Di Kira Cupu Ternyata Suhu

Di Kira Cupu Ternyata Suhu
bab 48 mencari Vina


__ADS_3

"Apa ini ?" Tanya Dessy menatap selembar kertas di depannya.


"Apa yang saja janjikan,bukankah cukup " jawab Juanda.


Dessy menatap Juanda dan mengambik kertas itu lalu melihatnya.


"Apa itu cukup?" Tanya Juanda


Dessy sangat geram ,yang di inginkan Dessy bukanlah uang melainkan Juanda,dia melihat dalam cek itu tertulis nominal yang Rp.100.000.000,00.


"Bukan ini yang ku mau pak!" Teriak Dessy


"Lalu apa? Bukankah itu lebih dari cukup atas bantuan kamu Dessy " ucap Juanda..


Dessy meremas cek itu,namun seketika dia teringat dengan orang tuanya yang sangat membutuhkan uang untuk biaya kuliah adiknya.


"Lebih baik ini dari pada tidak dapat apa apa sama sekali,dengan uang ini pun aku bisa melakukan banyak hal untuk mendapatkan Juan bantu " gumam nya dalam hati.


Dessy pun keluar dengan kecewa sambil membawa cek itu.


"Haish, , dasar wanita menyebalkan " grutu Juanda kemudian merebahkan tubuhnya di atas kursi kebesarannya.


Dia hendak menghubungi Vina namun Vina lebih dulu menghubungi nya.


"Hallo Vin " panggil Juanda


"Hallo kak, , ini Aldo " ucap Aldo


"Loh , ,ini bukannya nomer Vina? Kenapa ada sama kamu Al?" Tanya Juanda penasaran sambil melihat kembali nomer ponsel yang melepon nya


"Iya benar kak,hanya saja tadi Vina kabur sambil menangis menaiki taksi,dan aku kehilangan jejak meraka " terang Aldo.


"Apa yang membuatnya menangis ?" Tanya Juanda


"Dia memintaku untuk mengantarnya ke makam Brian ,tapi sampai sini dia tiba tiba menangis dan pergi begitu saja " terang Aldo tak ingin bercerita Banyak.


"Jadi apa Kamu tahu ,kemana kira kira Vina pergi? Tanya Aldo.


",Cobalah kamu cari tempat sepi ,pasti dia datang ke tempat yang sepi untuk menyendiri,atau enggak kamu cari ke bioskop,pasti dia menyewa satu room untuk dia menonton film kartun " terang Juanda.


"Baiklah , , terimakasih aku akan mencarinya" balas Aldo kemudian mulai mencari lokasi yang sepi untuk menyendiri .

__ADS_1


Sedangkan Juanda dia menggeleng melihat sifat kekanak Kanakan Vina yang sangat mirip dengan adiknya yang telah meninggal,namun matanya masih terpancar di dalam diri Vina.


"Dasar bocah " grutu Juanda kemudian bangkit dan mendapati Dessy sedang menelpon bermesraan.


"Khem khem , , bagaimana pekerjaan kamu? " Tanya Juanda


"Maaf pak, , pekerjaan saya sudah selesai pak " balasnya


"Baiklah " Jawab Juanda di balas senyum kepalsuan dari Dessy.


"Kita lihat saja nanti " gumam Dessy .


Juanda berjalan menuju ke kontrakan Lina untuk mencari keberadaan vina.


Setelah berkendara beberapa saat Juanda datang,dan mereka langsung bergegas mencari Vina ketempat yang sering di datangi oleh Vina.


"Apa dia ada di dalam? " Tanya Juanda


"Tidak ada sayang, ,Ayo kita ketempat lain " ucap Lina.


Begitupun dengan Aldo,dia mencari Vina kemana mana tapi tidak di temukan sama sekali.


Sementara itu Vina kini duduk di sebuah bangku kosong di sebuah ruangan yang gelap,hanya ada layar besar di depannya yang mempertontonkan sebuah film kartun Tom and Jerry.


"Hahahaha " tawa renyah vina saat menonton itu,dia sangat bahagia bisa menonton film masa kecilnya dulu.


"Andai semua itu tidak cepat berlalu ? " Gumam Vina kemudian meneteskan air matanya.


Tanpa di duga seseorang telah masuk tanpa di sadari oleh Vina.


"Vin, , kamu di sini?" Sapanya


Vina menoleh dia terlihat kesal dan hendak memarahi orang itu.


"Ngapain kamu ke sini, pergi" teriak Vina.


"Vin,jangan seperti ini," ucapnya lagi mendekat.


"Pergi, , atau akuu , , "


Grep

__ADS_1


Aldo ,yah dialah yang datang menemukan Vina di sebuah bioskop,Vina menyewa room bioskop untuk dirinya sendiri .


"Lepasin Aldo " ucap Vina.


" Gak ..aku gak akan melepaskan kamu Vin" ucap aldo semakin mengeratkan pelukannya.


"Aldo lepasin, , pergiiii , , pergi , , perr...mmmppphhhh" Vina mencoba melepaskan diri dari Aldo namun Aldo tidak memberikan Vina bergerak sedikitpun ,sampai Aldo menutup bibir Vina dengan bibirnya.


Mata vina melotot ,dia terdiam dan menelan kasar ludahnya saat bibir Aldo menempel di bibirnya,


Aldo memejamkan mata nya ,merasa Vina diam saja Aldo melonggarkan pelukannya dan mulai menempelkan kedua tangannya di wajah Vina ,memperdalam cium annya.


Vina membuka sedikit bibirnya membiarkan Aldo dengan aktivitas nya.


Setelah merasa tersengal Aldo melepaskan vina," maaf " ucap Aldo menghapus air mata Vina .


"Kamu gak benci sama aku? Setelah apa yang aku lakukan ?" Tanya Vina.


"Benci kenapa? Aku sudah bilang sama kamu,aku akan melakukan apapun agar kamu bisa hidup bahagia tanpa dendam di sini" ucap Aldo menunjuk Dada vina.


"Aku gak mau kamu hidup dalam bayang bayang dendam vin " jelas Aldo


Entah mengapa vina merasa beruntung dan tenang berada di pelukan aldo sehingga apapun yang Aldo katakan di diam,dan di dalam lubuk hatinya yang paling dalam juga Vina gak mau hidup seperti ini,


" kita pulang yuk " ajak Aldo menarik tangan Vina.


Namun Vina menahannya.


"Ada apa? Tanya Aldo menoleh .


"Terimakasih " ucap Vina,Aldo tersenyum dan menghapus air mata vina dan membawa Vina pergi .


Tanpa mereka sadari ,Juanda dan Lina melihat mereka .


"Sejak kapan mereka pacaran ?" Tanya Lina


"Entahlah," jawab Juanda .


"Apa itu ciuman pertama nya?" Tanya Lina


", Sayang sudah lah ayo,kita pergi ,lagipula aku yakin aldo akan menjaganya ,dia sudah dewasa " terang juanda.

__ADS_1


__ADS_2