
dikamar mandi..
tak berselang lama jila pun sedang bicara dengan sahabatnya itu lewat telephonenya yang ingin tahu mengenai keluarga Simon , yang tak lain adalah Nana yang saat ini sedang berada di asramanya
"oh kalau begitu kau harus menjaga Simon dengan baik, oh iya alena, aku sudah mencari tahu mengenainya, hidup sampai setua ini, tuan muda dari keluarga bolivar itu ternyata masih single dan belom pernah berpacaran sungguh aneh bukan? dan dia juga tidak memiliki teman wanita yang berhubungan baik, seperti kau dan dia.. " ujar Nana di sebrang Sana memberitahukan tentang Simon kepada sahabatnya itu
"iya, baiklah , dan Satu lagi aku dan dia tidak ada hubungan seperti itu, kau jangan terlalu banyak berpikir itu tidak akan terjadi! sudahlah aku tutup telephone sampai ketemu besok dah... " saut alena dengan suara khasnya menutup telephonenya dan membalikan tubuhnya melihat cermin di belakangnya sembari menghelang nafas beratnya
"huftt~~bagaimana pun aku sama sekali tidak sanggup membuka mulut untuk mengatakan masalahku dengan pria iblis itu, kepada Nana , padahal si iblis pasha itu sangat perhatian sekali pada Jennifer, tapi kenapa dia malah menggunakan aku untuk membuat Jennifer marah?kenapa harus aku ya tuhan ? . . (batin alena) yang amat sedih dan geregetanya memukul-mukul dirinya yang amat pedih dengan kehidupanya yang seperti budak dikaki pria iblis yang sudah menjadi suami sirihnya itu, sembari menatap cermin dihadapannya
__ADS_1
" menyebalkan, sudahlah sebaiknya aku mandi badanku sangat lenget tadi aku tak sempat mandi disaat pria iblis itu menyiksaku! " gumam alena yang masih didalam kamar mandinya dengan cepat membuka bajunya yang sudah telanjang bulat melangkah menyalakan showernya yang sudah membasahi sekujur tubuhnya itu dengan perasaan hampa dan hancurnya yang mencurahkan isi hatinya di air yang mengalir di kepalanya itu
"ihks... ihks... mau mandi berapa kalipun percuma bila tubuhku ini sakit oleh pria iblis itu ihks... ihks.." gumam alena dengan suara pelannya yang sudah mengeluarkan air matanya itu namun dengan tiba-tiba Simon pun masuk kedalam kamar mandi yang tak dikunci itu
krekkk..
yang membuat alena pun terkejut melihat Simon didepan pintu yang sudah menutup tubuh polosnya dengan kedua tangannya, sama halnya dengan Simon dirinya pun terkejut melihat alena sudah telanjang bulat didepannya ,yang sudah merasakan perutnya yang mulas yang ingin BAB
brukk...
__ADS_1
dan alena pun yang melihat itu langsung memakai handuknya menghampiri Simon yang sudah tergeletak dibawah lantai dengan kerasnya
"hei! ada apa denganmu ? cepat bangun! " triak alena dengan wajah paniknya langsung menghubungi ambulance dan dirinya pun langsung bergegas memakai bajunya itu lagi
beberapa menit kemudian..
dirumah sakit
yang saat ini Simon pun sudah ditangani oleh doctor dan beberapa keluarganya sudah datang menemui putranya itu dengan wajah paniknya
__ADS_1
"tuan muda keluarga bolivar dia makan terlalu pedas, dia mengidap diare akut , dia akan pulih setelah di infus dan istirahat 2 hari! " ujar doctor itu dengan ramahnya memberitahukan kondisi pasien kepada kedua orang tuanya yang sudah berdiri disampingnya itu
"sepertinya bukan masalah besar , nyonya, tuan , kalian tidak perlu khuwatir , tuan muda akan baik-baik saja.. " saut bibi ijah kepala pelayan sekaligus pengasuh Simon diwaktu kecil hingga sekarang ini , yang membuat orang tuan Simon pun yang mendengar itu sangat lega dan tenang menatap putra nya itu yang masih tergeletak pingsan diatas ranjang pasiennya