
Setelah acara pernikahan Juanda dan juga Lina selesai,Vina langsung terbang ke Amerika untuk menemui Aldo,karena selama ini Vina merasa tidak baik baik saja dengan Aldo,dia khawatir dengan keadaan Aldo saat ini,meski clara sempat bilang kalau Aldo berubah dingin sejak beberapa hari lalu,namun vina belum tahu apa penyebabnya.
Aldo memang tidak pernah menghubungi nya ,namun ia selalu memberi Aldo kabar agar Aldo tidak khawatir.
"Aldo ,kamu kenapa sih !" gumam vina sambil menatap ponselnya dan berharap Aldo akan menghubungi nya.
Vina kembali membuka ponsel itu dan mengirim pesan.
"Aldo, , aku khawatir sama kamu,aku akan menyusul mu ," tulis Vina pada ponselnya lalu mengirimnya.
Di sisi lain,alo yang kono sedang ada di ruangannya menoleh ke arah ponselnya yang tadi bergetar.dia mendekat dan membukanya .
bukannya membalas tapi Aldo malah tersenyum kecut dan melepas kembali ponsel itu tanpa mengatakan sepatah katapun untuk Vina maupun membalas pesannya.
Aldo kembali fokus pada pekerjaannya yang sempat tertunda kemarin,namun siapa sangka pikirnnya terpenuhi oleh Vina dan lagi lagi dia gagal untuk bersikap dingin seperti ini,dia mengambil jas dan juga kunci mobilnya untuk segera pergi mencari hiburan.
bayangan Vina sedang bermesraan dengan Ken semakin menghantui nya bahkan ucapan Vina yang dia dengar itu sangatlah menyakitkan baginya.
"aku tidak pernah mencintainya,aku hanya ingin membalas dendam atas apa yang telah dia lakukan padaku dulu,aku tidak akan pernah melupakan itu semua aku snsgaja menjalin kasih hanya untuk membuatnya menderita bahkan setelah aku berhasil mendapat hartanya aku akan meninggal nya " ucapan itu kembali teringat di kepala Aldo ,terlebih rekaman itu terdengar sangat jelas di telinga Aldo saat Vina mengatakan itu
__ADS_1
Di sisi lain anak buah dari Ken memberitahu Ken kalau Vina akan segera sampai di Amerika.
Ken tersenyum licik dan sengaja memberi tahu Aldo agar dia melihat secara langsung bagaiman ken akan menyapa Vina.
"baiklah kita persiapkan segalanya " ujar Ken pada anak buahnya kemudian mereka pergi.
setelah kepergian mereka barulah Ken membuka laci meja kerjanya dan mengambil sebuah foto dari dalam lacinya yang ternyata adalah foto Vina.
"ckckck...kamu fikir kamu siapa berani bermain main dengan ku Vina El Zackly" gumam Ken kemudian beranjak dan mengambil ponselnya lalu mencari kontak Aldo kemudian menelponnya.
"ckckck, , dia sama pacarnya sama saja ,bikin kesal " grutu Ken saat Aldo tidak ingin mengangkat panggilan nya,Ken memutus untuk mengirim pesan singkat pada Aldo.
Aldo membacanya dan dia menggertakkan giginya merasa geram.
"brengsek!" guru Aldo ,
setalah bebrpa jam kemudian kini tiba saatnya Vina telah sampai di bandara, seperti rencana nya Aldo mengikuti permainan Ken yang mengatakan akan memperlihatkan bagaimana Ken menyambut vina dan sikap Vina kepadanya.
dan benar saja tak lama Vina keluar dan mendapati Ken yang ada di dalam matanya.
__ADS_1
Ken menyeringai tajam ke arah kanan pojok di mana Aldo bersembunyi di sana,
"akan ku buat kau menderita " gumam Ken
Tanpa aba aba Ken langsung memeluk Vina dan menunduk seolah dia dengan mencium Vina.
"hai Ken apa apaan sih kamu? " kesal Vina tiba tiba di sambut oleh Ken yang terbilang tidak dekat dengannya.
"Diam atau akan aku teriak kalau kau membawa narkotika ke sini " bisik Ken membuat Vina terdiam dan memilih untuk di peluk oleh Ken.
"lepasin breengsek" geram Vina meronta.
Ken mantap ke arah Aldo yang sejak tadi menahan amarahnya ,kemudian tersenyum licik lalu melepas Vina
setelah itu mempersilahkan Vina untuk masuk ke mobilnya.
mau tak mau Vina mengalah dan hendak menghubungi Aldo juga Clara namun daya ponselnya mati.
bagaimana kelanjutannya?
__ADS_1
ke bab selanjutnya ya....