
Brakk
Vina menutup pintu ruangannya dengan keras,hingga membuat Aldo terkejut.
"astaga Vin, , kenapa sih Lo " tanya Aldo
"aaaw, , " ringis Vina saat melepas dengan keras tubuhnya ke Sofa
Aldo mendekat dan bertanya lagi ada apa dengannya.
Vina bangkit lalu melihat pinggangnya yang sedikit memar.
Aldo melihat sesuatu yang berbeda dari Vina,dia menarik wajah Vina dan melihat bekas tamparan di sana.
"siapa yang udah lakuin ini ke elo?" tanya Aldo
"cih , bukan urusan loe " ketua Vina sambil menepis tangan Aldo.
Aldo juga melihat tangan Vina yang masih memegang pinggangnya.
"ini juga kenapa?" tanya Aldo menarik tangan Vina dan melihat memar di pinggangnya.
"loe diam di sini jangan kemana mana" ucap Aldo kemudian keluar dari ruangan itu.
tak lama aldo kembali dengan membawa kotak P3K ,dia mengambil salep lalu hendak mengolesnya ke pinggang Vina.
"eeh ngapain loe? jangan macem macem ya " tekan Vina sambil menunjuk ke arah Aldo.
"simpan telunjuk loe buat yang lain nanti " ucap Aldo
degh
Vina merasa ucapan aldo seolah dia tahu jika dia hendak membalas dendam pada Aldo.
Aldo mengangkat sedikit baju Vina ke atas agar memudahkan dirinya mengobati pinggang Vina yang memar,Aldo duduk berjongkok sedangkan Vina duduk di sofa.
"aawwh sakit sakit " ringis Vina saat Aldo mengoles salep itu
"lagian loe kenapa sih ,kok bisa kaya gini? loe berantem ya? " tanya Aldo lagi,dia masih penasaran kenapa saat Vina kembali dari toilet wajah dan pinggangnya memar .
"gue sudah bilang bukan urusan loe " ucap Vina menunduk ke arah pinggangnya,saat bersamaan Aldo menatap ke arah Vina
deegh
pandangan mereka beradu,vina kembali menatap intens wajah tegas milik Aldo,bibir Aldo yang tipis membuat Vina tak bisa berpaling.
tok
tok
tok
suara ketukan pintu menyadarkan keduanya.
"eeh maaf buk, , ganggu ,saya masuk nanti saja." ucap Alexa sekertaris caffe itu.
"eeh gak apa apa kok Lex, , masuk aja,ada apa? " tanya Vina berdiri dan berjalan ke arah mejanya.
__ADS_1
Aldo pun bangkit dan duduk di sofa sambil menunggu Vina selesai dengan sekertaris nya itu.
Aldo menatap Vina yang masih sibuk dengan sekertaris nya,dia merasa ada sesuatu dari Vina yang membuat Aldo merasa bersalah,sama seperti rasa bersalahnya pada El.
" perasaan apa ini? " gumam aldo.
sesekali Vina menatap Aldo dan Aldo mengalihkan tatapannya ke arah lain,cukup lama Vina berbicara dengan sekertaris nya ,Aldo memilih untuk berdiri di dekat jendela dan menatap ke arah jalan raya.
" apa aku mulai menyukainya?" tanya Aldo pada dirinya sendiri tentang perasaannya pada Vina.
"lamunin apa loe ?" tanya Vina yang sudah selesai dengan kegiatannya
"eeh enggak, , gak ada , ,loe udah selesai?" tanya Aldo
"iya gue udah selesai,ayo balik !" ajak Vina
"loe gak mau ngajak gue ke suatu tempat?" tanya Aldo
"loe mau kemana?" tanya Vina
"ke mana kek,gue pengen aja pergi ke suatu tempat yang bisa gue ingat bersama loe" ucap Aldo
"ckckck, , ,lebay banget loe, ,anak kecil tau gak " ucap Vina tanpa menunggu Aldo dia langsung keluar.
"eeh tunggu, " teriak Aldo
"loe nginep aja di sana ,gue mau pulang " sahut Vina dari kejauhan.
mau tak mau Aldo mengikuti Vina,kali ini Vina menyetir.
"berisik ya loe, katanya loe mau kesuatu tempat,ya gue baik hati mau bawa loe ke suatu tempat yang menurut gue gak keren kalau ke Amerika jika belum ke tempat ini " ucap Vina.
"benarkah?" tanya Aldo begitu antusias
"bawel juga ya loe,lebih bawel dari emak emak " kesal Vina.
aldo pun memilih diam,dia mengikuti ke mana vina mengajaknya dan saat sampai Aldo merasa takjub dengan pemandangan di depannya.
"bagaimana? " tanya Vina
"wow, , ini sih keren banget" ucap Aldo
Vina membawa Aldo ke sebuah taman terbesar dan terkenal di dunia yaitu Central park, di taman yang indah itu Aldo menikmati pemandangan yang begitu menyejukkan hati bahkan bisa menenangkan pikiran.
Aldo mengambil ponselnya dan mengajak Vina berfoto ,awalnya Vina menolak namu dengan segala bujuk rayuan aldo membuat Vina akhirnya mengalah.
ckrek
ckrek
"sudah ah" ucap Vina kemudian duduk di sebuah bangku taman itu.
"skali lagi ya, , please" pinta Aldo
Aldo layaknya anak kecil,entah sejak kapan dia begitu manja pada Vina,meski Vina ketus dan juga sering marah padanya tapi dia tidak membalas dan juga menaruh hati sikap Vina padanya.
"loe kaya anak kecil ya ,kalau gak di turuti jadi rewel banget" kesal Vina membuang muka ke arah kanan.swdangkan Aldo di sebelah kirinya.
__ADS_1
"Vin hadap sini Vin, , ayo cepat " ucap Aldo sambil menarik Vina agar menghadap ke arahnya,dia hendak mengambil satu Foto lagi .
"iih apaan si all , , "
cup
Vina kesal dan langsung berbalik arah,namun yang terjadi adalah tanpa sengaja bibir mereka berkenalan,haha berkenalan, mata Vina melotot begitupun Aldo ,dia yang terkejut dengan spontan menekan tombol camera.
ckrek
momen langka itu berhasil si abadikan di ponsel milik Aldo.
mereka tersadar saat bunyi ckrek dari ponsel Aldo terdengar di telinganya.
"eeh Loe sengaja ya? " tanya Vina
" enggak kok enggak "Jawab Aldo sambil menggerak-gerakkan tangannya.
Aldo melihat hasil potretannya ,begitu jelas wajah terkejut mereka dan bibir mereka bersatu di ponsel aldo.
"apa? hapus gak " teriak Vina.
"gak, , ini bagus kok " jawab Aldo santai
"Aldo halus gak " teriak Vina lagi sambil berusaha mengambil ponsel Aldo
"gak , ,gue gak akan hapus,sampai kapanpun " ucap Aldo berlari dari kejaran Vina
"ALDOOOOOO, , sini loe , hapus gak !" teriak Vina masih mengejar Aldo.
"gak, , gue gak mau ,loe mau apapun gue gak mau hapus" ucap Aldo lagi.
Vina kecapean,dia duduk di pinggiran kolam,nafasnya tersengal akibat terlalu lelah mengejar Aldo.
"Aldo , ,gue capek" ucap Vina
"sama gue juga " jawab Aldo ikut duduk di samping Vina.
Vina melirik ke arah tangan Aldo yang masih memegang Ponselnya,
Grep
Vina berusaha meraihnya namun lagi lagi Aldo berhasil menghindar,
"Loe keras kepala juga ya ternyata " ucap Aldo
"sini ponsel loe,gua mau hapus Poto itu," ucap Aldo.
" Enggak mau Vin, , nih kalau loe bisa ambil sendiri " terang Aldo menaruh ponsel nya ke dalam sakunya di sebelah kiri.
tanpa ragu Vina mencoba meraih ponsel aldo ,Aldo berusaha menjauhkan tangan Vina ,namun saat berusaha mengambil ponsel itu kaki Vina tak sengaja terpeleset dan Vina terjatuh di atas tubuh Aldo.
brug
lengan kanan Vina mendarat di selang kangan aldo,dan tangan kirinya berada di dada Aldo,sedangkan tangan kiri Aldo menumpu tubunya di belakang ,dan tangan kanannya menangkap pinggang ramping Vina.
***
__ADS_1