan duduk dengan posisinya masing-masing yang sudah saling berhadap-hadapan dengan gayanya masing-masing..
"aku kira tuan muda kedua dari keluarga bolivar di kota k, tidak mungkin akan menghadiri keacara seperti ini! " sindir pasha dengan suara khasnya menatap laki-laki itu yang sudah duduk dihadapanya dengan tatapan tak sukanya
"kau saja boleh menghadirinya, kenapa aku tidak boleh hadir, lagi pula kerjaan tuan pasha sangatlah banyak, kesempatan untuk bisa bertemu denganmu tidaklah banyak! "sindir Simon yang tak mau kalah, menatap dinginya sembari menikmati minumanya yang sudah ada di tangannya
"ayo minum tehnya? " pinta dante yang sudah menyodorkan tehnya kearah alena yang sudah duduk disebelah kanannya , yang membuat alena dan Nana pun merasa canggung dan gugup yang sudah terdiam seribu bahasa mendengar mereka berbicara
"oh iya, tadi katamu produser film kalian adalah dari orang perusahaan Abrahamic, berarti kau seharusnya sangat akrab dengan pasha donk? " tanya dante yang sudah menatap alena dengan wajah sedikit penasaranya, yang membuat alena pun diam-diam menatap suaminya itu yang sudah duduk berhadap-hadapan dengannya
"tidak... tidak termasuk akrab kami hanya sebatas kerja sama saja? " saut alena yang sedikit ragu
__ADS_1
"apa perusahaan Abrahamic menginvestasi pembuatan film? kau tahu masalah ini? " tanya Jenifer yang sudah menoleh dan menatap pasha yang sudah duduk disampingnya dengan wajah sedikit penasaranya
"ya! " saut pasha singkat dengan tatapan matanya memperhatikan istrinya yang sudah duduk di depannya, yang membuat Jenifer pun langsung menoleh melihat zames yang sudah duduk pas di depannya dengan wajah sedikit terkejutnya tidak percaya
"maksudmu.. zames bit , mereka datang untuk mengundangmu sebagai peran utama? " tanya Jenifer dengan suara khasnya menatap satu propesinya yang masih terdiam dengan dinginya yang membuat alena pun meliriknya dengan wajah sedikit cemasnya
"dengar-dengar begitu? " saut zames singkat , yang membuat alena pun langsung melirik suaminya itu dengan wajah sedikit bingungnya
"apa magsudnya ini? dia sendiri sangat akrab dengan zames bit, tapi dia malam menyuruh kami untuk mengundangnya.. (batin alena) yang sudah duduk terdiam dengan wajah kecewanya, yang membuat dante pun memulai aksinya menggoda musuhnya itu yang sudah duduk di depannya
"kedua gadismu ini tadi mengundang zames bit untuk menjadi pemeran utama difilmnya, mereka hampir saja diusir oleh zames, kau tidak ingin mengutarakan pendapatmu? "sindir dante dengan sengajanya menggoda sahabatnya itu dengan tatapan dinginya didepan alena yang sudah membelanya
__ADS_1
" jika aku buka suara , zames pasti tidak akan menolak , tapi belom tentu dia bersedia dan takutnya malah akan menjadi pemaksaan! "saut pasha dengan entenngnya menatap istrinya itu yang sudah tersenyum licik yang membuat alena pun semakin cemas dengan tatapan suaminya itu