Di Kira Cupu Ternyata Suhu

Di Kira Cupu Ternyata Suhu
bab 77 Tidur bersama.


__ADS_3

Drrrt


Drrrttt


Kedua insan yang sedang di mabuk cinta itu terkejut dengan suara deringan ponsel.


"Sorry , , " ucap Vina melepas tangan Aldo dan berjalan mengambil ponselnya yang sejak tadi berdering.


"Haish, , mengganggu saja " gumam Aldo sambil menatap Vina yang kini sedang memunggunginya sambil menerima panggilan.


Vina berjalan ke arah jendela sambil mengangkat ponselnya.


"Hallo bik , ," ucap Vina


" Kapan kamu pulang? " Tanya bik Rahma dari seberang sana.


"Aku belum tahu bik,ada apa?" Tanya Vina


Rahma mengalihkan panggilan suaranya ke panggilan video.


"Lihatlah " ucap Rahma


Vina Tersenyum senang saat melihat pemandangan indah di depan matanya,di saja nur dan juga Mona sedang duduk bersama sambil mengajar Mona menyulam sebuah jaket rajut untuk Nana,di temani musik klasik membuat masa muda mereka kembali terbayang.


" Mama sudah semakin sehat bik.." ucap Vina terharu


Mendengar suara Vina menyebut mama ,Aldo mendekat dan memeluk Vina dari belakang.


"Hus, , Al aku lagi video call " ucap Vina merasa tidak enak pada Rahma.


"Hmm tidak apa " ucap Aldo sambil menoleh ke arah layar ponsel Vina.


"Loh mama sama siapa itu? " Tanya Aldo


Bik Rahma hanya tersenyum melihat tingkah manja Aldo pada Vina,berbeda dengan Vina yang terlihat Malu di lihat oleh Rahma.


"Iih Al sana dikit,malu tau " bisik Vina menyenggol Aldo agar sedikit menjauh.


"Hhhh, , ,baiklah " ucap Aldo melepas pelukannya dan menyapa Rahma .


"Hai bik, , apa kabar ?" Tanya Aldo


"Baik Al,kamu apa kabar? Bibik dengar usaha kamu makin sukses aja di sana " ucap Rahma menjawab sapaan Aldo.


"Doakan saja ,agar segera meminang putri cantik Elvina " ucap Aldo sambil tersenyum manis.


"Aamiin, , bibik doakan ya " balas Rahma


Mandengar itu wajah Vina menjadi merah " loh Vin kenapa wajah kamu merah?" Goda Rahma


"Iih apaan sih, , siapa juga yang wajahnya merah " kilah Vina.


Aldo menatap ke arah Vina yang sedang ketangkap basah salah tingkah.


"Oh ya itu mama sama siapa? " Tanya Aldo sengaja mengalihkan pembicaraan agar Vina tidak terlalu kaku akibat malu.

__ADS_1


"Sama mama Mona " ucap Vina.


Keduanya terdiam mendengar Vina menyebut Mona dengan sebutan mama.


"Sejak kapan " gumam keduanya.


"Sudah lah,titip salam ya buat mereka,aku akan segera pulang jika urusan di sini sudah selesai bik,bye " ucap Vina memutuskan sambungan telponnya.


Dia pun bingung sejak kapan dirinya Sudi memanggil Mona dengan sebutan mama.


"Gitu dong dari tadi " ucap Aldo mengambil ponsel Vina lalu melepasnya di meja dekat mereka berdiri kemudian dia menarik Vina ke dalam pelukannya.


"Hmm, , nyaman banget " ucap Aldo sambil berbisik ke telinga Vina.


Bisikan Aldo sangat terasa hangat di telinga Vina terlebih posisi mereka sedekat itu membuat Vina bagai tersengat listrik ,tubuhnya memanas dan dia memejamkan mata sambil merasakan setiap sentuhan tangan Aldo yang kini sudah bergerak nakal di punggungnya.


Meski masih terhalang pakaian ,namun Vina bisa merasakan gerakan tangan Aldo yang semakin membuatnya merasa hampir melenguh.


"Hheeh, , Al , , " bisik Vina


"Hmmm, , " jawab Aldo masih mengendus pelan leher Vina dengan memberikan sedikit kecupan kecil di sana.


"Al, , stop " ucap Vina tidak ingin kebablasan.


Dia sedikit mendorong tubuh Aldo agar menjauh,meski terlihat kesal namun Aldo menghargai Vina yang tak ingin melakukan hal yang lebih dari pada itu.


"Maaf Al " ucap Vina merasa bersalah.


Aldo tersenyum,meski gairah Aldo sedang memuncak namun dia juga memahami jika Vina masih ingin menjaga diri sebelum kata sah untuk mereka di suarakan.


"Aku paham dan aku mengerti " ucap Aldo


"Terimakasih Al " ucap Vina membalas pelukan Aldo ,dan malam itu mereka tidur bersama namun tidak melakukan apapun,hanya tidur berpelukan sudah membuat Aldo bisa tidur dengan nyaman di samping Vina.


Vina memeluk Aldo yang kini masih memejamkan mata,Vina terbangun tengah malam karena gerakan Aldo,Vina menatap lekat wajah Aldo yang sangat tampan,dia begitu menyukai tunangannya itu.


Vina Tersenyum ambil menantuh setiap inci wajah Aldo dengan pelan agar Aldo tidak terbangun.


"Apa kita bisaa tetap seperti ini Al " gumam Vina dalam hati sambil menyentuh wajah Aldo seakan Melukisnya.


"Maaf aku belum bisa sepenuhnya melupakan kejadian itu,namun aku akan berusaha untuk bisa memaafkan kamu Al,dan berusaha untuk tidak mengingat itu lagi " gumam Vina.


"Apa wajahku begitu tampan? " Ucap Aldo tiba tiba membuat Vina terkejut bahkan langsung terbangun.


"Al , ,kamu terganggu, , maaf " ucap Vina merasa bersalah.


"Sangat terganggu, akibat tangan nakal kamu ini ada sesuatu yang ikut bangun tau " ucap Aldo sambil menggoda Vina.


"Eeh , ,apa , , di sini cuma ada kita Al? Apa kamu bisa melihat hantu " bisik Vina tak mengerti ucapan Aldo


Aldo sangat gemas dengan kepolosan Vina yang tidak paham dengan ucapan Aldo,Aldopun menggunakan kesempatan itu untuk menggoda Vina .


Aldo mengangguk sambil berkata "Iya dan kamu tau ,dia sudah siap menerkam kamu " ucap Aldo sambil menirukan gaya hantu di depan Vina


"Iih , , Al jangan nakutin kamu , ," kesal Vina menoleh ke kiri dan kanannya,berharap ucapan Aldo tidak benar.

__ADS_1


Melihat wajah takut Vina membuat Aldo gemas dan menarik Vina lagi ke dalam pelukannya.


"Hahah, aku bercanda,sudah ayok sini tidur lagi,sebelum dia benar benar bangun " ucap Aldo lagi membuat Vina menurut dan langsung tertidur di pelukan Aldo.


"Heh, , sabar junior" gumam Aldo merasa sedikit nyeri pada juniornya yang sudah berkali kali bangun dan tidak mendapatkan jatah.


Di tempat lain ,pesta kecil kecilan di rayakan oleh Susan dan juga Ken,beberapa wanita penghibur di datangkan oleh Ken untuk melayani mereka,Susan begitu banyak minum hingga dia mabuk berat .


"Haish, Ken kenapa kamu bergoyang " ucap Susan berteriak akibat kerasnya musik di sana.


"Ngomong apa sih dia?" Tanya Ken pada assisten nya .


"Entahlah" jawab sang assisten sambil mengangkat kedua bahunya.


"Hai kamu, , mari kita berpuasa " teriak susan sambil mencoba berdiri namun tidak bisa menahan tubuhnya.


Assisten Ken sebut saja Han,dengan segera menangkap tubuh Susan dan di bawah perintah Ken dia membawa Susan untuk beristirahat di kamar yang sudah di sewa oleh Ken.


"Haish wanita ini sangat berat " gumam Han sambil memapah Susan.


Sepanjang perjalanan Susan bernyanyi entah apa yang di nyanyikan olehnya,Han hanya bisa menahan sakit di telinganya akibat suara cempreng milik Susan sangat keras di dekatnya.


BRUG


Han meletakkan tubuh Susan di atas ranjang dan menyelimuti nya.


"Haish, tubuh kecil tapi sangat berat," gerutu Han


"Haish, , apa sih Ini " gurau Susan menyingkap selimut itu


Hingga Perut Susan terlihat jelas karena bajunya terangkat akibat gerakannya sendiri.


Degh.


Han menelan kasar salivanya saat menatap perut rata Susan yang begitu menggoda,terlanjur saat Susan menggeliat rok mininya terangkat hingga terlihat jelas paha besarnya begitu menggoda.


"Huuh, , geraaah" keluh susan hendak membuka bajunya di depan Han.


Han dengan segera menangkap tangan Susan yang hendak membuka pakaiannya.


"Heh, wanita ini bikin gerah " grutunya lagi.


"Hei, , lepaskan assisten sialan " kesal Susan menepis tangan Han yang menghalanginya.


"Dasar wanita sialan,kamu yang sialan,dasar menyusahkan " kesal Han hendak meninggalkan Susan


"Hiks , , ,hiks , kamu Jahat..." Tangis Susan membuat Han terdiam dan menoleh kebelakang.


"Ada apa dengannya " ucap Han kembali melihat Susan yang sudah dalam posisi meringkuk dan menangis .


"Huuuu, , ,kamu jahat,aku benci sama kamu , , hiks , ,jangan tinggalin aku, , jangan tinggalin aku , , " tangis Susan lagi.


Han terlihat kasihan dengan Susan,dia mendekat dan duduk di samping Susan sambil menyelimuti Susan,namun tangan Susan menangkap tangan nya dan memeluk tangan itu seolah tidak mengizinkan Han untuk pergi.


"Jangan pergi , ,huuu, , , " tangis Susan

__ADS_1


Han pun menjawab " baiklah akan aku temani " ucap Han ,dia mengambil posisi dan ikut tidur bersama dengan susan sambil memeluk susan menenangkannya.


__ADS_2