
beberapa jam kemudian..
"tak di sangka ternyata sikap wanita ini sangat keras, aku hanya bercanda, tapi dia malah menganggapnya serius! untung saja hanya gegar otak ringan .. (batin Nicole) yang sudah berdiri melihat wanita itu yang sudah berbaring lemas
"jika kau hanya menyukai tubuhnya, aku akan membawakan beberapa yang bersih dan cantik, bisakah kau lepaskan dia.. " pinta Nicole pada pasha yang sudah duduk dengan hati yang sudah sedikit leganya saat ini
"jangan -jangan kau menyukai kelinci putih kecil ini.. " ucap pasha yang sudah menyindir adik tirinya itu
"bagaimana mungkin! aku hanya...sedikit tidak tega saja dia seperti itu!" protes Nicole menatap kakak tirinya Itu dengan wajah kesalnya
"dia adalah wanita yang ku beli dengan uang, kau lebih baik jangan menyentuhnya, kau tahu , menghadapi orang yang menghianatiku, aku tidak akan bersikap lunak! .. " ancam pasha dengan tegasnya terseyum sinis pada adik tirinya Itu
"kak, aku tidak mungkin menyentuh wanitamu, tapi dia hanya seorang wanita kecil yang tidak mengerti apapun, bisakah kamu tidak perlu terlalu kejam padanya! kalau begitu aku tidak akan mengganggu kalian lagi, aku pergi dulu.. " ucap Nicole yang sudah beranjak pergi menuju keluar ruangan dengan kesalnya dan meninggalkan mereka berdua
brakkk... (suara pintu ketutup)
dan pasha pun bangit dari duduknya dan melangkah berjalan kearah ranjang wanita itu yang sudah terbaring lemas
"apa kau menggunakan cara ini, untuk melawanku, berani sekali kau!.. (batin pasha) dengan wajah kesalnya sembari mengelus pipi wanita itu dengan lembut
"aaaaahh.... jangan aku tidak ingin mati, aku tidak ingin mati ! uhukk!..huft...uhukk!.... tolong.. tolong... selamatkan aku... " gumam Alena dalam mimpinya Itu yang sudah melihat dan meraih tangan seseorang itu yang menyelamatkannya uhukk!... uhukk!... huft... huft... ah.. yang membuat pasha pun kaget di saat tangannya di pegang begitu erat oleh wanita itu dengan tiba-tiba
"hmm.. apa sekarang sudah tahu takut!.. (batin pasha) yang sudah menatap wanita itu yang masih terlelap dengan tidurnya yang sangat gelisah Itu namun dengan tiba-tiba pasha pun mendengar wanita itu yang sedang mengguman tak karuan
__ADS_1
"jangan.. kumohon.. jangan orang lain yang melihatnya..
" apa dia sedang bermimpi? demamnya juga sudah menurun ? .. "dumel pasha yang sudah menatap wanita yang begitu dekat dengan tangannya yang sedang mengetes suhu di kening wanita itu , yang membuat pasha pun merasa lega dan beranjak ingin duduk di sofanya lagi namun dengan tiba-tiba Alena pun tak mau melepaskan pegangan tangannya yang begitu erat yang membuat pasha pun tak bisa berbuat apa-apa saat ini hanya bisa terdiam menahan rasa pegalnya yang masih berdiri seperti patung
beberapa jam kemudian..
dan akhirnya Alenapun sedikit demi sedikit menggerakan tangan Jemarinya sembari mengkerutkan dahinya dengan setengah sadarnya yang perlahan membuka matanya dan melirik pasha yang masih berdiri seperti patung di sampingnya itu
"ah!! siapa kau ?" tanya alena yang masih samar-samar melihat laki-laki yang ada di sampingnya sembari merasakan jidatnya yang sudah cenat-cenut
"apa kau sudah sadar? . . " ucap pasha yang sudah menahan rasa kesemutannya di pergelangan tangannya saat ini yang membuat alena pun tersadar mendengar suara itu dengan cepat melepaskan pegangan tangannya dari laki-laki itu dengan wajah paniknya
"maafkan aku tuan, lain kali aku tidak akan berani lagi! tuan, aku akan mendengar ucapanmu, aku sungguh akan mendengar ucapanmu.." ujar alena dengan wajah memohonya Dan ketakutanya
" kalau sudah sadar, bangunlah dan makan sesuatu untuk perutmu itu.. " pinta pasha dengan wajah dinginya sembari memijat-mijat tangannya yang sudah mati rasa
"ah! celaka! aku lupa kampus ku! . . (batin alena ) dengan wajah kagetnya langsung melihat ponselnya yang sudah ada di atas naskah dan mengambilnya begitu cepat untuk menghubungi temanya itu
"aku.. aku lupa ingin menelepone teman kampus ku, aku takut dia cemas tak ada kabar dariku . . " pinta alena meminta izin kepada laki-laki itu dengan wajah memohonya
"emmm...
dan alena pun dengan cepat langsung menelepone temanya yang tak lain adalah Nana yang sudah berjalan kearah sudut Sana
__ADS_1
"halo.. Nana..
"alena ! kau kenapa semalam tidak kembali? dan hari ini juga tidak masuk kampus, ponsel juga tidak aktif ! aku juga membantumu mengambil izin kepada dosen, kau kenapa? apa kau baik-baik saja ? apa ada masalah katakan padaku? . . " triak Nana yang cerewet di sebrang Sana dengan suara paniknya
"aku tidak apa-apa , semalam aku terjatuh sewaktu berbelanja di moll , dan kening ku terbentur . ." saut alena dengan suara pelannya
"apa kau luka? apa luka nya serius tidak ?kau sudah pergi ke doctor untuk di periksa ?aduh, kau dimana? aku akan pergi Menjengukmu?.. " tanya Nana di sebrang Sana dengan suara cemasnya
"aku sedang ada di rumah teman, aku takut keluargaku akan khawatir, mereka tidak kuberitahu, kau harus bantu aku jaga rahasia yah.. "pinta alena dengan suara pelannya sembari melirik laki-laki itu yang sudah menatapnya dari tadi
"teman? teman yang mana?" tanya Nana dengan penasaranya Di sebrang sana
"itu.. itu ketua yang semalam kenal, tuan Nicole Abrahamic , kebetulan dia menolongku . . " saut alena yang sedikit berbohong pada temennya Itu sembari mengalihkan pandangannya kearah lain
" apa kau serius! aku pernah lihat di internet dan melihat potonya , dia sangat tampan! kau harus mengambil kesempatan itu!"ujar Nana dengan senangnya mendengar Itu Di sebrang sana
" jangan sembarangan bicara , aku dan dia tidak ada hubungan apapun! aku besok akan pulang ke kampus, kita lanjutkan lagi obrolannya besok.. sebaiknya aku tutup dulu.. dah.. " saut alena dengan suara pelannya sembari menutup telephone nya yang membuat pasha pun langsung mendorong ke arah ranjang tubuh wanita itu dengan wajah kesalnya
"ahh!!
"aku terlalu meremehkanmu , bertemu sekali langsung bisa menggoda tuan muda kedua dari keluarga group Abrahamic kami? . . " ucap pasha dengan wajah dinginya menatap istri sirihnya itu yang penuh kekesalan
"tunggu! aku tidak..
__ADS_1