
Vina tersenyum sendiri di dalam mobil saat pulang bersama Aldo dari wahana permainan itu,entah kenapa hatinya berbunga-bunga mendapat perlakuan seperti itu dari Aldo.
Aldo masih fokus pada jalanan membawa Vina ke sebuah tempat yang sering Aldo datangi setiap kali ada kesempatan,Aldo melirik Vina dengan ekor matanya.
Khem
Khem
Aldo berdehem melihat Vina tersenyum sendiri,Vina tersadar dan langsung memperbaiki duduknya dan menghentikan senyumannya.
"Kenapa loe ? " Tanya Vina menatap sinis pada Aldo.
",Enggak , , " aldo membelok mobil ke kiri dan Vina menyadari jalan itu bukan jalan kerumah Aldo maupun rumahnya.
"Mau kemana kita? " Tanya Vina sambil menatap Aldo.
"Gue mau bawa loe ke rumah sakit jiwa " terang Aldo serius.
"Eeh jangan macam macam ya " ujar Vina
"Gue gak macam macam,cuma tadi gue liat loe tersenyum sendiri gitu ,makanya gue bawa loe kesini kali aja butuh perawatan,heh " jelas Aldo sengaja menggoda vina.
"Gue gak gila Aldo,jangan macam macam" jelas Vina lagi terlihat gelisah.
Aldo mulai masuk ke halaman rumah sakit jiwa dengan pelan.
"Ya sudah kalau loe gak mau keluar,loe diem aja di sini tungguin gue,gue gak lama kok " jelas Aldo
Vina menatap sekitar dan sangat terkejut mengapa Aldo berhenti di rumah sakit jiwa tempat ibunya di rawat.
"Ngapain Aldo ke sini? Apa ada yang mau dia jenguk " gumam Vina.
Aldo menghentikan mobilnya dan mengambil sebuah bunga di belakang bagasi mobilnya,Vina mengikuti kemana arah langkah Aldo.
"Gue ikut " ucap Vina akhirnya keluar dari mobil dan mengikuti langkah Aldo .
Vina berjalan di belakang Aldo dengan menatap ke kanan dan ke kiri.
"Mama " gumam Vina menatap mama nur yang duduk di area taman rumah sakit sebelah kiri, Tiba tiba langkah Vina terhenti saat menatap Aldo yang berbelok ke kiri dan semakin mendekat ke arah mama nur.
"Aldo? Mama?" Guamam Vina.
Vina menatap dari kejauhan,Aldo mendekat dan bersimpuh lalu mencium tangan mama nur,mama nur membelai rambut Aldo dengan penuh kasih sayang dan di barengi dengan senyuman mengembang di bibirnya.
Degh
__ADS_1
Vina terpaku,dia terrkjeut bahkan tak menyangka sejak kapan mereka begitu dekat bahkan Aldo terlihat seperti anak kandung mama nur.
"Mama" panggil pelan Vina ,air matanya jatuh tak tertahan,dia menangis haru melihat pemandangan di depan matanya.
Vina tak berani mendekat,dia Hanya memantau dari kejauhan,namun saat yang tidak tepat suster yang merawat mama nur melihat Vina.
"Nona " panggil suster itu
Aldo menoleh namun tak mendapati siapa siapa.
"Loh dia kemana?" Gumam suster itu kebingungan melihat vina begitu cepat menghilang.
"Siapa sus?" Tanya Aldo
"Eee, , itu, , mm , , anuu, , , , keluarga pasien di sini juga mas" ucap suster itu berbohong,karena vina memang menyuruh mereka untuk tidak memberitahu siapun tentang dirinya yang sering datang ke sana.
"Ohh , , " jawab singkat Aldo
"Vina kemana? " Gumam Aldo melirik ke sana kemari tak mendapati Vina di sana.
"Cari siapa mas? " Tanya suster itu melihat Aldo kebingungan .
"Enggak, , saya tadi datang ke sini sama teman,tapi kok teman saya gak ada " ucap Aldo sambil melirik Vina.
"Aah ya, ,mungkin aja sus ya " ucap Aldo kemudian kembali fokus mengajak mama nur bicara.
"Maa, , tadi Aldo ke sini bawa seorang wanita yang di jodohkan sama Aldo,maafin Aldo ya mungkin Aldo mulai menyukai dia,dia miriiiip sekali dengan El,maafin Aldo ya ma belum bisa menemukan di mana El,Aldo janji Aldo akan selalu mencari keberadaan El,Aldo janji" ucap Aldo berterus terang pada mama nur.
Selama ini Aldo mencari Elvina dan juga keluarganya,dan sejak Aldo tahu mama nur ada di rumah sakit jiwa Aldo semakin bersedih dan merasa bersalah telah membully El dan membuat El menghilang tanpa jejak,bahkan dia tidak tahu bagaimana keadaan El setalah tabrakan terjadi.
"El kamu di mana sih ?" Gumam Aldo melihat itu.
Tanpa di sadari Aldo ,suster yang merawat mama nur terlihat kesal saat Aldo mengutarakan isi hatinya pada mama nur mengenai wanita yang di ajaknya tadi juga El,dia kesal pasalnya dia diam diam menyukai Aldo dan selalu senang jika Aldo berkunjung ke sana.
"Jadi dia sudah di jodoh kan ,,,iih ,kesel deh" gumamnya .
Vina mengintip dari balik pepohonan sambil menutup bibirnya dengan tangan agar suara tangisannya tak keluar, tubuhnya bergetar menandakan dia menangis sejadi jadinya.
Vina akhirnya tak tahan,dia berlari dan mencari taksi kemudian pergi dari sana.
Setelah merasa lebih baik Vina mengambil ponselnya dan mengetik pesan singkat ke Aldo , mengabarkan kalau dia pulang duluan.
Tring
"Gue Balik duluan Al,ada urusan mendadak " ucap Vina dalam pesan singkatnya.
__ADS_1
"Huh, , kenapa pergi sih ,padahal gue mau kenalin sama mama nur ,kali aja mama nur bisa lebih cepat sembuh jika bertemu dengan orang yang mirip sekali dengan El,yah meski tidak terlalu mirip" gumam Aldo menatap layar ponselnya.
Tak lama aldo pamit dan memutuskan untuk pulang ke rumah.
Di rumah Vina langsung berlari ke dalam kamarnya,dia menangis sejadi jadinya di sana , menenggelamkan wajahnya di bawah bantal dan berteriak sesuai hatinya.
"Aaaaarrrk , , kenapa harus Aldo ,kenapa bukan orang lain saja " teriak Vina dalam tangisnya .
Dia terisak,dia hanya ingin balas dendam atas apa yang telah terjadi padanya,tapi kenapa Aldo malah membuat mama nur terlihat bahagia bahkan jika dengannya mama nur selalu histeris dan tak henti mengingat kejadian itu.
Vina lelah menangis akhirnya tertidur dengan posisi masih menutupi wajahnya,saat sudah terlelap Juanda datang ke kamar Vina ,dia memperbaiki posisi Vina dan membaringkan Vina dengan pelan agar dia tidak terbangun.
Juanda mengambil selimut dan menyelimuti Vina lalu mengecup kening Vina .
Cup
" Kakak tidak akan pernah membiarkan orang yang membuat mata ini menangis merasakan kebahagiaan dek,Kakak janji,kakak akan membalas dendam kepada orang yang telah membuat hidupmu menderita " ucap Juanda berjanji pada dirinya sendiri ingin membatu Vina membalas dendam atas kehancuran hidupnya dulu.
Keesokan harinya Vina bangun dengan kepala yang sangat pusing dan juga mata yang bengkak akibat terlalu lama menangis.
Tok
Tok
Tok
Mama Lauren masuk dengan membawa segelas susu dan juga sarapan untuk Vina.
"Morning " sapa mama Lauren masuk ke dalam lalu mengecup kening Vina.
"Morning mom " jawab Vina bangun.
"Apa sudah baikan?" Tanya mama Lauren
"Aku gak sakit ma, , aku baik baik saja " jawab Vina.
"Kamu gak usah bohong,itu lihat mata bengkak habis nangis semalaman " ucap mama Lauren mengelus pipi Vina pelan.
"Maaf maaa" ucap Vina
Dia memeluk mama Vina sebentar " sudah sana mandi dan ini sarapan juga susu kamu ya , kalau mau keluar rumah kasi tau mama dulu ,mama mau arisan " ucap mama Lauren lagi sebelum pergi dari kamar Vina.
Vina pun menurut,dia bangkit dan segera mandi .
****
__ADS_1