Di Kira Cupu Ternyata Suhu

Di Kira Cupu Ternyata Suhu
bab 92


__ADS_3

Setelah menyelesaikan urusannya bersama Ken dan juga Han,bahkan Susan kini Vina tengah bebas dari tuduhan dan juga nama baik nya telah kembali di depan Aldo.


"Terimakasih Al,kamu sudah percaya padaku " ucap Vina memeluk Aldo saat kini Aldo tengah mengantar Vina ke bandara.


"Sama sama,maaf telah sempat meragukan mu ,tapi aku yakin kamu memang pasti punya alasan untuk melakukan itu bukan ?" Tanya Aldo membuat Vina kembali sadar dengan ucapan Juanda yang sudah tidak sabar ingin memperlihatkan alasan Aldo membully Vina beberapa tahun yang lalu tersebut.


"Maaf Al,,,aku pulang dulu ya,kamu baik baik di sini ,bye " ucap Vina terdengar buru buru .


Aldo pun hanya mengendus kecil saat merasa Vina mencoba menghindar dari percakapan mereka.


"Baiklah,aku rasa Juanda sudah menemukan kebenaran yang sesungguhnya" gumam Aldo ,dia lun tau Juanda y


Beberapa waktu lalu memang menyelidiki kasusnya terdahulu .


****


Vina begitu deg degan saat kini tengah berada di sebuah ruangan bersama Juanda, Juanda ingin memperlihatkan pada Vina kejadian yang sebenernya dan siapakah Aldo yang sebenarnya.


"Apa kamu siap?" Tanya Juanda sambil menatap Vina yang terlihat harap cemas,


Vina mengangguk pelan seraya menelan dengan susah ludahnya ...

__ADS_1


Juanda pun mulai mengeluarkan sebuah bukti yang mengatakan jika aldo tidak lah bersalah dalam kejadian itu,bahkan Juanda sengaja bertanya pada alumni alumni yang seangkatan dengan mereka ,dan mereka pun memberi saksi jika Aldo memang tidak bersalah dan dialah yang menjadi sasaran dari gank Brian saat Vina tiba tiba menghilang ,bahkan Juanda mendapatkan informasi dari guru pembimbing meraka yang mengatakan Aldo pindah sekolah setelah orang tuanya melaporkan tindak pembullyan yang di lakukan terhadap anak mereka.


Tik...


Tik..


Air mata Vina Lolos begitu saja,mengingat betapa bencinya ia dulu terhadap aldo dan juga Brian,betapa ingin ia membalas dendam terhadap aldo dan ingin mempermalukan Aldo di depan khalayak banyak,namun nyatanya Aldo tidak lah bersalah.


"Kamu belum terlambat vin " ucap Juanda mencoba menyemangati Vina.


"Kak, , " lirih Vina menatap Juanda dengan genangan air mata nya.


Juanda Tersenyum kecil lalu mengangguk pelan ,dia tahu apa yang di rasakan Vina saat ini,meski pun kejam tapi dia tahu jika Vina memiliki hati yang lembut dan tidak tega,namun jika mengingat kembali sakit hatinya dia akan menjadi seorang monster yang harus membalas lebih sakit dari apa yang dia rasakan.


"Papa juga tidak akan melanjutkan rencana papa sayang, kalian berhak bahagia " ucap fernand tiba tiba datang dan bergabung dengan mereka,dia tahu apa yang sebenernya di rencanakan oleh anak anaknya dan dia juga membantu mereka,


"Paaa, , , makasi paaaa.....huuuu, , , " laki laki paruh baya itu pun memeluk anak angkatnya dengan penuh kelembutan.


Tak ada jarak di antara keduanya,meraka seperti anak dan ayah kandung,meski begitu Juanda tak pernah menaruh rasa itu pada Vina karena dia tahu mata yang Vina gunakan adalah mata adiknya untuk itu dia sangat menyayangi Vina melebihi apapun dan tak ingin melihat mata itu mengeluarkan air kesedihan sedikit pun.


***

__ADS_1


Berbeda dengan aldo di Amerika,kini ia juga baru tahu jika perusahaan papanya di ambang kebangkrutan,dan Aldo juga tahu siapa dalang di balik semua ini .


"Huh, , apa yang harus aku lakukan ,agar kesalahpahaman ini bisa terselesaikan" gumam Aldo sambil membaca dokumen yang di kasi oleh anak buahnya.


"Aldo cepatlah pulang nak " tiba tiba pesan dari ponsel aldo dari Delon.


Aldo semakin di buat bingung dengan keadaan ini , sementara dia tidak mau Delon tahu jika penyebabnya adalah fernand ,calon mertuanya.


"Apa yang harus aku lakukan " gumam Aldo


Tanpa pikir panjang dia langsung menyambar jas nya dan meminta rekannya untuk mengurus kepulangannya ke Indonesia.


Sementara Aldo pulang ,Vina di rumah tiba tiba datang ke kantor dengan wajah yang tegang .


Tanpa mengetuk pintu Vina langsung masuk ke ruangan fernan dan dia menghentikan langkahnya ketika melihat Delon dan juga beberapa orang di sana tengah mengadakan meeting .


"UPS , ,maaf " ucap Vina merasa tak enak,pasalnya baru kali ini fernand mengajak tamu meeting di ruangannya.


"Vina !" Panggil Delon


"Eeh om , , maaf Vina gak tahu kalau om di sini " ucap Vina merasa tak enak dan hendak berbalik namun fernand menghentikan langkahnya.

__ADS_1


"Vina, , masuklah ,kebetulan kamu datang ,ada yang ingin papa bicarakan " fernand menyuruh Vina untuk masuk dan ikut bergabung dengan mereka.


"Kenapa wajah papa sama om Delon biasaa saja ya? Gak ada tegang nya sama skali " gumam Vina sambil menatap keduanya secara bergantian .


__ADS_2