
Seminggu kemudian sebuah acara sakral akan segera di gelar di Mana di sebuah gereja,seorang wanita dan pria yang tak lain ialah Susan dan juga Han akan melangsungkan pernikahan mereka secara diam diam ,hanya menghadirkan keluarga terdekat dan juga pendeta yang akan membacakan janji suci pernikahan.
Dan kini tibalah saatnya imam mengucapkan ijab dan qobul pernikahan nya.
"Maka tibalah saatnya untuk meresmikan perkawinan saudara. Saya persilahkan saudara masing-masing menjawab pertanyaan saya" ucapnya,kemudian Han dan juga Susan mengangguk sama sama.
"Saudara Han cristian , maukah saudara menikah dengan saudari Susi Susan yang hadir di sini dan mencintainya dengan setia seumur hidup baik dalam suka maupun dalam duka?
"Ya ,saya mau " Jawab Han lantang.
"Saudara Susi Susan ,maukah saudari menikah dengan Han cristian yang hadir di sini dan mencintainya dengan setia seumur hidup baik dalam suka maupun dalam duka?" Ucap imamnya.
Namun saat hendak mengatakan iya ,tiba tiba segerombolan polisi menghentikan acara sakral itu.
"Hentikan..angkat tangan assisten HAN " teriak polisi itu.
Degh
Semua orang histeris saat begitu banyak polisi yang datang ke gereja itu,begitu juga dengan Susan.
"Apa? Sayang jangan bilang " ucap Susan khawatir.
"Sialan, " gumam Han dia pun ingin kabur tapi gak tahu harus kabur kemana ,dengan terpaksa dia mengangkat tangan dan menyerahkan diri.
"Tidak, , ,jangan bawa dia, , jangan, , tidaaak" teriak Susan menolak untuk Han di tangkap.
"Ada apa ini?" Tanya para pendeta
Polisi pun menjelaskan kenapa Han di tangkap dan pendeta pun mempersilahkan mereka untuk membawa Han.
"Tidak , ,haaan, , jangan , ,jangan bawa dia , ,maaa ...paaaa , , ,buuuu " tangis Susan mengadu pada calon mertuanya dan juga ibunya yang masih berada si kursi roda.
"Sabar sayang,pasti Han akan bebas " ucap Maria ibu dari Han sambil memeluk calon menantunya itu.
"Huuu, , ,tidaaaak,jangaaan, , " tangis Susan lagi ,dia melepas pelukannya dan memeluk ibunya.
"Maaa,bagaimana ini ma " tangis Susan
"Sayang sudah lah kamu tenang saja,pasti mertua kamu tidak akan tinggal diam ,mereka pasti akan mengurus Han dan segera membebaskan nya." Jelas mama Susan
__ADS_1
"Tapi bagaimana jika tidak bisa di bebaskan,sedangkan Ken pun sama bu,dia tidak bisa dengan mudah di bebaskan " ucap Susan lagi
"Pasti bisa nak ,kamu sabar aja " ucap mama Susan lagi
"Gimana aku bisa sabar Bu,kalau Han tidak bisa di bebaskan bagaimana Nasip anak yang ada di kandunganku ini " ucap Susan tanpa snsgaja mengaku jika dirinya sedang hamil.
Mereka Semua terkejut mendengar itu ,beruntung hanya pendeta dan kedua orang tua Han juga mama nya Susan Yang masih ada di sana.
"Apa? Bayi? Kamu hamil?" Tanya Maria
"Astaga " kaget papa Han .
"Apa? Kamu hamil? " Ucap pelan mama Susan
PLAKK
"Dasar wanita murahan,kenapa bisa kamu hamil sebelum menikah hah? Kamu merusak nama keluarga kita susan ,kamu kotor " geram mama Susan menampar anaknya tanpa ragu.
Kedua orang tua Han hanya bisa diam melihat mama susan menampar susan ,mereka pun sama kecewa dengan Susan dan juga Han.
"Bu , maafkan Susan bu, , maafkan Susan,Susan khilaf buu, , maaf " tangis Susan mencium tangan mamanya sambil menangis meminta maaf.
"Bu, , maafin Susan Buu " Susan tak menyerah dia masih berlutut dan meminta maaf pada mamanya .
Saat susan masih berlutut di kaki sang mama , beberapa anak buah dari papanya Han datang dan membawa informasi tentang penangkapan Han bahkan bisnis ilegal yang kedua sejoli itu lakukan .
"Apa? Apa apaan ini?" Ucap papa Han melirik Maria sambil membaca berkas itu.
"Maaf bos,tapi itu yang kami temukan ,bahwa tuan Han memang seorang gay,dan Ken adalah bos sekaligus pacarnya " lapornya sedikit berbisik ,namun bisa di dengar oleh mereka di sana.
"Apa? Tidak mungkin " tangis Maria sambil menutup bibirnya tak percaya anaknya melakukan bisnis ilegal bahkan seorang gay.
Tak lama papa Han menatap ke arah Susan yang masih berlutut sambil melirik ke arah meraka,Susan terlihat menyeka air matanya dan sesegukan akibat menangis .
Papa Han mendekat dan terlihat marah bahkan kecewa dengan Susan.
"Apa ini Susan ? Anak siapa yang kau kandung, tidak mungkin anak dari Han kan ?" Teriak papa Han sambil melempar berkas itu.
"Apa?" Kaget Susan begitu juga mama nya
__ADS_1
,Susan mengambil berkas itu dan membacanya,dia pun sama menunjukan reaksi terkejut saat mengetahui Han adalah seorang gay dan sedang menjalin cinta dengan bosnya yaitu Ken.
"Gak, , ini gak mungkin om,ini gak benar? Han pernah tidur sama ku om Tante,aku mohon percaya sama ku " ucap Susan berdiri dan mencoba menjelaskan semuanya .
Mama Susan mengambil berkas itu dan membacanya,dia nangis tersedu saat membaca keseluruhan nya,bahkan mama Susan begitu sedih meratapi entah bagaimana nasip Susan setelah ini.
"Jangan bohong kamu, Seorang gay,tidak mungkin mempunyai rasa suka pada seorang wanita ,kamu tahu itu bukan,jadi aku bisaa menjamin jika anak yang ada di kandungan kamu adalah bulan anak dari Han " geramnya kemudian pergi.
"Omm, , ,tunggu om, , tunggu, , aku mohon percaya sama aku " tangis Susan
"Tante, , aku mohon percaya padaku tan" teriak Susan lagi saat Maria mendekat ke arahnya,namun Maria hanya diam dan menatap Susan sejenak lalu pergi meninggal Susan tanpa sepatah katapun,bahkan sapaan permisi pun tak di dapatnya.
"Oom, , tantee, , aku mohon percaya padaku, , huuuuu" tangis Susan merasa frustasi saat ini,semua rencananya sia sia,dia bahkan kini sudah tidak punya harapan lagi buat menjalin hubungan dengan orang lain.
"Kalian percayalah " teriakan Susan semakin melemah saat ia sudah Tak bisa menampung berat tubuhnya lagi ,dia merosot ke lantai dengan tangisan di pipinya.
"Maa, , " tangis susan menoleh ke mama ya ,dan mama susan pun masih kecewa dengan Susan,dia lun membuang muka dan meminta perawatan nya untuk membawanya keluar dari gereja itu.
"Buuu, , ,tunggu buuu, , ,huuuuu " tangis Susan lagi,meraka meninggal Susan sendiri di gereja itu,dengan tangisan dan juga penyesalan telah mengenal Mike yang tak mau mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Sementara di sisi lain,seorang wanita dengan santai menyaksikan menyaksikan semua itu dengan bersedekap dada sambil menyandarkan sebelah bahunya ke tembok sambil mengunyah permen karet.
"Heh, ini baru pas " gumamnya merasa puas dengan rencana yang dia buat belakangan ini.
"Susan susan ,kamu bukan tandingan ku " gumam nya sambil tersenyum penuh kemenangan.
Siapa lagi kalau bukan Vina,yah Vina lah dalang di balik semua ini ,dia membalas dendam atas apa yang Ken dan Han lakukan bahkan Susan lakukan padanya,vina tak mudah melupakan kesalahan orang sebelum dia membalas apa yang orang itu lakukan padanya.
"Aaaarrrkkkk,.,huaaaaaaa, , hahahahahaaa" teriak Susan tiba tiba berubah menjadi tangisnya dan tawa.
"Hahahah, , ,kalian semua akan menanggung akibatnya " teriak Susan sambil tertawa.
"Astaga, , ,apa dia gila? " Ucap Vina memperbaiki cara berdirinya sambil menatap Susan dari kejauhan.
Vina menggeleng menatap Susan yang sudah di pastikan mengalami gangguan jiwa.
"Astaga, dia begitu malang " ucap Vina kemudian dengan santai melompat dan berlalu dari sana.
"Akhirnya pulang ,lalalalalla , " teriak Vina sambil bersenandung kecil.
__ADS_1