
Di Amerika ,Clara kembali memperhatikan seseorang yang baru saja datang ke bar,bersamaan dengan itu Jack menghampiri Clara yang sedang memperhatikan nya .
"lagi merhatiin apa sih sayang " ucap Jack membisik ke telinga Clara.
"itu loh ,cewek yang di sana " ucap Clara menunjuk dengan wajahnya.
Jack memperhatikan wanita yang di maksud oleh Clara.
"ooh wanita itu? ada apa? aku lihat dia seperti penghuni baru di sini " ucap Jack sangat tahu betul pelanggan yang sering datang ke tempatnya.
"Apa yang dia inginkan ? " ucap Clara meninggalkan Jack dengan rasa yang penuh tanda tanya .
"apa maksudnya,hei...mau kemana kamu" teriak Jack namun percuma juga Jack berteriak,karena Clara pun tidak akan mendengar nya.
Clara mengambil buku menu yang ada di sana ,kemudian mendekat dan menggunakan topi juga masker sebagai pelindung agar tida di kenal olehnya.
"mau pesan apa?" tanya Clara
Susan seolah acuh dan mengambil menu itu lalu tanpa melihatnya dia melepas menu itu dengan sedikit kasar ke meja yang ada di depannya.
",ch, , dasar sombong " gumam Clara memperhatikan sikap Susan .
",gue mau minuman yang paling mahal di sini " ucap Susan dengan angkuhnya
"baiklah tunggu sebentar" ucap Clara berlalu dengan bibir yang komat Kamit di balik masker ,di berjalan ke tempat minuman dan membuka maskernya dengan wajah kesal.
melihat Clara kembali dengan wajah kusut ,Jack menghampiri nya dan menanyakan dia sedang apa.
"kamu kenapa sayang ?" tanya Jack
"tuh wanita sombong itu mau memesan minuman yang paling mahal di sini,cepat bikin kan." ucap Clara judes.
"baiklah baik..." jawab Jack kemudian memesan minuman yang ingin di pesan oleh Susan.
tak lama Susan pun kembali dengan membawa sebuah minuman termahal di sana,dan memberikan nya pada Susan ..
"nih minumannya" ucap Clara meninggalkan Susan dan memperhatikan Susan dari kejauhan..
Di tempat lain ,Jack dan Clara masih memperhatikan Susan,dia meneguk sekali minuman yang ada di depan nya .
"cih dasar kampungan ,keliatan aja berkelas tapi minum begituan doang gak bisa " grutu Clara membuat Jack yang ada di sampingnya lun ikut menimpali ucapannya.
"kamu kenapa sih sayang " tanya Jack
__ADS_1
"tuh liat wanita itu,aku sangat membenci nya " jelas clara membuat Jack mengerutkan keningnya.
"dia? kamu kenal? " tanya Jack
"dia kemarin membuat ulah di caffe ,dan sekarang apa dia juga mau membuat ulah di sini?" kesal Clara
"sudah lah jangan di pikirkan ,dan gak mungkin jga dia akan membuat ulah di sini " jelas Jack .
namun tanpa di duga ,tiba tiba Mike mendekati Susan dan bersalaman dengannya,
"eeh lihatlah,itu bukannya Mike? wah kalau Vina tahu bisa mampus wanita itu " ucap Clara menunjuk ke arah susan dan mike.
dari pandangan jack, susan sangatlah mudah digoda bahkan Jack sangat mengenal sikap wanita yang mudah di goda ataupun tidak.
"hmm, , sepertinya on the way kamar VIP nih " ucap Jack
dan benar saja tak lama Mike mengajak Susan untuk memesan kamar VIP.
"bagus, , " seringai Clara terlihat licik.
Di sisi lain ..
Lira menceritakan kejadian setelah pembullyan itu pada Vina, alangkah terkejutnya Vina saat mengetahui Aldo sangat tersiksa setelah membully Vina ,bahkan Aldo di kurung di dalam gudang sekolah sampai pagi,dan lira juga menceritakan alasan Aldo di pindah sekolah oleh orang tuanya.
"apa ? loe bilang apa tadi? " tanya lira mendengar tipis ucapan Vina
"eeh , ,enggak , aku cuma mikir kenapa Aldo gak cerita apapun ke aku,bahkan sampai sekarang dia tidak menceritakan apapun " jelas Vina
"mungkin Aldo tidak mau mengungkit masalah itu lagi, ,oh ya Aldo sering loh nyariin kamu dulu ,tapi aku juga gak tau kan kamu di mana " ucap lira mengingat Aldo sudah beberapa kali memang sering mencari Vina di tempatnya.
" entahlah ,aku pun tidak tahu kalau Aldo suka sama aku sejak lama dan itu dia ungkapkan baru baru ini lir, , aku jadi merasa bersalah dengan aldo " ucap Vina lagi memikirkan Aldo yang baru saja terbang ke Amerika.
"apa aku harus menyusul nya?" tanya Vina meminta pendapat dari lira
"kamu mau ke Amerika?" tanya lira
"sepertinya iya, , aku harus ke sana " ucap Vina memutuskan untuk menyusul Aldo ke Amerika.
***
Vina hendak menemui Juanda ke kantornya untuk mengurus kepergian nya ke Amerika ,namun saat hendak mengetuk pintu seseorang telah keluar dari ruangan itu dengan wajah kesal,dia menatap Vina dengan tatapan penuh kebencian,kemudian melewati Vina begitu saja.
Vina pun merasa ada sesuatu dan benar saja saat Vina masuk Juanda telah duduk menahan sakit di wajahnya dan darah di bibirnya masih terlihat jelas.
__ADS_1
"astaga, , ,kak Juan , , apa yang terjadi?" tanya Vina sangat khawatir.
"sshh, , ,gak apa apa Vin ,cuma luka kecil aja " ucap Juanda terlihat sedikit kesakitan
"gak apa apa gimana? siapa mereka kak? kenapa Kaka diam saja " ucap Vina kesal melihat Juanda yang mau mau saja di pukul oleh mereka,padahal Juanda bisa saja memanggil orang orangnya untuk membalas ornag yang tadi.
"Sudah lah Vin, , ,aku gak mau bahas itu lagi " ucap Juanda duduk kembali dengan tenang.
Vina berjalan menuju sebuah lemari tempat penyimpanan kotak P3K.
" Gak mungkin orang memukul tanpa alasan ,jelaskan " ucap Vina sambil mengobati luka di wajah Juanda .
Juanda mengepal tangannya dengan keras sambil mengingat masalah yang tadi di hadapinya.
Flash back on.
Dessy yang memang sangat menginginkan Juanda melakukan berbagai cara untuk memisahkan mereka,bahkan Dessy mendapatkan informasi tentang Lina dan keluarannya.
Tepat beberapa jam yang lalu saat Lina ada di kantor bersama Juanda,Juanda kedatangan beberapa orang yang membuat Lina terkejut.
"Apa-apaan ini?" teriak laki laki itu yang di kenal bernama Deno.
"Deno, , kamu ngapain di sini?" kaget Lina berdiri dari pangkuan Juanda.
Juanda terlihat kebingungan dan sedikit terkejut karena kedatangan Deno tanpa permisi
"siapa kalian? sayang siapa dia ?" tanya Juanda
"dia,, eee , , dia , ," Lina terlihat gugup dan sedikit mundur
BRAK
Deno melempar beberapa foto Lina bersama Deno yang sedang berrunangan,bahkan undangan pernikahan yang akan berlangsung seminggu kedepan,Juanda memungut semua itu dengan tanga gemetar,bahkan ada sebuah foto yang tebalik,saat melihat nya Juanda begitu terkejut melihat foto Lina dan Deno sedang bermain di ranjang.
"apa ini? " ucap Juanda terdengar marah
"sayang , aku bisa jelaskan "ucap lira pada Juanda
"Deno, kamu bisa kan gak usah datang ke sini," ucap Lina mencoba menenangkan situasi.
"bagaimana bisa aku tidak datang saat calon istri aku bermesraan dengan laki laki lain hah? kamu pikir aku laki laki macam apa Lina?" bentak Deno
"apa? " kaget Juanda.
__ADS_1